Bertiga ke Dufan

June 19th, 2009

Kalo denger kata Dufan, siapa sih yang nggak pengen ngikut?? Iya teman-teman, hari Selasa tgl 16 Juni kemaren, Sofia bersama Ayah dan Mama pergi ke Dufan lohh. Sofia senaaang sekali.

Belum sampe tempatnya saja aku sudah senang, soalnya Mama bilang aku bisa naik komidi putar! Apalagi perjalanannya kesana juga menyenangkan. Kami naek bus way dari lebak bulus sampai tempat. Maksudnya sampe ke dalam arena Ancolnya. Trus gitu bus waynya asyik. Dia lewat Monas, teman-teman. Sofiakan pingin ke Monas lagi, jadi pas ngeliat Monas dari bis, Sofia teriak,”Monasss!! siniii!” sambil ku lambaikan tanganku padanya. Ee yang di dalem bis masa pada ketawaa.

Kami sempat deg-degan pas berangkat. Soalnya sepanjang perjalanan bisnya diguyur hujan terus, tapi Alhamdulillah sampai sana ternyata disana gak hujan sampai kami pulang setelah maghrib. Aku gak lupa bawa elmoku lho ke Dufan. Asik sambil meluk-meluk elmo Ayah atau Mama bisa tetep megangin aku yang lari-lari senang.

aku dan elmoku

Karena aku bobok, tau tau aku sudah masuk di dalam Dufan. Bangun-bangun aku melihat si komidi putar di depan mata. Dan kami langsung naek. Tapi aku agak bingung, kok gede banget ya? trus gitu kudanya banyak lagi. Gak kayak odong-odong di rumah ataupun yang di Carefour. Aku sih mau-mau saja naek. Asyik ternyata, teman! Mamaku aja suka. Liat aja potonya neeh..komidi putar

Habis naek komidi putar, aku pingin naek bianglala. Itu lho teman, yang kayak roda BUESARRR sekali trus berputar-putar. Tapi Ayah mo beliin aku makan siang dulu. Soalnya aku belom maksi. Tadi pas Ayah ma Mama maksi akukan lagi bobok. Yaa gitu deh, akhirnya kami naek biang lala sambil disuapin mama. Nyam nyam nyam! enaaak makan sambil liatin Jakarta dan lautnya dari atas.Maksi di atas bianglala

Habis naek bianglala, aku liat kok ada gajah yang bisa terbang?! Akupun mengajak Mama dan Ayah naek itu. Setelah ngantri agak lama, akhirnya kami bisa naek juga. Tapi Ayah enggak ikut naek. Soalnya Ayah pengen ambil gambar aku dan Mama. Lucunya, pas naek tuh gajah, kita kok gak bisa terbang kayak yang laen ya? Sampai mulai melambat mo berhenti kita tak kunjung terbang. Mama bingung. Aku juga. “Iya ma kok gajahnya gak terbang ya?”, kataku ke Mama. Akhirnya Mama nanya ke petugasnya. Kok gak terbang Mas?! Ooo ternyata biar terbang harus ditarik tuas yang ada di depan kita, hehehe. Langsung deh di tarik ma Mama. Bener kita langsung membumbung tinggi. Jadinya pas dia udah berhenti berputar kami masih melayang di atas. Hihihi, aku liat mama bingung. Tapi aku juga. Aku takut gak bisa turun trus ketemu Ayah, teman-teman. Ee omnya malah ngerjain. Tapi akhirnya kami diturunin kok, horeee. Sayangnya Ayah gak sempat motret kita pas diatas. Karena batere kameranya minta diganti. Tapi gak papa, yang penting ada potonya duduk di dalam gajah.Naek gajah, duduk.

Lanjut naek apa ya, habis naek gajah? kamipun berkeliling dulu. Kami melihat ada wahana kincir-kincir. Wuihhh, kayaknya asyik. Sofi aja jadi pengen. Kamipun melihat sebentar. Tapi kata Ayah dan Mama aku belom boleh. Masih terlalu kecil katanya. Iya ya, tiket masuk aja aku belom bayar. Soalnya tinggiku satu meter kurang dua senti hehehe.

Wahana kicir-kicir

Yaa sudah deh. Akhirnya kami memutuskan ngantri buat naek kereta laba-laba yang letaknya di depan wahana kincir-kincir tadi. Mama dan Ayah berniat menaikkan aku kereta ini karena kayaknya gak nakutin buat anak-anak seusia aku. Soalnya jalurnya cuma pendek trus gak terlalu tinggi juga gak pake berbalik kayak di wahana halilintar. Akhirnya aku berduaan sama Mama naek wahana ini.

Wahana kereta laba-laba

Ya Allah ya Allahh… ternyata seremm banget naek kereta ini. Mama aja sampe teriak-teriak. Aku emang ketakutan tapi diam aja. Pas putaran ketiga baru deh aku nangis. Soalnya aku dapet bonus kejedug. Mama disela-sela istigfar dan teriaknya mencoba menghiburku sambil merangkulku,”sebentar lagi selesai kok nak, udah kok nak”, gitu-gitu. Sampe berhenti dan turun aku masih menangis. Ayah jadi ikutan panik gitu. Soalnya melihat aku nangis trus mendengar laporan mama yang langsung nerocos. Mama bilang,”it’s not recomended for under 5 year!” kata mama kesal. Ayahpun langsung menggendongku dan memberiku minum. Tapi aku nangisnya gak lama kok. Buat nenangin aku, kamipun istirahat sholat trus Ayah ngopi-ngopi. Kamipun siap bersenang-senang lagi :) .

Aku sudah nggak nangis lagiSenyum natural Ayah. Kata Ayah ndiri sih hee

Habis itu kami ke istana boneka. Lucu ya, masa sambil naek perahu kita bisa liat-liat banyak boneka dengan pakaian adat mereka. Mulai dari pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, juga pakaian adat negara-negara diseluruh dunia lho. Awalnyaa aku kaget pas mulai masuk ke dalam. Kok gelap. Pikirku. Ternyaata, makin ke dalam makin terang kok. Aku senang deh. Soalnya sambil liat-liat boneka aku sambil makan es krim!

Ngantri masuk istana boneka Makan es krim sambil liat boneka

Boneka2 cantik

Didalam Mama melihat sesuatu yang aneh. “Dilarang Naek Stage”, begitu bunyi tulisan yang membuat Mama berkomentar. Katanya, kenapa sih orang Indonesia tidak pede make bahasanya sendiri. Kenapa nggak pake panggung saja kata-kata stagenya. Atau nggak pakai dua bahasa juga bisakan. Toh tulisan yang lain juga dua bahasa. Yaa begitulah gerutu mama. Oo begitu ya Ma? kataku dalam hati sambil menjilat es krim.

Kok stage sih

Kami pun melanjutkan jalan-jalannya ke area wild west. Disana kita cuma poto-poto. Habisnya males. Wahananya kayaknya kurang menarik buat aku.

Hot Shot Wild West

Nongkrong di wild west

Habis itu aku pengen bergaya di foto Ayah. Trus karena sudah mulai laper, kamipun makan dulu. Mama ngajakin makan di Masakan Padang. Makanannya pedes semua. Sofia gak mau makan. Lagian kan aku belom lapar.

Bergaya kelinci

Ayah dan Mama ngisi bensin hehehe

Setelah orang tuaku kenyang, kami jalan lagi. Kali ini kami menuju wahana TORNADO! Tapi kami cuma liat kok. Gak berani mo naiknya. Mama aja ogah. Ayah juga gak mau. Yaudah, kita poto-poto aja disana.

Nonton TornadODi depan tOrnadO

Wah sudah maghrib. Kamipun memutuskan untuk segera pulang. Tapi kami pengen naik komidi putar sekali lagi. Soalnya kalo udah mulai gelap gini lampu-lampu hiasnyakan mulai dinyalaain. Pasti bagus deh. Kayak bianglala ini dari kejauhan bagus ya? Aku jadi pengen poto-poto bergaya ma Ayah juga ma Mama.

Bagusnya si BianglalaBiangnya Lala

Bianglala ke dua

Lihat!! Komidi putarnya indah sekalii!! cahaya lampunya yang terang benderang membuat aku senang. Ayo naikk!

Indahnya si Komidi yang berputar-putarBerkuda dng Mama

Ditarik kereta kuda

Uudah deh. Malam mulai gelap. Dan kamipun pulang dengan hati gembira. Ayah dan Mama tanya padaku, “Hari ini Sofia suka nggak?”, aku jawab, “Suka ma!”. Dan bus way pun kembali membawa kami pulang ke rumah.

Ohya, kalo mau liat foto-fotoku di Dufan yg lebih kumplit, ada di facebooknya mama ya! Silahkan berkunjung :) Sampe ketemu lagi teman-teman. Byee!! (Ditulis oleh: Mama)

Selamat Ulang Tahun Sofia

June 9th, 2009

Sofia Meniup Kue Ulang Tahunnya

Selamat Ulang Tahun Sofia. Sudah tiga tahun usiamu. Semakin tambah besar. Semakin bertambah ilmu.

Hari ini, apa pun kau tanyakan. Ini apa, ayah? Sofia pingin lihat, mama! Sofia pingin tahu. Sofia gendong dong, Sofia pingin sentuh. Dibuka dong ma, Sofia pingin tahu bentuknya.

Dan, ayah, mama, selalu berusaha belajar untuk memahamimu. Kau sekarang menuntut, nak. Ayah dan mama, kadang bingung, apa itu yang kau bicarakan. Apa itu semua yang kau tuntut. Dan kau menangis. Ayah dan mama pun terpaksa berbohong, bila terpaksa, pura-pura kami paham semua yang kau bicarakan.

Tak sering pula kami tertawa, nak. Ternyata imajinasimu, khayalanmu, daya pikirmu jauh di luar yang kami bayangkan. Sungguh, nak, ayah dan mama hanya berharap, semoga kami selalu dapat mengikuti dan mengantarkanmu menjadi anak yang hebat dan baik.

Kami juga suka jengkel nak, tapi campur ketawa, betapa tuntutanmu terlalu konyol. Dan kami tak tahan untuk selalu menuruti, atau menjawab, atau menanggapi semua pertanyaanmu yang tiada henti dari bangun tidur hingga kau akan tidur.

Nak, kami selalu bangga menjadi ayah dan mamamu.

Selamat Ulang Tahun anakku. (Ditulis oleh Ayah)

Jalan-jalan ke TMII

January 6th, 2009

Hari Sabtu, 3 Jan 2009 lalu, Sofi diajak ayah dan mama jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia indah. Sofia senang sekali. Apalagi Sofi dibawain stroller, jadinya Sofi gembira aja duduk didorong ayah dan mama sambil lihat-lihat dunia Indonesia miniatur di sana.

Pertama kita ke Keong Emas. Sofi mau diajak nonton Madagascar 2 lo. Dibilangin mau nonton film di bioskop, yang katanya kayak televisi tapi besaaaaaar sekali, tentu Sofi senang. Tapi filmnya baru mulai satu jam lagi. Lalu Mama beli tiketnya dulu. Karena Sofi belum genap 3 tahun, Sofi tidak harus bayar. Horeee. Eh asyiknya lagi, karena kita bayar pakai debit Mandiri, kita dapat diskon 50 % lo, jadi dari harga Rp50.000 kita cuma bayar Rp25.000.

Setelah keluar loket, Sofi lihat ada banyak badut kelinci. Sofi senang banget lo ama badut. Tapi Sofi dibilangon ayah, “Sudah jangan minta salaman lagi nak, badutnya nggak asyik minta uang mulu sama mama.” Kemudian Sofi diajak naik kereta gantung dahulu.

Sampai di loket kereta gantung, ayah beli tiket untuk tiga orang, sebab Sofi yang sudah setinggi 95cm ternyata harus bayar sendiri. Teman-teman yang tinggimya di bawah 85cm gratis lo. Eh, kemudian kita antri, agak lama sih, tapi kata ayah wajar aja. Kalau anjungan tidak antri, berarti pengelolanya bangkrut hehehe. Memang banyak lo yang akan naik kereta gantung. Akhirnya Sofi dapat giliran juga. Duh asyiknya bisa lihat seluruh taman mini dari atas.

Setelah puas naik kereta gantung bolak-balik, kami makan siang. Dan, waktu pertunjukan filmnya sudah dekat. Akhirnya kita masuk ke gedung. Eh, ternyata Sofi takut pas nonton film lo. Entah ya, mungkin suaranya itu lo terlalu kencang. Atau, Sofi juga bilang mama, Sofi gak suka sama si Singa. Sofi kan sukanya harimau. Selama 30 menit Sofi didekap erat oleh ayah. Telinga Sofi juga ditutup rapat sama ayah. Karena Sofi sesenggukan dan menangis, kami keluar gedung. Gagal deh acara nonton bioskop yang pertama. Nggak apa-aps, kata ayah dan mama. Nanto kalau Sofi sudah besar, Sofi diajak nonton bioskop lagi. Ayah Sofi cerita, ayah aja dulu baru nonton bioskop saat ayah SD kelas empat, filmnya The Ten Commandment. Ayah diajak nonton eyang yang katanya memang suka nonton film.

Setelah makan siang dan salat, akhirnya Sofi dihibur, acaranya naik perahu kayuh yang berbentuk burung Pelikan. Duh senengnya teman-teman. Sofi pingin banget mengayuh sendiri, tapi mama bilang kaki Sofi belum bisa menjangkau kayuhnya.

Lihat Latihan Tari di Anjungan Jawa Barat

Setelah capek mengayuh perahu, Sofi kemudian diajak mama nonton latuhan tari di anjungan Jawa Barat. Pinter-pinter lo kakaknya. Mama bilang kalau Sofi pingin bisa menari, nanato Sofi juga boleh belajar. Sofi lalu berputar-putar dan menggerak-gerakkan badannya sambil nonton tarian di panggung.

Duh, capek ya teman-teman. Setelah puas, akhirnya kami pulang. Sofi tertidur lelap ketika di taksi.

Sofia Sekolah di TK Mini Pak Kasur

December 9th, 2008

Halo teman-teman. Mulai Sabtu kemarin, Sofia sudah terdaftar di TK Mini Pak Kasur. Yah, memang agak telat masuknya sih. Tapi ayah dan mama memang pingin agar Sofia punya teman banyak, bisa bermain dan belajar bersama-sama.

 

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

 

 

Awalnya sih Sofia diajak lihat-lihat dulu sama ayah dan mama. Sofia senang. Di sana banyak mainannya. Ada ayunan. Luncuran. Juga panjat-panjatan. Teman-temannya juga lucu. 

Ketika ditanya ayah, “Apakah Sofia ingin sekolah?”

Sofia langsung aja menjawab tegas, “Iya, Sofia pingin sekolah”

Akhirnya Sofia didaftarkan menjadi siswa di TK Mini Pak Kasur di Pasar Minggu. Untungnya daftar di tengah masa pelajaran ini diperbolehkan. Sebenarnya sih karena usia Sofia masih 2 tahun 6 bulan, Sofia hanya playgroup, tapi yang penting Sofia senang sekolah. Sofia masuk kelas Gelatik. Hiii lucu namanya ya, kayak lagu kesukaan Sofia

Burung gelatik hinggap di jendela
Aduh kasian, aduh kasian

Sayapnya patah tak bisa terbang
Aduh kasian, kasian

Mari kutolong, kuberi obat
Supaya sembuh, kembali sehat

Sabtu kemarin Sofia resmi masuk sekolah. Sofia pake seragam olahraga TK Mini. Juga pakai tas. Karena tas dari TK-nya belum ada, Sofia masih pake tas punggung kesayangan Sofia. Horeee! Nanti Sofia cerita lagi ya.

Sofia Melukis (bagian dua)

December 9th, 2008

Setelah sebelumnya bercerita tentang lukisan pertama Sofia, kemudian Sofia berhasil menggambar bentuk manusia yang lebih jelas dan sempurna, berikut ini perkembangan kegiatan Sofia dalam melukis.

 

Sofia ketika melukis

Sofia ketika melukis

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Makan

November 3rd, 2008

Penyuka Sate ayam

 

Sofia makan, itu biasa. Tapi Sofia suka makan apa saja, itulah berkah yang kami rasakan sebagai orang tua.

Sejak Sofia di kandungan (makannya lewat mamanya, hehehe), hingga ia mulai belajar mengenal makanan pada usia 6 bulan, dan memulai makan saja (Sofia berhenti minum ASI setelah 2 tahun), kami selalu menawarkan beragam pilihan kepada Sofia, baik itu makanan atau jajanan atau minuman. Saya sendiri ingat pada saat hari pertama Sofia belajar mengenalkan makanan, mamanya mengenalkan minum jus jeruk. Saya tertawa keras ketika melihat ekspresinya yang kaget bercampur suka dengan rasa jeruk itu (gambar kalau ada akan saya upload).

Jadi, hampir segala jenis makanan bisa disukai oleh Sofia, mulai dari pecel (tanpa sambelnya, ia hanya makan sayurnya), sate hati kambing, sate ayam, soto ayam, makaroni, atau juga salad. Sofia juga tidak menolak ketika kami tawarkan yogurt plain (bayangin rasanya tuh!) atau olahannya semacam milkshake, atau madu dan teh (ini favoritnya). Saya juga kadang-kadang suka bikin makanan olahan campur aduk, hehehe, maklum iseng karena kelaparan, misal: yogurt+pepaya+roti marie+susu+madu+sereal, dan ketika Sofia saya tawari, ternyata ia minta dan semuanya dihabiskan dia. Begitulah. Atau, kami juga suka iseng bikin jus yang bahannya seperti: storeberi (3-5 buah, besar)+susu+yogurt+gula+air, atau jus mangga+shake: beberapa iris mangga matang+susu+yogurt+gula+air, Sofia suka semuanya.

Dan, tak lupa buah-buahan, apa saja Sofia suka, kecuali… (entah apa ya ma, ayah lupa yang Sofia nggak suka). Stroberi, durian, blimbing, nanas, jeruk, apel, pir, salak, pisang, pepaya, semua Sofia suka.

Ya, kadang-kadang kami memang beli bakso atau mi ayam atau makanan fast food, tapi kami berusaha untuk menghindari sejauh mungkin makanan ini. Ya mungkin 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali tak apalah, kadang-kadang ayah atau mamanya kan pingin, jadi anaknya terpaksa mencicipi kan. Untuk hal satu ini, terus terang kami ketat dan disiplin. Kami ingin keluarga kami, dan terutama anak kami Sofia mendapatkan makanan sehat, segar, dan bergizi. Kami berusaha menghindari makanan buatan (kimiawi), berpengawet, berpewarna dan lain-lain, sejauh mungkin. Kalau terpaksa, dan kadang-kadang, ya tak apalah.

Tentu saja kami bersyukur dengan anugerah ini. Denger-denger anak kecil yang agak rewel dengan makanan. Tapi kami memang tidak putus asa mengenalkan beragam makanan baru, entah itu makanan jawa, padang (ya, Sate Padang sofia juga suka, tentu saja sambelnya harus dihisap), atau juga makanan Eropa, meskipun masih belum mahir (maklum kitanya jarang makan).

Memang, kadang-kadang, Sofia juga suka rewel tidak mau makan atau minum, seperti anak kecil lainnya. Tapi biasanya ini karena suasana atau keadaan yang kurang pas. Dan untuk membalikkan keadaan ini, ya tentu saja mamanya suka mengajak makanan di depan rumah, karena suasananya segar. Padahal nanti setelah di depan, mamanya suka mengajak dia kembali ke dalam. Mama cuma bilang, “Nak, di luar dingin udaranya, yuk ke dalam lagi yuk!” Dan memang udara dingin, atau panas, jadi kami tidak pernah berbohong. Akhirnya Sofia masuk lagi ke dalam. Atau, jangan sampai memunculkan makanan/minuman kesukaan Sofia sebelum tugas makan utamanya selesai, ini akan menghentikan kegiatan makannya dan akan susah mengajak kembali. Maka kami berusaha menyembunyikan hal-hal tersebut, misalnya krupuk, susu, atau Yakult, semua yang disukai Sofia sebelum makannya habis. Setelah habis, barulah kita keluarkan.

Sofia juga suka menyanyikan lagi ini:

Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya, pakai sepatu baru
Dua tangan saya, yang kiri dan kanan
Satu mulut saya, tidak berhenti makan 

Anak doyan makan adalah satu hal untuk mencapai gizi yang baik. Dan tentu saja, kita berdoa agar selalu dikaruniai kesehatan karena makanannya. Dan tak lupa berharap barokah.

Berikut gambar-gambar ketika Sofia makan :)

Makan Nasi Goreng

Makan kue banjar

Makan kue banjar

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Minum Jahe coklat

Minum Jahe coklat

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Video: Menggambar Manusia

November 1st, 2008

Teman-teman, ini lo rekaman video ketika Sofia sedang belajar melukis. Sofia melukis kepalanya dulu, lalu dua mata, mulut, hidung, dan “tali”. Eh, setelah diingatkan ayah, Sofia tambahin lagi dengan telinga dan rambut.

 

Bagus ya lukisan Sofia?

Selamat Idul Fitri 1429H

October 26th, 2008

Mumpung masih bulan Syawal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu terlambat. Sofia, Mama, dan Ayah mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Tahun ini Sofia tidak langsung mudik pada hari raya, jadi kami menghabiskan waktu bahagia ini di rumah Jakarta.

Selamat Idul Fitri 1429H
Selamat Idul Fitri 1429H

Sofia Takut

October 22nd, 2008

Sofi baru kembali ke Jakarta bersama ayah dan mama hari ini. Sofia senang bertemu kembali dengan mainannya, boneka kesayangannya, dan juga saluran tivi yang disukainya.

Sofia kembali ke aktivitas rutinnya, termasuk ketika sore hari ditinggal mamanya kuliah.

Tapi akhirnya Sofia sudah bobok sebelum mama berangkat kuliah. Tampaknya ia capek banget, maklum setelah balik dari stasiun dia tidak mau tidur sama sekali, dan selalu mengajak main.

Pada pukul 18:15an, Sofia bangun. Ia langsung keluar dari kamar, dan langsung mencari mamanya.

“Mama di mana, Yah?” tanya Sofia.

Lalu ayah bilang, “Eh, anak ayah bangun. Sini ayah peluk.” Kemudian ayah peluk Sofia. Lalu ayah bilang lagi, “Mama tadi sudah berangkat kuliah. Mama minta ayah tolong pamitin pada anaknya.”

Dibilangin demikian, Sofia tenang, lalu ia melepaskan pelukan dari ayah. Lalu Sofia meminta pada ayah, “Yah, nonton tivi kupu-kupu!”

Jadilah ayah yang lagi nonton CSI langsung batal.

Pada pukul 19:15-an, mama telpon, pertama nanya-nanya seputar artikel tentang Bali, pulau yang lebih dulu terkenal daripada Indonesia ini pernah dimuat di The New Yorker pertama kali pada edisi awal majalah itu, pada 1933 dan 1934. Bali dimuat dalam cuplikan kartun di majalah itu. Kemudian beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20:00-an, mama telpon minta dijemput.

Awalnya ayah agak kurang sreg, maklum hari sudah malam. Tapi ayah pikir biar Sofi senang, dan dapat udara segar, boleh lah keluar sebentar. Sambil menunggu mama datang, Sofi minta dibelikan minuman sari kacang hijau Ultra Jaya. Setelah minuman habis, tampak mama datang.

Kemudian kita bertiga balik ke rumah. Ketika sampai di ruas jalan dekat rumah kami, tiba-tiba ada motor ngebut dari arah berlawanan. Dan, parahnya, pengendara motor tersebut juga mendahului motor satunya yang kebetulan berpapasan dengan kami.

Ayah kaget dan panik, maklum bawa Sofi di depan, langsung misuh-misuh. Hampir saja ia menyerempet motor kami. Kebiasaan buruk ya Yah, misuh-misuh, tapi gimana normal aja kaget lalu teriak seperti itu. Habisnya orang tersebut ngawur banget. Dan kekhawatiran di hati ayah bahwa orang tersebut balik ternyata benar.

Orang tersebut balik lagi dan memarkir motornya di depan kami. Dia lalu memaki-maki, dengan mengatakan dirinya tidak salah. Sudah terbukti dia yang salah dan banyak orang menyaksikan hal tersebut. Kami hanya bereaksi saja. Ayah baru sadar ternyata orangnya mabuk. Dan orang tersebut mau mengamuk. Ayah sih siap-siap saja, badan ayah lebih besar, hehehe, apalagi lawan orang mabuk. Tapi ayah khawatir terjadi sesuatu di hadapan Sofi, dan itu tidak baik. Dan memang benar, Sofi menangis kencang-kencang. Lalu Sofi ayah kasihkan mama. 

Untung orang-orang yang nongkrong di jalan itu membantu kami dengan cara memblok orang yang mengamuk itu. Ayah hanya diam saja di motor dengan memendam emosi. Ayah lalu minta maaf pada orang sekitar, “Mohon maaf terjadi seperti ini!” Lalu kami pamitan aja menghindar.

Saat itulah kami berpikir keras, kejadian ini pasti berpengaruh pada Sofia. Dan memang benar. Sampai di rumah, bahkan setelah kami ajak makan atau dia menggambar, Sofia masih berulang kali menyebut kejadian tadi, “Ma, tadi ada orang-orang ya?” demikian ia berulang kami berkata kepada kami. 

“Sofia takut,” katanya.

Saat ini Sofia sudah tidur, tentu saja. Tapi kejadian tadi terus terang mengkhawatirkan kami, sebagai orang tua, dalam perkembangan anak kami. Kami selalu berusaha menanamkan positivisme kepada Sofi. Dan tentu saja, kami sadar anak juga harus mengetahui adanya hal-hal negatif di dunia ini, karena begitulah nantinya dia akan menghadapi hidup di dunia ini. Kami cuma terkejut ketika ia harus menghadapi dalam usia semuda ini, dua tahun empat bulan.

Entahlah, mudah-mudahan tidak. Saya berpikir ada beberapa sisi positif dalam kejadian ini, misalnya tentang sifat dan kesukaan Sofi memaksa untuk duduk di depan ketika mengendarai motor (dalam jarak dekat, misal menjemput mamanya). Atau hal-hal lain. Tapi hal ini lebih baik diulas dalam posting lainnya.

Pesan dari kami, berhati-hatilah sebagai orang tua. Saya pribadi tidak luput dari hal ini, dan pesan ini terutama kami tunjukkan pada kami sendiri. Berhati-hatilah ketika marah di rumah tangga Anda, terutama di depan anak. Anak Anda adalah perekam paling mutakhir dan rekamannya tidak mudah lekang oleh waktu dan cuaca.

Ketakutan Sofia adalah pelajaran utama kami sebagai orangtuanya.

Gambar Manusia

October 21st, 2008

Inilah gambar pertama Sofia yang dia nyatakan sebagai manusia. 

Ayah yang awalnya mengetahui hal ini, ketika ayah tanya pada Sofia, dan ia menjawab itu adalah mata, hidung, mulut, dst. Mulanya ayah bingung, karena Sofia menggambar secara terbalik. Coba lihat gambar ini terbalik, pasti bingung.

Dan Sofi memang menggambar dengan cara terbalik, dimulai dari separuh kepala (atas), lalu menggambar kedua bola mata, lalu hidung, lalu mulut, dan menutup separuh kepala bagian bawah. Kemudian ia menggambar garis. Tapi Sofia mengatakannya sebagai tali, ia sampai sekarang masih menganggap itu seperti balon :) Dan kemudian menambahkan dengan rambut.

Selamat anakku sayang. Ketika ayah mengetahu hal ini, ayah lalu memanggil mama dan embahnya. Dan Sofia menunjukkan berulang-ulang ia menggambar obyek lainnya. Sayang gambar tersebut tidak terdokumentasi dan sudah diwarnai oleh Sofi, maksudnya sudah dicoret-coret tidak keruan. Maklum, sampai sekarang Sofia belum bisa mengontrol cara mewarnai gambarnya.

Sofia memang tidak pernah diarahin harus menggambar apa. Sofi biasanya hanya pingin menggambar. Dan kadang-kadang, kalau Sofi meminta, ayah atau mama akan menggambar suatu obyek hingga Sofia senang. Kami tidak berharap ia sempurna menggambar sesuatu dalam aktivitas ini. Kami hanya berharap Sofi senang melakukan aktivitas itu. Dan, alhamdulillah, terbukti bahwa cara yang kami usahakan cukup berhasil, paling tidak hingga saat ini.

Foto lain dan video menggambar akan menyusul. Akan direkam dulu ya!