Kategori
Kegiatan

Pameran Karya dan Project Q-Tha

Bulan Januari yang lalu, Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) yang aku ikuti mengadakan sebuah pameran karya. Pameran itu diadakan untuk memamerkan karya-karya Tugas Akhir atau TA yang kami buat selama satu semester.

Jadi, selama satu semester atau enam bulan, aku membuat target tentang karya apa yang akan aku buat. Waktu itu aku memilih membuat komik yang bercerita tentang homeschooling. Tapi aku mersa tidak nyaman dengan pilihanku. Sebab saat itu aku sama sekali tidak mempunyai semangat dalam menggambar. Jadi selama enam bulan, aku merasa tertekan untuk membuat komik.

Oh iya. Sesuai dari kesepakatan kami semua, kami sepakat menyebut Tugas Akhir ini dengan ‘Project Q-Tha’. Sebab ‘Tugas Akhir’ terkesan sangat formal. Sementara komunitas kami tidak mengandalkan hal-hal formal seperti itu. Namun karena lebih mudah, aku lebih suka menyebutnya dengan nama TA.

*****

Setelah enam bulan, waktu Ujian Tugas Akhir pun tiba. Aku benar-benar gugup dan merasa tidak nyaman saat itu. Karena menurutku karya yang aku buat kurang bagus. Dan aku merasa bahwa membuat komik bukan pilihan yang tepat. Tapi mamaku berkata bahwa itu wajar, sebab ini pertama kalinya aku mengikuti Tugas Akhir.

Waktu aku ditanya para pengujiku, mereka bertanya padaku, kalau aku benar-benar niat ingin mengerjakan TA, TA seperti apa yang ingin kubuat? Dan saat itu aku langsung menjawab, bahwa TA yang sebenarnya ingin kubuat adalah menulis. Lalu aku menceritakan tentang tulisanku selama dua tahun terakhir, bahwa aku sedang menulis tentang pengalaman aku selama menjadi anak homeschooling. Dan bahwa tulisan itu sekarang sudah menjadi sekitar 45 halaman A4.

Jadi aku diberi revisi untuk menyelesaikan tulisanku itu. Pengujiku menanyakan apakah aku sanggup. Dan aku bilang aku sanggup asalkan aku betul-betul niat mengerjakannya.

Selama satu bulan, aku fokus menyelesaikan bukuku. Waktuku tidak lama. Jadi selama liburan akhir semester, aku sibuk mengetik, mengedit, mengetik dan mengedit. Aku tidak pernah tahu aku mempunyai kekuatan sebesar ini kalau aku betul-betul niat. Dan untunglah, aku bisa menyelesaikan tulisan ini dalam kurun waktu satu bulan. Tepat sebelum Pameran Karya. bahkan aku mencetak bukuku dua hari sebelum pameran.

Mungkin ada dari kalian yang heran kenapa aku sudah lama tidak mengisi blog-ku. Alasan aku sekarang jarang mengunggah tulisan, adalah karena aku sibuk dengan kegiatanku di QT. Jadi terkadang aku susah mengatur jadwalku sendiri. Terutama saat masa-masa Tugas Akhir. Namun sekarang aku mulai belajar untuk mengatur waktuku. Dan menyempatkan waktu untuk menulis di antara kegiatan-kegiatan QT.

Oke, lanjut ke TA. Setelah masa liburan akhir semester selesai, aku masuk kembali pada awal bulan Januari. Saat itu kami langsung disibukkan dengan persiapan Pameran Karya yang akan diadakan tanggal 18 Januari. Kami mulai menata stand pameran, menghias stand, dan lain-lain.

Ketika hari pameran tiba, aku sudah berada di QT sejak pagi-pagi. Karena kami masih harus mempersiapkan stand sebelum pameran karya berlangsung. Sebelum pameran dibuka, ada penyambutan dari dinas pendidikan dan kelurahan Kalibening. Setelah itu ada penyerahan katalog karya dan beberapa pementasan peserta didik KBQT. Barulah pada pukul 11.00 WIB, pameran pun dibuka.

Awalnya aku sempat gugup. Karena memang aku tidak terbiasa berbicara langsung dan menjelaskan karyaku pada orang banyak. Namun aku senang sekali. Di sini, aku belajar banyak hal termasuk berbicara dengan orang-orang yang baru kukenal.

Ini adalah pertama kalinya aku mempublikasikan karyaku langsung pada begitu banyak orang. Ada seorang bapak yang ternyata adalah seniman, yang memuji karyaku dan berkata bahwa bukuku jarang ditemui dan ini adalah karya bagus karena merupakan inovasi baru. Bahkan ada seorang ibu yang berkata apakah ia bisa membeli bukuku.

Di sini aku belajar, selain untuk mengapresiasi karya orang lain, juga untuk mengapresiasi karyaku sendiri. Aku bahagia sekali mendengar hal-hal kecil yang dikatakan orang-orang,

“Semangat ya sofia.”

“Ditunggu nih karyanya”.

Aku memang orang yang sensitif. Disindir sedikit saja aku langsung memikirkannya dalam waktu lama. Namun hal-hal kecil dan positif yang mereka katakan sudah membuatku cukup senang. Aku kembali bersemangat untuk menulis lagi.

Pameran Karya dan Project Q-Tha ini adalah pengalaman yang tak akan kulupakan. Bagaimana waktu itu, aku yang dulunya homeschooling dan selalu mempunyai waktu fleksibel tiba-tiba harus dikejar deadline. Waktu itu aku benar-benar ngebut saat menulis. Namun aku senang melakukannya.

Aku jadi tidak sabar menunggu Project Q-Tha semester depan^_^

~ Sofia Kamila

Kategori
Kegiatan

Dunia Baru

Minggu lalu, aku pergi ke dokter mata untuk periksa atau kontrol rutin yang seharusnya kulakukan setiap enam bulan sekali. Namun aku tidak melakukannya secara rutin, dan ini sudah dua tahun lebih sejak terakhir kali aku memeriksakan mataku di Jepara dulu.

Kalau kalian belum tahu, sejak terakhir kali aku periksa mata, diketahui aku mempunyai minus 3,5. Itupun cukup banyak untuk anak seusiaku. Waktu itu minusku sudah menyamai dengan mamaku. Dan belakangan ini, aku merasa kesusahan untuk membaca tulisan yang berjarak jauh. Padahal aku sudah memakai kacamata. Jadi aku memutuskan untuk kontrol lagi ke dokter.

Jadi, aku pergi ke dokter mata. Ternyata kontrol mata agak ribet juga. Sebab aku menggunakan BPJS Kesehatan. Jadi aku harus mencari surat rujukan ke puskesmas dahulu.

Waktu diperiksa menggunakan manual, diketahui bahwa minusku pada mata bagian kanan 5,5 dan 5,0 pada mata bagian kiri. Aku cukup kaget. Bayangkan, bagaimana bisa minusku anjlok dari yang sebelumnya 3,5 menjadi 5,5 ?!!

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku mengobrol dengan dokter mata utama atau optometris. Dokternya adalah bapak-bapak berusia sekitar 50 tahun-an dengan rambut putih dan kesan yang kuat. Waktu bapak itu bilang,

“Ini alasan pertama minusnya nambah, yaitu karena jarak membacanya terlalu dekat. Dan pencahayaan saat membaca kurang. Yang kayak gini biasanya kutu buku nih.”

And i was like, “???”. Ketahuan deh, kalau aku biasanya memang hobinya membaca dengan pencahayaan yang remang-remang dari lampu tidur. Belum lagi sampai tiduran. Terkadang kalau tidak bisa tidur memang aku lebih memilih untuk membaca. Dan hal itu bisa berlangsung selama berjam-jam hingga larut malam. Makanya…

Oke, pelajaran penting buatku, jangan diulangi membaca buku dengan jarak antara mata dan buku terlalu dekat, apalagi sambil tiduran (Catat di kepala).

Lanjut, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku ke apotik rumah sakit untuk mengambil tetes mata dan pil vitamin A yang diberikan pak dokter. Aku senang sekali lho.. Sejak dulu memang aku ingin sekali memakai obat tetes mata. Namun aku baru tahu, ternyata memakai obat tetes mata itu susah. Hehehe.

Setelah itu, aku diantarkan ayah ke optik untuk mencari kacamata baru. AKHIRNYA. Selama enam tahun, aku selalu memakai satu kacamata yang sama. Kacamata berwarna biru muda yang terbuat dari plastik. Kesan awal yang ditimbulkan kacamata itu adalah terlihat murahan. Padahal itu adalah kacamata anak-anak paling mahal yang bisa ditemukan di optik waktu aku kecil dulu. Nah, bayangkan bagaimana aku memakai kacamata yang sama selama enam tahun. Bukannya aku bosan, namun kacamatanya memang tidak nyaman karena terlalu ringan. Bahkan karet yang dulunya melapisi gagang kacamata sudah hilang karena telah bertahun-tahun digunakan. Kacamataku itu juga sering sekali menggelincir dari hidungku karena hidungku memang berminyak. Menyebalkan.

Untunglah akhirnya aku mendapat kacamata baru. Ini adalah hal yang sudah kuinginkan sejak lama. Namun dulu orangtuaku tetap pada pendirian mereka, ‘Kalau masih bagus buat apa beli yang baru?’. Iya sih, memang cuma buang-buang duit saja kalau membeli yang baru. Namun waktu kacamataku sudah jadi, aku senang sekali. Ini pertama kalinya aku mendapat kacamata sejak enam tahun lalu. Ditambah lagi biaya untuk periksa ke dokter mata dan untuk membeli kacamata ini juga ditanggung BPJS. Terima kasih BPJS T-T.

Untuk pertama kalinya , dunia serasa benar-benar menjadi baru bagiku. Bayangkan saja kamu menonton youtube dengan kualitas video 240 pixel lalu kamu menaikkan kualitasnya menjadi HD 720 pixel. Gambarnya langsung menjadi benar-benar bening bukan? Itulah yang kurasakan. Aku benar-benar melihat Dunia Baru dalam bentuk HD.

Aku berharap dapat menggunakan kacamata ini untuk hal-hal yang positif. Salah satunya menulis blog. Kacamata ini lebih nyaman untuk digunakan dalam waktu lama daripada yang satunya. Jadi aku bahagia sekali.

Oh iya, aku juga belajar untuk lebih mengatur waktuku. Aku dulunya membaca terlalu dekat, bahkan sampai begadang. Aku belajar untuk berubah. Karena ini juga demi diriku sendiri. Aku tidak pernah bermimpi akan mempunyai minus 5,5. Jadi sejak saat ini aku akan lebih berusaha untuk menjaga kesehatan mataku.

~ Sofia Kamila