Kategori
Kegiatan

Selamat Idul Fitri 1429H

Mumpung masih bulan Syawal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu terlambat. Sofia, Mama, dan Ayah mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Tahun ini Sofia tidak langsung mudik pada hari raya, jadi kami menghabiskan waktu bahagia ini di rumah Jakarta.

Eid Mubarak 2008

Kategori
Karyaku

Gambar Manusia

Inilah gambar pertama Sofia yang dia nyatakan sebagai manusia. 

Ayah yang awalnya mengetahui hal ini, ketika ayah tanya pada Sofia, dan ia menjawab itu adalah mata, hidung, mulut, dst. Mulanya ayah bingung, karena Sofia menggambar secara terbalik. Coba lihat gambar ini terbalik, pasti bingung.

Dan Sofi memang menggambar dengan cara terbalik, dimulai dari separuh kepala (atas), lalu menggambar kedua bola mata, lalu hidung, lalu mulut, dan menutup separuh kepala bagian bawah. Kemudian ia menggambar garis. Tapi Sofia mengatakannya sebagai tali, ia sampai sekarang masih menganggap itu seperti balon 🙂 Dan kemudian menambahkan dengan rambut.

Selamat anakku sayang. Ketika ayah mengetahu hal ini, ayah lalu memanggil mama dan embahnya. Dan Sofia menunjukkan berulang-ulang ia menggambar obyek lainnya. Sayang gambar tersebut tidak terdokumentasi dan sudah diwarnai oleh Sofi, maksudnya sudah dicoret-coret tidak keruan. Maklum, sampai sekarang Sofia belum bisa mengontrol cara mewarnai gambarnya.

Sofia memang tidak pernah diarahin harus menggambar apa. Sofi biasanya hanya pingin menggambar. Dan kadang-kadang, kalau Sofi meminta, ayah atau mama akan menggambar suatu obyek hingga Sofia senang. Kami tidak berharap ia sempurna menggambar sesuatu dalam aktivitas ini. Kami hanya berharap Sofi senang melakukan aktivitas itu. Dan, alhamdulillah, terbukti bahwa cara yang kami usahakan cukup berhasil, paling tidak hingga saat ini.

Foto lain dan video menggambar akan menyusul. Akan direkam dulu ya!

Kategori
Kegiatan

Sofia Ke Rumah Embah

Kali ini Sofi ke Rumah Embah di Solo hanya sama Ayah. Mama masih di jakarta. Mama gak mau bolos kuliah lama-lama. Soalnya bentar lagi UTS trus Mama juga banyak PR. Kasihan Mama. Tapi Sofia ngerti kok. Gak papa, kan nanti Mama juga nyusul Sofia tanggal 15 Oktober. Dan juga, Mama biar cepet lulus. Ya Ma ya?

Habis Magrib, Sofia dan Ayah naik taksi ke Gambir. Mama melepas kami dengan berkali-kali mencium dan memelukku. “Ya Ma, Sofi juga sayang Mama”, kataku dalam hati. Sofi gak nangis loh. Sofikan udah besar, Umur Setahun empat bulan. Jadi udah bisa paham kalo Mama sama Ayah kasih penjelasan. Mama sama Ayah kan gak pernah bohong sama Sofi. Beliau selalu kasih tau Sofi apapun itu. Enak, Sofi selalu diajak ngobrol.

Sampai stasiun, Sofi dibeliin ayah donat. Mmm,,, enak deh. Trus habis itu kami naek ke dalam kereta, hmmm dingin. Ayah nelp mama beberapa kali. Tapi Sofi nggak  mau ngomong sama Mama. Sofi sedang enjoy Ma. Bukannya kenapa. Asik deh rasanya. Sofikan gak sabaran dari kemaren. Pengennya cepet-cepet ketemu Embah. Tadi saja baru sampe stasiun Sofi sudah tanya sama Ayah,”Embah mana Yah?”

Jam 10 malam, kereta sudah dari jam 8 tadi berangkat. Ayah nelp Mama lagi. Gara-garanya Sofia minta maem. Mama bilang Ayah kalau tadi Sofi sudah makan cukup. Ayah juga bilang kalau Sofi sudah makan donat banyak. Tapi Sofi bilang lapar. Ditelepon Sofi bilang sama mama,”MAAA OFIA LAPAR!! MAU MAEM!!” Usut punya usut, ternyata Sofi cuma laper mata. Gara-gara melihat pegawai kereta yang hilir mudik bawa piring kosong. “Sofia, Sofia,,,,” kata Mama dan Ayah bergantian.

Esok harinya jam 1/2 6 pagi Ayah nelp Mama. Kasih kabar kalau kami sudah sampe rumah Embah dengan selamat. Alhamdulillah.