Kategori
Kegiatan

Video dari Ragunan

Ini video-video rekaman dari Ragunan.

Cerita dari Ragunan nanti mama aja yang menulis ya 🙂

-Ditulis oleh Ayah.

Kategori
Kegiatan

Bazaar Damai

Hari Jumat malam kemarin, ada bazaar di dekat rumah kami. Bazaar atau pasar malam ini sering diadakan di gang sebelah kami, di Damai III. Mereka adalah kumpulan pedagang yang menjajakan aneka rupa barang, mulai dari baju-baju murah, mainan, alat listrik, dan tak lupa menggelar arena bermain anak-anak seperti pancing ikan plastik, atau mandi bola. Wah, tiap ada bazaar Sofi tak lupa merajuk minta diantar ke sana. Sofi paling suka main memancing ikan plastik. Belakangan, setelah ia berani, ia juga suka mandi bola. Bahkan saat sedikit sakit seperti kemarin Jumat. Ini foto-fotonya.

Sofia memancing ikan plastikSofia memancing ikan plastik

Hadiah-hadiahSofia dapat ikan

Pancingan ikan plastikMandi bola

Klik fotonya untuk lihat gambar yang lebih besar di flickr ya.

NB: Nanti kalau ada bazaar lagi Sofia ayah akan foto lebih banyak lagi deh.

-Ditulis oleh Ayah

Kategori
Kegiatan

Sakit Panas

Setelah mengambil paspor Jumat kemarin, Sofi badannya panas. Mama sedikit heran. Kelihatannya Sofi normal aja, masih suka main, tertawa, dan mengajak kita bercanda, tapi tiba-tiba aja panas.

Akhirnya, karena acara makan soto ayam di taman Kalibata Indah gagal, kita buru-buru pulang. Takut Sofi makin parah. Mama kemudian berusaha mengukur suhu badan Sofi. Tapi, belum lagi selesai bunyi beep termometer digitalnya, Sofi sudah buru-buru minta dilepaskan. Takut, katanya.

Akhirnya Ayah pura-pura mengukur suhu badan ayah. Sofi diminta ayah yang memasukkan ke ketiak ayah. Ayah lalu bilang, “Nah, Sofi ukur ayah dulu ya. Dipencet dulu tombolnya. Lalu masukkan di ketiak ayah. Tunggu hingga bunyi beep!” Sofi mulanya tidak sabar. Ia pingin segera mengambil termometer itu. Tapi ketika bunyi beep, Sofi terlihat senang. Kemudian termometer diambilnya. Lalu ayah bilang, “Sudah Sofia. Sekarang Sofi ukur mama juga ya!” Ayah berharap setelah tahu alat itu aman, hehehe, Sofi segera mau diukur badannya.

Mama kemudian meminta diukur pula suhunya. Dan setelah mama selesai. Mama bilang, “Nah, sekarang Sofi ukur sendiri suhu badannya ya!” Nah, benar, Sofi akhirnya mau. Hati kami berdebar-debar. Terlihat suhu badannya menanjak naik hingga 37 derajat celcius. Dan, indikator suhunya terakhir berhenti di 37 koma dikit C.

Karena Sofi masih belum terlalu tinggi suhu badanya, dan lagi Sofia juga terlihat sehat, masih bermain, tertawa, bercanda sama kami, kami tunggu dulu deh. Tak lama, suhu badan Sofi turun.

Esoknya, Sabtu, karena suhu badan Sofi sudah turun kita buat rencana mendadak untuk piknik ke Ragunan. Kami pikir biar Sofi terhibur. Tentang pikniknya, nanti kita buat tulisan lain ya. Ada videonya juga lo. Nah, setelah dari Ragunan, tak terasa suhu badan Sofi naik lagi. Setelah diukur pakai termometer, terlihat mencapai 38,7. Menurut pengetahuan kami, setelah tanya teman-teman baik kami hehehe, maklum ayah dan mama Sofi masih suka lupa hal ini, bila suhu badan anak mencapai 38,3 derajat celcius, waktunya dikasih parasetamol. Tapi kami belum panik. Kami tenangkan dulu Sofi, dan tak terasa ternyata suhu badannya turun sendiri. Syukurlah tidak jadi minum obat. Kami sekeluarga selalu berusaha mengurangi konsumsi obat bila mungkin.

Kami berpikir mungkin Sofi kecapekan. Lalu diajak ke Ragunan. Makanya jadi panas. Tapi entah lah. Kami terus pantau dan pada Minggu pagi, badan Sofi sudah normal kembali. Siangnya ia sudah main kembali sama mas Krishna, mas Wafi, dan sorenya sama dik Vina. Ah, senangnya ayah dan mama.

Oh iya, selama sakit dan setelah, Sofi senang sekali bilang, “Ma, Sofia capek.”, atau “Ya, Sofi capek.” Heran. Kita kemudian bertanya, “Sofi capek kenapa? Apanya yang capek?” Lalu Sofia menjawab, “Iya capek, Ma. Tadi Sofi menyanyi ABC!” Hahahaha. Dasar anak kecil.

Lagu ABC itu dari seri video anak-anak Baby TV, temanya mengenal ABC. Sofi sudah bisa menyanyi lo.

E Bi Si Di I Ef Jing

Ej Ai Je Ke El Em En O Ping

Qyu Ar Esy

Ti Yu Ving

Dabelyu Ex Wai And Jing

Nah, tapi yang terakhir itu terdengar seperti anjing. Padahal aslinya W X Y and Zi.

-Ditulis oleh Ayah

Kategori
Kegiatan

Punya Paspor

Kemarin, Jumat 20 Juni 2006, Sofia akhirnya mempunyai paspor sendiri. Dua tahun, eh sudah punya paspor. Orangtuanya aja dulu seperti bermimpi punya paspor buat apaan. Hehehe..

Satu minggu yang lalu, ayah bilang begini pada mama, “Ma, berlebihan nggak ya kalo Sofia kita buatkan paspor sekarang?” Mama menjawab, “Jangan dulu, Yah. Sayang ah kalau tidak terpakai.” Lalu ayah bilang, “Ayah sih berpikir buat jaga-jaga aja kalau dapat promo tiket ke luar negeri, biasanya kan harus reserve cepat tuh. Lumayan kan, kalau bisa langsung book buat Sofi” Mama menjawab, “Iya juga sih.”

Tapi hingga beberapa hari berikutnya, keputusan belum diambil. Kemudian datang saat Ayah akan mengambil paspor Mama di kantor imigrasi Jakarta Selatan. “Ma, nanti kan masih menunggu pengumuman pengambilan yang belum jelas selesai kapannya. Bagaimana kalau aku sekalian mengurus paspor Sofia?” tanya Ayah sambil senyum-senyum. Ternyata Ayah yang pingin banget. Mama bilang, “Ya sudah lah yah. Buat jaga-jaga. Lagian 270rb aja.”

Akhirnya ayah membawa sekalian dokumen prasyarat bikin paspor itu. Untuk detilnya bisa dilihat di blog mama. Tapi buat referensi aja, berikut syarat-syarat pembuatan paspor untuk anak:

  1. Akte kelahiran (foto copy)
  2. Kartu keluarga (foto copy)
  3. KTP kedua orangtua (foto copy)
  4. Buku nikah kedua orang tua (foto copy)
  5. Dan, surat pernyataan orang tua untuk pembuatan paspor. Formulir bisa didapat di kantor imigrasi beserta materainya.

Jangan lupa membawa dokumen asli yang nanti dicek oleh petugas. Kemudian beli formulir pembuatan paspor. Isi sejelas-jelasnya. Kemudian masukkan ke loket administrasi. Hari kedua, datang bersama anak untuk wawancara dan foto.

Wah, ada yang lucu saat sesi foto. Sofia kelihatannya takut sama petugasnya. Tapi setelah dirayu-rayu sama kita, akhirnya Sofi mau. Setelah foto standar yang akan dipakai untuk identifikasi di paspor. Sofi kemudian diminta foto dengan menempelkan kedua tangan dipipinya. Mungkin sebagai ganti sidik jari ya? Pertama-tama juga bingung. Tapi akhirnya Sofi sendiri yang bergaya. Malah pakai menggoyang kepala ke kiri dan kanan lagi.

Tiga hari kemudian, paspor bisa diambil. Untuk mengecek status apakah paspor kita sudah jadi atau belum, kita bisa melakukannya via SMS ke 08118113456 lalu mengetik PASPOR xxxxxxxx (xxxxxxxx adalah nomor yang tertera di formulir).

Sekarang, ayah harus cari tiket promosi ya. Biar Sofia bisa jalan-jalan ke luar negeri!

-Ditulis oleh Ayah

Kategori
Kegiatan

Benjut!

Sabtu kemarin Sofia diajak mama ke rumah mami di Ciputat. Kami mengungsi kesana karena tetangga belakang rumah sedang hajatan. Hajatannya sih nggak masalah, yang masalah musik-musik pagelarannya. Sebenarnya musik juga enggak begitu masalah, masalah sebenarnya hanya waktu. Semalem saja tes satu dua satu dua pake mike jam 12 malem mulainya. Kasihan mama enggak bisa tidur sampe jam 1/2 4 pagi. Untung mama sambil nonton baby boy di HBO jadi mama lumayan terhibur. Nah, karena masih akan ada pagelaran dangdut malam minggu ini, ayah kasih ide buat mama agar ngungsi aja ke rumah mami. Kebayang dong dangdutan pasti sampe malem dan berisiknya juga pasti minta ampun, belum lagi yang mabuk-mabukan -yang ini yang kasih tahu om ojek yang tadi nganter kita ke depan-. Tadi aja waktu diajak mama dateng kondangan disitu sofi langsung kegerahan. Panas sih maklum, musiknya yang memekakkan telinga itu lho. Sofi jadi heran, apa alasan mereka membuat musik itu sedemikian keras. Bukannya nggak baik buat telinga. Apalagi telinga Sofi yang masih kecil ini. Jadi Sofi makannya cepet-cepet waktu disuapin mama biar bisa cepet pulang. Sofi makannya banyak lho tadi hihihi.

Sofi dan mama berangkat duluan kerumah mami naik taksi. Ayah akan menyusul karena harus pergi ke Sarinah untuk bertemu dengan temannya sore ini. Rencananya kami akan pulang hari mingu tapi jamnya belum pasti. Hari minggunya ternyata mami ngajakin berenang. Wow berenang! mama suka karena mama ingin ngajarin Sofia berenang. Ba’da Ashar mama, mami dan sofi berangkar berenang di Bintaro, ayah gak ikut karena lagi banyak kerjaan jadi di tinggal dirumah mami.

Pulangnya kami mampir beli sop daging di jalan Tegal Rotan Bintaro. Waktu perjalanan pulang, adzan maghrib menggema dan kamipun sampai dirumah. Mama bilang kalo capek banget. Sofia juga. Sampai dirumah mama hendak menuang sop di mangkuk besar, sofi duduk dikursi makan dekat mama sambil makan roti tawar, papi dan mami ngomong-ngomong disofa depan tv dan ayah sudah wudhu mau sholat duluan. Tiba-tiba, Dugh!! Sofia jatuh dari kursi dengan posisi telungkup. Ternyata mama nggak ngeliat kalau Sofi duduknya sudah menghadap kebelakang dan kepalanya dimasukin dilubang sandaran kursi. Karena nggak seimbang Sofi jadi jatuh. Dan karena jidat duluan jadi jidat sofi benjut sebesar bola golf kata mama, karena lebih besar dari bola pingpong. Serta merta semua kaget. Mama langsung meletakkan sopnya yang panas seplastik-plastiknya kedalam mangkok dan segera mengangkat Sofi. Setelah mama angkat Sofi langsung nangis. Kasihan mama karena mama juga histeris melihat jidat sofi yang benjut membiru :(. Untuk pertolongan pertama, mama menggosok-gosokkan rambutnya kejidat sofi yang benjut sementara mami memarut biji pala yang kemudian dibalurkan di jidat yang bejut itu. Mama memeriksa hidung, dada, kaki dan tangan Sofi juga mulut. Mama hampir menangis melihat mulut Sofi berdarah. Rupanya empat gigi depan atas sofi yang gigis jadi rata karena menancap dilidah Sofi. Mama terus mendekap Sofi sambil berseru,”aduh ndukkkk.. anakku rek..”. Setelah beberapa saat mami mengusulkan untuk dibawa keklinik alvita. Kamipun kesana dan dikasih obat trombopop sama pak dokter. Di klinik Sofi sempat nggak mau di priksa pak dokter lho jadi Sofi bilang sama mama,”Ma Sofi sudah sembuh kok”, dalam hati mama ketawa katanya. Sepulang dari dokter sofi tidur digendongan mama. sampai rumah mami sofi masih tidur tapi cuma sebentar. Habis itu Sofi sudah mau main-main lagi dan nyanyi-nyanyi padahal jidat benjut dan mata bengkak. Bahkan Sofi mau makan pake sop dengan lahap dan banyak. Mama bersyukur karena tadi takut Sofi gak mau makan karena lidahnya luka. Difoto itu Sofi sedang main glidernya mami. Kaos Sofi buka biar keliatan perutnya seperti tante tante yang olah raga di TV itu lho. Mama dan ayah baru ngeh loh, kalo papi udah nyadar dari tadi heheheh.

Kategori
Kegiatan

Sofi Bisa Lompat

Sore tadi Sofi asyik main sama ayah. Minta digambarin mobil, balon, atau gambar wajah Sofia. “Gambar Apia, Yah!” begitu dia bilang.

Sementara itu Mama sibuk bolak-balik dari kamar ke kamar. Ambil pensil. Ambil buku. Ganti baju. Mama memang akan berangkat kuliah.

“Sofi, Mama akan kuliah. Nanti Sofia main sama Ayah ya?” tanya saya. Kami selalu beritahu Sofi bila akan melakukan sesuatu. Biar Sofia tahu, atau setidaknya mempersiapkan dirinya biar tidak terkejut. Lebih-lebih menangis.

Biasanya, Sofi menjawab, “Iya Ayah” atau “Iya Mama”. Kemudian ia beraktivitas lain.

Tapi sore ini saya terkejut. Tiba-tiba kakinya ditekuk, lalu merunduk.

Saya sudah membayangkan ini posisi akan melompat. “Apakah Sofi akan melompat?” Padahal sampai saat ini ia belum bisa melompat!

Dan, Hupla! Sofia bisa melompat tepat pada hari ulang tahunnya.

Saya segera mengambil kamera Canon Powershot A530 dan merekamnya. Inilah hasilnya.

Selamat ya, Nak!

-Ayah

Kategori
Kegiatan

Selamat Ulang Tahun, dari Ayah

Begitu Sofi bangun pada pukul 11 siang hari ini, saya bersama mamanya segera menghampiri anak yang masih terlihat mengantuk itu. Kami berdua mendatanginya. Sofi, dengan sedikit keheranan, dari matanya ia terlihat bertanya-tanya.

Hi Sofia, selamat ulang tahun ya!

Sofi, dengan tetap tersenyum, masih tidak mengerti apa yang dikatakan ayah dan mamanya. Maklum, masih dua tahun. Maklum, dia juga belum pernah menghadiri pesta ulang tahun kawan-kawannya. Ya, sudahlah.

Ucapan ulang tahun tentu penting bagi kita, orangtuanya. Tak terasa sudah dua tahun sejak saya berusaha belajar menimang bayi kecil yang rapuh itu. Kini, Sofia sudah lincah. Sudah lancar berbicara, meski lebih sering kami berdua yang memahaminya. Dua tahun yang sempurna, dan bahagia.

Oh ya, kenapa Sofi bangun siang sekali? Ceritanya begini. Sofi tadi malam kami ajak menginap di rumah tantenya. Dan, dalam perjalan ke rumah pagi ini di taksi, ia terlelap hingga sampai di rumah. Kami tidurkan ia hingga bangun pada pukul 11 tadi.

Kategori
Kegiatan

Halo Dunia

Halo dunia!

Nama saya Siti Sofia Kamila. Saya putrinya ayah dan mama. Ayah Sofi namanya Arif. Mama Sofi namanya Yani.

Hari ini adalah tepat pada hari kelahiran Sofia. Sofi senang sekali karena pada hari ini ayah membuatkan blog ini buat Sofi. Terima kasih ayah.