Kategori
Kegiatan

Bahasa

Ada banyak yang bisa saya tulis mengenai bahasa. Saya memang senang belajar tentang bahasa. Karena hanya ini satu-satunya mata pelajaran yang tidak membuat saya stres dan pusing sendiri. Hehe.

Pengalaman Belajar Bahasa

Pengalaman belajar bahasa saya dimulai sejak saya kecil sekali. Dulu waktu masih kanak-kanak, orangtua saya memperbolehkan saya menonton TV asalkan menggunakan bahasa Inggris dan tidak di dubbing dalam bahasa Indonesia. Saya tidak paham tentu saja. Bayangkan anda mendengarkan seseorang berbicara dalam bahasa Navajo, kira-kira seperti itulah rasanya.

Pengalaman belajar bahasa Inggris saya yang benar-benar nyata justru waktu usia saya sembilan atau sepuluh tahun. Waktu itu saya memiliki sebuah game bernama Home Design Story. Singkat saja HDS. Itu adalah sebuah game dimana kita dapat merancang sebuah rumah dan mendekorasinya dengan interior. Saya menyukai game itu, karena saya memang menyukai interior sejak kecil. Di game itu ada sebuah tempat bernama Wall. Wall ini fungsinya untuk chatting dengan sesama pengguna. Jadi saya bisa mengobrol dengan user-user lainnya dan saling bertukar ID.

Waktu itu saya pede sekali ngobrol dengan pengguna atau user lain tanpa memberi tahu orangtua saya. Tentu saja dengan kemampuan bahasa Inggris saya yang saat itu sedang-sedang saja alias broken English. Kalau diingat-ingat saya ngawur sekali waktu itu. Namun malah dari situ saya belajar untuk berkomunikasi yang sebenarnya dengan orang asing. Walaupun hanya lewat chatting. Lambat laun saya pun memahami berbagai istilah dan slank dalam bahasa Inggris. Dan saya tidak lagi mengetik tidak jelas.

Saya ingat memiliki banyak teman di HDS. Salah satunya yang paling saya ingat adalah Sara dan Emily. Sarah tinggal di Australia sementara Emily tinggal dan besar di Amerika. Keduanya fasih berbahasa Inggris dan sabar sekali menghadapi broken English saya. Dari mereka saya belajar banyak tentang budaya di luar. Emily bercerita tentang dirinya yang sempat offline dari HDS karena perayaan Thanksgiving. Kami banyak bertukar cerita dan mengobrol dengan yang lain.

Namun hal itu tidak bertahan lama, sekitar setahun kemudian saya hapus HDS karena merasa bosan. Teman-teman saya pun banyak yang berhenti main HDS. Waktu itu Emily dan Sara sudah left dari HDS. Jadi saya sendirian dan merasa bosan dengan karena tidak ada kedua teman saya. Sebenarnya saya pernah dapat ID Musically milik Emily. Iya, saat itu masih jamannya Musically sebelum TikTok merajalela, lol. Sayangnya saya tidak punya Musically. Ketika saya memiliki hp sendiri dan akan men-download Musically, Musically sudah tidak tersedia di Android maupun ios. Yahh..

Namun saya tidak berhenti di sini. Justru setelah bermain HDS, saya merasa lebih fasih dan lebih percaya diri saat menggunakan bahasa inggris. Saya juga bermain Minecraft, yaitu sebuah game dengan akses untuk bermain multiplayer dengan orang dari berbagai negara. Sungguh asyik rasanya membangun sebuah dunia bareng teman-teman saya. Nanti deh saya tulis sendiri sebuah blog tentang Minecraft.

Jepang, Mandarin dan Korea

Selain bahasa inggris. Saya juga menekuni bahasa Jepang, Mandarin dan Korea. Saat ini sih saya lebih fokus ke bahasa Jepang dulu. Saya ingin fokus belajar untuk JLPT (Japanese Language Proviciency Test) karena saya tertarik dengan exchange student di Jepang. Doakan saja ya, hehe.

Saya pertama kali belajar bahasa Jepang waktu berusia sebelas tahun lewat Duolingo. Itu adalah sebuah aplikasi dimana kita bisa belajar banyak bahasa. Lambang duolingo adalah seekor burung hijau yang menyebalkan, sebab ‘burung ijo’ ini tidak jarang mengingatkan saya untuk latihan harian dalam mengisi email saya dengan banyak spam. Dulu sih saya masih belajar sekedar karena bosan. Waktu itu saya cuma tahu cara membaca huruf hiragana. Namun sekarang saya lebih menekuni bahasa Jepang. Karena saya merasa senang saat melakukannya.

Lantas, kenapa belajar Mandarin dan Korea segala?
Saya pikir, mengamati perkembangan ekonomi pada masa ini, tidak ada salahnya untuk belajar Mandarin. Selain itu saya dengar mandarin juga menjadi bahasa yang sering digunakan dalam perdagangan, jadi buat apa tidak saya coba?

Sementara dengan bahasa Korea, saya rasa bahasa Korea melengkapi semua bahasa tersebut. Alasan lain karena saya senang mendengarkan lagu berbahasa Korea dari band-band Korea seperti Day6, dan semacamnya.

Dari ketiga bahasa tersebut, yang paling mudah dipelajari menurut saya adalah Mandarin. Sebab struktur penyusunan kata atau grammar dalam bahasa Mandarin hampir mirip dengan bahasa Inggris. Kalau soal hurufnya, alfabet Hangul (Korea) lah yang paling mudah dipelarajari. Saya hanya butuh satu hari untuk menghafal hangul karena karakternya simpel dan mudah diingat.

Namun jangan salah, mempelajari ketiga bahasa sekaligus tidaklah mudah. Bahasa Jepang memiliki huruf Kanji. Dan Kanji adalah peninggalan bangsa China zaman dahulu sebelum Jepang memiliki huruf sendiri yaitu Hiragana dan Katakana. Jadi banyak huruf kanji yang mirip dengan Mandarin. Dan hal itu malah membuat saya pusing. Maka itu saya memfokuskan diri untuk belajar bahasa Jepang untuk saat ini.

Grammar!

Grammar adalah salah satu bagian paling sulit dalam belajar bahasa. Masalahnya, setiap bahasa memiliki aturan grammar yang berbeda-beda. Kalau struktur kata bahasa Indonesia adalah S-P-O-K, struktur bahasa Jepang adalah S-K-O-P (agar mudah diingat saya membayangkan sekop).

Atau untuk kalimat pendek, penggunaanya adalah S-O-V (Subject + Object + Verb).

Contohnya adalah:
魚お食べます = I eat fish (Sakana o tabemasu)

Simpelnya, kalau dalam bahasa Inggris kita bilang “I eat fish”, dalam bahasa Jepang kita mengucapkannya “I fish eat”.

Dalam bahasa Jepang ada banyak partikel dan kata imbuhan. Dan setiap kata selalu diawali dengan subjek yang dibicarakan lalu diakhiri dengan partikel seperti “-desu” atau “-masu”.

Begitulah sedikit ringkasan tentang grammar dalam Bahasa Jepang. Agak sulit bukan? Menurut penelitian, bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang paling sulit dipelajari oleh orang yang berbahasa inggris karena grammar alias penyusunan katanya jauh berbeda dengan bahasa Inggris.

Cara Termudah untuk Belajar Bahasa

Cara paling mudah untuk belajar bahasa adalah menggunakan buku. Banyak toko buku yang menjual buku-buku yang katanya ‘jitu’ untuk belajar bahasa asing dari nol. Meskipun begitu, haruslah sangat berhati-hati ketika memilih buku. Sebab ada buku yang sangat bagus, menyediakan contoh kalimat, grammar, kata kerja serta penjelasan. Dan ada pula buku yang isinya sama sekali tidak menyenangkan. Cara amannya adalah dengan googling di website. Atau bertanya kepada kenalan yang bisa merekomendasikan buku yang kita inginkan.

Oh ya, saat belajar bahasa, ada bagusnya untuk membeli kamus atau dictionary. Daripada menggunakan google translate, saya lebih suka menggunakan kamus untuk mencari terjemahan. Sebab di dalam kamus ada contoh pemakaian kalimat dan penjelasan. Jadi tidak perlu pusing-pusing dengan terjemahan dari google translate yang tidak selalu benar. Sekali lagi, sangat penting untuk memilih kamus yang bagus dan lengkap.

Selain lewat buku, dengan teknologi masa kini kita bisa dengan mudah belajar lewat ponsel atau laptop. Ada banyak situs yang bisa dijangkau yang menyediakan edukasi untuk belajar bahasa. Setiap bahasa mempunyai situs andalannya sendiri. Saya sih lebih sering pakai quora.com dan jlpt.jp untuk belajar bahasa Jepang.

Selain itu, ada banyak aplikasi yang mendukung edukasi bahasa. Seperti Duolingo, Cake dan lain-lain. Pada dasarnya kita bisa belajar bahasa dimana saja dan kapan saja. Asalkan punya niat dan minat.

Apa Manfaatnya Belajar Bahasa?

Manfaatnya tentu saja menambah pengetahuan serta kemampuan untuk berbicara di tempat asing. Dulu waktu kecil saya pernah belajar bahasa Perancis karena terkesan keren. Namun saya tidak melanjutkannya karena saya merasa lebih tertarik dengan kultur dan bahasa Jepang.

Kalau menurut saya yang paling penting adalah bahasa Inggris. Sebab bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Yang kelak akan banyak membantu dalam pekerjaan dan di masa depan. Kalau bisa berbahasa Inggris, rasanya juga lebih leluasa untuk berbincang dengan lebih banyak orang. Menarik bukan?


Kira-kira itulah pendapat saya tentang bahasa. Saya hampir lupa, orangtua saya sendiri adalah orang Jawa. Karena itu saya juga bisa berbahasa Jawa. Jangan sampai kita melupakan bahasa bangsa kita yang beragam dan berharga ini. Belajar banyak bahasa tentu saja bagus, namun jangan sampai lupa dengan bahasa kita sendiri. Begitu yang diingatkan mama saya dulu.

Sekian untuk hari ini. Terima kasih sudah mampir ke blog saya, hehe.

– Sofia K

2020 年 8 月 31日

(NB: Seharusnya saya update blog setiap hari Minggu. Tapi karena lupa jadi baru hari Senin saya post, maafkan^^)

Kategori
Kegiatan

Agatha Christie: The Best Of Hercule Poirot

Buku yang saya review kali ini genre misteri. Yaitu kumpulan cerita terbaik tentang Hercule Poirot karangan Agatha Christie. Karena saya memang penggemar misteri, buku ini saya selesaikan dalam kurun waktu tiga hari, hehe. Ada tiga cerita dalam buku ini. Cerita yang pertama berjudul ‘The ABC Murders’ (Pembunuhan ABC). Yang kedua judulnya ‘Five Little Pigs’ (Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Mengungkap Pembunuhan’. Dan cerita yang ketiga atau terakhir, yang disebut orang sebagai karya terbaik Agatha Christie dengan tokoh Hercule Poirot, berjudul ‘Curtain: Poirot’s Last Case’ (Tirai).

Seperti novel detektif dan misteri pada umumnya, cerita-cerita dalam buku ini menceritakan tentang kasus-kasus pembunuhan dan bagaimana cara Poirot memecahkan kasus tersebut.

Gaya Agatha Christie dalam penulisan buku ini jauh berbeda dengan gaya Arthur Conan Doyle sang penulis Sherlock Holmes. Oleh Agatha Christie, Hercule Poirot sendiri merupakan seorang pria tua yang gemar memecahkan kasus. Penanganan kasus dan penyelesaian kasusnya pun agak lama.
Kalau dibandingkan dengan Sherlock Holmes, Holmes sendiri adalah pria yang bisa tergolong masih muda. Dan cara penanganan kasusnya pun sangat cepat.

Tapi saya tetap menyukai kedua penulis tersebut. Bagi para penggemar novel misteri, Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie adalah rajanya misteri. Mereka berdua pun memiliki gaya penulisan yang unik. Novel Agatha Christie selalu mengejutkan di akhir ceritanya. Dan novel Sherlock Holmes mungkin terkesan sastra, namun tetap menarik untuk dibaca.

Yang mirip di antara keduanya adalah bahwa tokoh utama dalam buku memiliki sahabat dekat. Holmes bersahabat dengan Dokter Watson dan Poirot bersahabat dengan Kapten Hastings.

Oke, lanjut ke review saya mengenai buku ini. Saya sendiri menyukai kasus kedua yang berjudul _Three Little Pigs_. Dalam kasus ini Poirot harus mencari kebenaran tentang kasus 16 tahun yang lalu. Poirot harus hilir mudik kesana kemari untuk menanyai kerabat dan teman dari korban dalam kasus tersebut. Dan hasilnya membuat saya betul-betul kaget. Saya tidak ingin memberikan terlalu banyak spoiler disini. Jadi untuk lebih lanjut, silahkan beli bukunya di Gramedia, hehe.

Singkatnya, itulah review buku hari ini. Lain waktu saya akan kembali lagi dengan review buku lainnya!

– Sofia

2020 年 8 月 10 日

Kategori
Kegiatan

Para Priyayi

Kali ini saya mau review tentang buku bacaan saya minggu ini. Beberapa hari yang lalu saya baru selesai membaca sebuah novel sastra berjudul Para Priyayi. Ini pertama kalinya saya baca novel sastra Indonesia. Novel sastra lain yang sebelumnya pernah saya baca berjudul Where the Mountain meets the moon. Namun buku ini sendiri karangan seorang penulis asal Amerika-China bernama Grace Lin. Settingnya pun berada di China. Sementara Para Priyayi adalah novel sastra Jawa dengan setting atau latar belakang di Ngawi Jawa Timur pada tahun 19-an.

Plot dan ceritanya sangat baru dan menarik bagi saya. Banyak kata-kata percakapan dalam buku yang ditulis dengan bahasa jawa. Baik bahasa jawa dalam tingkat halus sampai bahasa jawa kasar. Dan yang paling menarik adalah karena buku ini ditulis dengan setting tahun 1910-an. Disaat pada masa-masa itu jalanan belum beraspal.

Hal lain yang menarik bagi saya adalah tentang priyayi pada jaman itu. Jadi hanya orang yang lulus sekolah dengan nilai bagus, atau seseorang yang berpendidikan yang bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus di kota atau menjadi guru. Atau yang bisa disebut priyayi. Hal ini membuat saya berpikir betapa mudahnya bagi anak-anak seusia saya saat ini untuk meraih belajar dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Dibandingkan dengan masa-masa dulu saat kebanyakan anak dibutuhkan tenaganya untuk bekerja di sawah, sehingga untuk lulus sekolah dasar dengan nilai bagus pun susah.

Menurut saya buku ini bagus untuk mereka yang ingin memulai membaca novel sastra seperti saya. Ditambah lagi banyak kata-kata dan budaya Jawa yang dimasukkan ke dalam buku ini membuat novel Para Priyayi ini semankin kaya bahasa.

Perlu waktu dua setengah hari bagi saya untuk membaca buku ini sampai selesai. Kebetulan saat ini saya sedang fokus memperdalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Jadi saya harus menyempatkan waktu disamping belajar bahasa untuk membaca buku. Namun karena novel ini menarik, jadi saya bisa menyelesaikannya dalam waktu cepat.

Oh iya. Saya tahu novel ini berkat rekomendasi dari Ayah saya. Kalau bukan karena Ayah mungkin saya tidak pernah melirik novel ini. Hehe.

Sekian review buku dari saya hari ini. Mungkin saya akan kembali dengan review buku lain dalam waktu dekat.

– Sofia K

2020 年 7 月 27 日
(二十時三十分)

Kategori
Kegiatan

Pameran Karya dan Project Q-Tha

Bulan Januari yang lalu, Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) yang aku ikuti mengadakan sebuah pameran karya. Pameran itu diadakan untuk memamerkan karya-karya Tugas Akhir atau TA yang kami buat selama satu semester.

Jadi, selama satu semester atau enam bulan, aku membuat target tentang karya apa yang akan aku buat. Waktu itu aku memilih membuat komik yang bercerita tentang homeschooling. Tapi aku mersa tidak nyaman dengan pilihanku. Sebab saat itu aku sama sekali tidak mempunyai semangat dalam menggambar. Jadi selama enam bulan, aku merasa tertekan untuk membuat komik.

Oh iya. Sesuai dari kesepakatan kami semua, kami sepakat menyebut Tugas Akhir ini dengan ‘Project Q-Tha’. Sebab ‘Tugas Akhir’ terkesan sangat formal. Sementara komunitas kami tidak mengandalkan hal-hal formal seperti itu. Namun karena lebih mudah, aku lebih suka menyebutnya dengan nama TA.

*****

Setelah enam bulan, waktu Ujian Tugas Akhir pun tiba. Aku benar-benar gugup dan merasa tidak nyaman saat itu. Karena menurutku karya yang aku buat kurang bagus. Dan aku merasa bahwa membuat komik bukan pilihan yang tepat. Tapi mamaku berkata bahwa itu wajar, sebab ini pertama kalinya aku mengikuti Tugas Akhir.

Waktu aku ditanya para pengujiku, mereka bertanya padaku, kalau aku benar-benar niat ingin mengerjakan TA, TA seperti apa yang ingin kubuat? Dan saat itu aku langsung menjawab, bahwa TA yang sebenarnya ingin kubuat adalah menulis. Lalu aku menceritakan tentang tulisanku selama dua tahun terakhir, bahwa aku sedang menulis tentang pengalaman aku selama menjadi anak homeschooling. Dan bahwa tulisan itu sekarang sudah menjadi sekitar 45 halaman A4.

Jadi aku diberi revisi untuk menyelesaikan tulisanku itu. Pengujiku menanyakan apakah aku sanggup. Dan aku bilang aku sanggup asalkan aku betul-betul niat mengerjakannya.

Selama satu bulan, aku fokus menyelesaikan bukuku. Waktuku tidak lama. Jadi selama liburan akhir semester, aku sibuk mengetik, mengedit, mengetik dan mengedit. Aku tidak pernah tahu aku mempunyai kekuatan sebesar ini kalau aku betul-betul niat. Dan untunglah, aku bisa menyelesaikan tulisan ini dalam kurun waktu satu bulan. Tepat sebelum Pameran Karya. bahkan aku mencetak bukuku dua hari sebelum pameran.

Mungkin ada dari kalian yang heran kenapa aku sudah lama tidak mengisi blog-ku. Alasan aku sekarang jarang mengunggah tulisan, adalah karena aku sibuk dengan kegiatanku di QT. Jadi terkadang aku susah mengatur jadwalku sendiri. Terutama saat masa-masa Tugas Akhir. Namun sekarang aku mulai belajar untuk mengatur waktuku. Dan menyempatkan waktu untuk menulis di antara kegiatan-kegiatan QT.

Oke, lanjut ke TA. Setelah masa liburan akhir semester selesai, aku masuk kembali pada awal bulan Januari. Saat itu kami langsung disibukkan dengan persiapan Pameran Karya yang akan diadakan tanggal 18 Januari. Kami mulai menata stand pameran, menghias stand, dan lain-lain.

Ketika hari pameran tiba, aku sudah berada di QT sejak pagi-pagi. Karena kami masih harus mempersiapkan stand sebelum pameran karya berlangsung. Sebelum pameran dibuka, ada penyambutan dari dinas pendidikan dan kelurahan Kalibening. Setelah itu ada penyerahan katalog karya dan beberapa pementasan peserta didik KBQT. Barulah pada pukul 11.00 WIB, pameran pun dibuka.

Awalnya aku sempat gugup. Karena memang aku tidak terbiasa berbicara langsung dan menjelaskan karyaku pada orang banyak. Namun aku senang sekali. Di sini, aku belajar banyak hal termasuk berbicara dengan orang-orang yang baru kukenal.

Ini adalah pertama kalinya aku mempublikasikan karyaku langsung pada begitu banyak orang. Ada seorang bapak yang ternyata adalah seniman, yang memuji karyaku dan berkata bahwa bukuku jarang ditemui dan ini adalah karya bagus karena merupakan inovasi baru. Bahkan ada seorang ibu yang berkata apakah ia bisa membeli bukuku.

Di sini aku belajar, selain untuk mengapresiasi karya orang lain, juga untuk mengapresiasi karyaku sendiri. Aku bahagia sekali mendengar hal-hal kecil yang dikatakan orang-orang,

“Semangat ya sofia.”

“Ditunggu nih karyanya”.

Aku memang orang yang sensitif. Disindir sedikit saja aku langsung memikirkannya dalam waktu lama. Namun hal-hal kecil dan positif yang mereka katakan sudah membuatku cukup senang. Aku kembali bersemangat untuk menulis lagi.

Pameran Karya dan Project Q-Tha ini adalah pengalaman yang tak akan kulupakan. Bagaimana waktu itu, aku yang dulunya homeschooling dan selalu mempunyai waktu fleksibel tiba-tiba harus dikejar deadline. Waktu itu aku benar-benar ngebut saat menulis. Namun aku senang melakukannya.

Aku jadi tidak sabar menunggu Project Q-Tha semester depan^_^

~ Sofia Kamila

Kategori
Kegiatan

Dunia Baru

Minggu lalu, aku pergi ke dokter mata untuk periksa atau kontrol rutin yang seharusnya kulakukan setiap enam bulan sekali. Namun aku tidak melakukannya secara rutin, dan ini sudah dua tahun lebih sejak terakhir kali aku memeriksakan mataku di Jepara dulu.

Kalau kalian belum tahu, sejak terakhir kali aku periksa mata, diketahui aku mempunyai minus 3,5. Itupun cukup banyak untuk anak seusiaku. Waktu itu minusku sudah menyamai dengan mamaku. Dan belakangan ini, aku merasa kesusahan untuk membaca tulisan yang berjarak jauh. Padahal aku sudah memakai kacamata. Jadi aku memutuskan untuk kontrol lagi ke dokter.

Jadi, aku pergi ke dokter mata. Ternyata kontrol mata agak ribet juga. Sebab aku menggunakan BPJS Kesehatan. Jadi aku harus mencari surat rujukan ke puskesmas dahulu.

Waktu diperiksa menggunakan manual, diketahui bahwa minusku pada mata bagian kanan 5,5 dan 5,0 pada mata bagian kiri. Aku cukup kaget. Bayangkan, bagaimana bisa minusku anjlok dari yang sebelumnya 3,5 menjadi 5,5 ?!!

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku mengobrol dengan dokter mata utama atau optometris. Dokternya adalah bapak-bapak berusia sekitar 50 tahun-an dengan rambut putih dan kesan yang kuat. Waktu bapak itu bilang,

“Ini alasan pertama minusnya nambah, yaitu karena jarak membacanya terlalu dekat. Dan pencahayaan saat membaca kurang. Yang kayak gini biasanya kutu buku nih.”

And i was like, “???”. Ketahuan deh, kalau aku biasanya memang hobinya membaca dengan pencahayaan yang remang-remang dari lampu tidur. Belum lagi sampai tiduran. Terkadang kalau tidak bisa tidur memang aku lebih memilih untuk membaca. Dan hal itu bisa berlangsung selama berjam-jam hingga larut malam. Makanya…

Oke, pelajaran penting buatku, jangan diulangi membaca buku dengan jarak antara mata dan buku terlalu dekat, apalagi sambil tiduran (Catat di kepala).

Lanjut, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku ke apotik rumah sakit untuk mengambil tetes mata dan pil vitamin A yang diberikan pak dokter. Aku senang sekali lho.. Sejak dulu memang aku ingin sekali memakai obat tetes mata. Namun aku baru tahu, ternyata memakai obat tetes mata itu susah. Hehehe.

Setelah itu, aku diantarkan ayah ke optik untuk mencari kacamata baru. AKHIRNYA. Selama enam tahun, aku selalu memakai satu kacamata yang sama. Kacamata berwarna biru muda yang terbuat dari plastik. Kesan awal yang ditimbulkan kacamata itu adalah terlihat murahan. Padahal itu adalah kacamata anak-anak paling mahal yang bisa ditemukan di optik waktu aku kecil dulu. Nah, bayangkan bagaimana aku memakai kacamata yang sama selama enam tahun. Bukannya aku bosan, namun kacamatanya memang tidak nyaman karena terlalu ringan. Bahkan karet yang dulunya melapisi gagang kacamata sudah hilang karena telah bertahun-tahun digunakan. Kacamataku itu juga sering sekali menggelincir dari hidungku karena hidungku memang berminyak. Menyebalkan.

Untunglah akhirnya aku mendapat kacamata baru. Ini adalah hal yang sudah kuinginkan sejak lama. Namun dulu orangtuaku tetap pada pendirian mereka, ‘Kalau masih bagus buat apa beli yang baru?’. Iya sih, memang cuma buang-buang duit saja kalau membeli yang baru. Namun waktu kacamataku sudah jadi, aku senang sekali. Ini pertama kalinya aku mendapat kacamata sejak enam tahun lalu. Ditambah lagi biaya untuk periksa ke dokter mata dan untuk membeli kacamata ini juga ditanggung BPJS. Terima kasih BPJS T-T.

Untuk pertama kalinya , dunia serasa benar-benar menjadi baru bagiku. Bayangkan saja kamu menonton youtube dengan kualitas video 240 pixel lalu kamu menaikkan kualitasnya menjadi HD 720 pixel. Gambarnya langsung menjadi benar-benar bening bukan? Itulah yang kurasakan. Aku benar-benar melihat Dunia Baru dalam bentuk HD.

Aku berharap dapat menggunakan kacamata ini untuk hal-hal yang positif. Salah satunya menulis blog. Kacamata ini lebih nyaman untuk digunakan dalam waktu lama daripada yang satunya. Jadi aku bahagia sekali.

Oh iya, aku juga belajar untuk lebih mengatur waktuku. Aku dulunya membaca terlalu dekat, bahkan sampai begadang. Aku belajar untuk berubah. Karena ini juga demi diriku sendiri. Aku tidak pernah bermimpi akan mempunyai minus 5,5. Jadi sejak saat ini aku akan lebih berusaha untuk menjaga kesehatan mataku.

~ Sofia Kamila

Kategori
Kegiatan

Masak Pad Thai untuk pertama kalinya

Pada bulan Agustus lalu, komunitas belajar yang aku ikuti mengadakan lomba memasak wajib untuk seluruh anak komunitas.

Kategori
Kegiatan

Belajar Yoga

Halo! Nggak terasa ya sudah dua tahun berlalu sejak terakhir kali aku menulis blog. Kali ini aku akan berusaha untuk aktif lagi dalam menulis blog.

Jadi aku ingin cerita nih. Sudah beberapa bulan ini aku melakukan yoga. Karena aku merasa kalau aku butuh olahraga apalagi di usiaku yang remaja ini.

Apa sih yoga itu?
Menurut Alodokter.com, Yoga adalah aktivitas olah tubuh dan pikiran yang fokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan untuk meningkatkan kualitas mental dan fisik.
Kalau butuh penjelasan lebih lanjut silahkan anda searching di google >.<

kenapa aku memilih yoga dan bukan olahraga-olahraga lainnya?
Sebab menurutku yoga adalah olahraga yang paling mudah dan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Baik di saat sedang hujan, saat liburan, dan lain-lain. Selain itu melakukan yoga di rumah biayanya sangat murah karena hanya memutuhkan fasilitas matras senam.

Menurut artikel yang kutemukan di internet, manfaat yoga untuk wanita antara lain adalah:

  1. Relaksasi pikiran
  2. Meningkatakan kelenturan tubuh
  3. Membakar lemak
  4. Melancarkan pernapasan
  5. Meningkatkan kualitas tidur
    6.Melancarkan aliran darah

Kalau buatku sih, manfaat yang kudapatkan dari melakukan yoga adalah:

  1. Melatih kelenturan tubuh.
    Aku memang orangnya suka olahraga-olahraga yang mengandalkan fleksibilitas tubuh seperti senam. Karena itu yoga sangat cocok untukku yang senang melipat-lipat tubuh. Salah satu pose yoga yang paling populer adalah split. Beruntungnya aku masih bisa melakukan split setelah satu bulan berusaha. Aku sudah sekitar dua tahun tidak melakukan split sejak aku berhenti Taekwondo.
  2. Melancarkan haid.
    Aku kan perempuan, dan aku sering membaca ada banyak manfaat yoga bagi perempuan haid. Terutama mengurangi nyeri saat haid.
  3. Meningkatkan stamina tubuh.
    Memang sih, kalau habis melakukan yoga, badanku rasanya lebih segar dan bugar.
  4. Merilkekskan tubuh dan pikiran.
    Memang benar kalau yoga itu sangat merilekskan tubuh. Selain itu teknik meditasi dari yoga ternyata juga bisa membantu mengurangi stres lho.

Sebenarnya ada satu lagi olahraga yang ingin kupelajari yaitu Pilates. Pilates dan Yoga memang hampir sama sih kalau dilihat dari gerakannya. Yang membedakannya adalah Yoga itu lebih fokus untuk meringankan pikiran dan fleksibilitas tubuh. Sedangkan Pilates lebih bertujuan menigkatkan kekuatan inti tubuh atau mengembalikan vitalitas tubuh setelah cedera sendi.
kalau dipikir-pikr kurasa yoga lebih cocok untukku yang
pemula. Karena itu aku memilih yoga. Tapi aku tetap penasaran mencoba pilates sih ^_^

oke, berhenti di sini dulu ya. Mulai sekarang aku akan berusaha lebih sering menulis blog, kira-kira minimal satu kali seminggu. Semoga saja terwujud ya.

~ Sofia

Kategori
Kegiatan

the giraffe and the pelly and me

bukunya sangat bagus! buku ini karangan Roald Dahl, penulis favoritku. yah, mungkin isinya hanya cerita khayalan saja. tapi cukup menarik kok! untuk dibaca! ceritanya tentang empat sahabat yaitu: si jerapah, si pelly, billy, dan si kera. mereka membuat jasa membersihkan jendela. mereka semua sangat ajaib! si jerapah yang lehernya bisa menjadi sangat panjang sehingga bisa mencapai jendela setinggi apapun, si kera yang sangat cekatan membersihkan jendela, dan pelly si pelikan yang mulutnya mampu dijadikan ember. oh iya, dan billy. sebenarnya ia tidak begitu penting di cerita ini. dia hanya ikut kawan-kawannya si jerapah, si pely, dan si kera. eh, siapa sangka, di cerita ini, mereka juga menangkap pencuri lhooo!!! kenapa bisa? bagaimana caranya? ingin tahu? baca saja sendiri!

sofia (20/1/2017)

Kategori
Kegiatan

matilda

Buku Matilda, karya Roald Dahl

aku suka sekali buku Roald Dahl. tulisannya enak dibaca, dan kata-katanya tak ada satu pun yang tak kumengerti. pokoknya bagus! aku paling suka yang berjudul Matilda. ceritanya asik, menarik, bagus, dan sederhana. ceritanya tentang gadis kecil bernama matilda. ia baru berumur 5 tahun tapi sangat pandai. dan dia ingin menyelamatkan guru kesayangannya yaitu miss honey. awal ceritanya menarik, begitu pula akhir ceritanya. tulisannya rapi, dan tak ada satu pun yang terlewatkan. aku membacanya dari pagi sampai siang. saking menariknya sampai cepat sekali aku membacanya. aku tidak sabar untuk menunggu buku berikutnya!

sofia (16/1/2017)

Kategori
Kegiatan

Tragedi Sakit Perut