Kategori
Kegiatan

Dunia Baru

Minggu lalu, aku pergi ke dokter mata untuk periksa atau kontrol rutin yang seharusnya kulakukan setiap enam bulan sekali. Namun aku tidak melakukannya secara rutin, dan ini sudah dua tahun lebih sejak terakhir kali aku memeriksakan mataku di Jepara dulu.

Kalau kalian belum tahu, sejak terakhir kali aku periksa mata, diketahui aku mempunyai minus 3,5. Itupun cukup banyak untuk anak seusiaku. Waktu itu minusku sudah menyamai dengan mamaku. Dan belakangan ini, aku merasa kesusahan untuk membaca tulisan yang berjarak jauh. Padahal aku sudah memakai kacamata. Jadi aku memutuskan untuk kontrol lagi ke dokter.

Jadi, aku pergi ke dokter mata. Ternyata kontrol mata agak ribet juga. Sebab aku menggunakan BPJS Kesehatan. Jadi aku harus mencari surat rujukan ke puskesmas dahulu.

Waktu diperiksa menggunakan manual, diketahui bahwa minusku pada mata bagian kanan 5,5 dan 5,0 pada mata bagian kiri. Aku cukup kaget. Bayangkan, bagaimana bisa minusku anjlok dari yang sebelumnya 3,5 menjadi 5,5 ?!!

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku mengobrol dengan dokter mata utama atau optometris. Dokternya adalah bapak-bapak berusia sekitar 50 tahun-an dengan rambut putih dan kesan yang kuat. Waktu bapak itu bilang,

“Ini alasan pertama minusnya nambah, yaitu karena jarak membacanya terlalu dekat. Dan pencahayaan saat membaca kurang. Yang kayak gini biasanya kutu buku nih.”

And i was like, “???”. Ketahuan deh, kalau aku biasanya memang hobinya membaca dengan pencahayaan yang remang-remang dari lampu tidur. Belum lagi sampai tiduran. Terkadang kalau tidak bisa tidur memang aku lebih memilih untuk membaca. Dan hal itu bisa berlangsung selama berjam-jam hingga larut malam. Makanya…

Oke, pelajaran penting buatku, jangan diulangi membaca buku dengan jarak antara mata dan buku terlalu dekat, apalagi sambil tiduran (Catat di kepala).

Lanjut, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, aku ke apotik rumah sakit untuk mengambil tetes mata dan pil vitamin A yang diberikan pak dokter. Aku senang sekali lho.. Sejak dulu memang aku ingin sekali memakai obat tetes mata. Namun aku baru tahu, ternyata memakai obat tetes mata itu susah. Hehehe.

Setelah itu, aku diantarkan ayah ke optik untuk mencari kacamata baru. AKHIRNYA. Selama enam tahun, aku selalu memakai satu kacamata yang sama. Kacamata berwarna biru muda yang terbuat dari plastik. Kesan awal yang ditimbulkan kacamata itu adalah terlihat murahan. Padahal itu adalah kacamata anak-anak paling mahal yang bisa ditemukan di optik waktu aku kecil dulu. Nah, bayangkan bagaimana aku memakai kacamata yang sama selama enam tahun. Bukannya aku bosan, namun kacamatanya memang tidak nyaman karena terlalu ringan. Bahkan karet yang dulunya melapisi gagang kacamata sudah hilang karena telah bertahun-tahun digunakan. Kacamataku itu juga sering sekali menggelincir dari hidungku karena hidungku memang berminyak. Menyebalkan.

Untunglah akhirnya aku mendapat kacamata baru. Ini adalah hal yang sudah kuinginkan sejak lama. Namun dulu orangtuaku tetap pada pendirian mereka, ‘Kalau masih bagus buat apa beli yang baru?’. Iya sih, memang cuma buang-buang duit saja kalau membeli yang baru. Namun waktu kacamataku sudah jadi, aku senang sekali. Ini pertama kalinya aku mendapat kacamata sejak enam tahun lalu. Ditambah lagi biaya untuk periksa ke dokter mata dan untuk membeli kacamata ini juga ditanggung BPJS. Terima kasih BPJS T-T.

Untuk pertama kalinya , dunia serasa benar-benar menjadi baru bagiku. Bayangkan saja kamu menonton youtube dengan kualitas video 240 pixel lalu kamu menaikkan kualitasnya menjadi HD 720 pixel. Gambarnya langsung menjadi benar-benar bening bukan? Itulah yang kurasakan. Aku benar-benar melihat Dunia Baru dalam bentuk HD.

Aku berharap dapat menggunakan kacamata ini untuk hal-hal yang positif. Salah satunya menulis blog. Kacamata ini lebih nyaman untuk digunakan dalam waktu lama daripada yang satunya. Jadi aku bahagia sekali.

Oh iya, aku juga belajar untuk lebih mengatur waktuku. Aku dulunya membaca terlalu dekat, bahkan sampai begadang. Aku belajar untuk berubah. Karena ini juga demi diriku sendiri. Aku tidak pernah bermimpi akan mempunyai minus 5,5. Jadi sejak saat ini aku akan lebih berusaha untuk menjaga kesehatan mataku.

~ Sofia Kamila

Tinggalkan Balasan