Kategori
Kegiatan

Masak Pad Thai untuk pertama kalinya

Pada bulan Agustus lalu, komunitas belajar yang aku ikuti mengadakan lomba memasak wajib untuk seluruh anak komunitas.

Waktu itu aku gugup sekali. Soalnya saat itu pertama kalinya aku mengikuti lomba memasak sepanjang hidupku. Apalagi bahan dasar masakan adalah mie. Jadi kami harus mengolah mie telur menjadi sebuah masakan yang lezat.

Awalnya aku dan satu tim-ku berunding masakan apa yang akan kami buat. Ada yang mengusulkan Seblak, Marmie dan Mie goreng biasa. Tapi menurut kami masakan-masakan tersebut terlalu biasa. Kami ingin sesuatu yang berbeda. Makanya aku mengusulkan Pad Thai.

Pad Thai adalah masakan Thailand yang bahan dasarnya adalah mie kwetiaw. Pad Thai rasanya mungkin sangat berbeda bagi lidah orang Indonesia karena cita rasanya lebih ke manis dan asam. Memang itulah ciri-ciri masakan Thailand. Waktu aku ke Thailand dulu, aku pernah mencoba Pad Thai buatan sana. Selain itu mamaku juga pernah memasak Pad Thai beberapa kali. Jadi aku tahu persis seperti apa rasanya.

Namun aku gugup sekali. Kami baru memikirkan apa yang akan kami masak satu hari tepat sebelum lomba. Jadi kami harus buru-buru menyiapkan bahan untuk memasak keesokan harinya. Selain itu aku juga belum pernah memasak Pad Thai sama sekali. Padahal kami memasak untuk lomba. Jadi kupikir sebuah keajaiban kalau kami menang lomba T_T.

Tapi aku sudah mempersiapkan semuanya dengan
matang. Awalnya aku membagi job, siapakah yang bertugas untuk membeli bahan-bahan masakan dan siapakah yang bertugas untuk membawa alat-alat masak. Setelah semuanya siap, aku pulang ke rumah untuk membuat bumbunya.

Awalnya aku minta diajarkan mamaku untuk ngebut belajar membuat Pad Thai. Tapi mama percaya kalau aku bisa. Jadi malam itu mama cuma membantuku membuat saus untuk Pad Thai, yang terdiri dari asam jawa, gula pasir, gula jawa dan kecap ikan.

Esoknya, aku bangun pagi sekali. Aku memastikan bahwa aku tidak melupakan satupun bahan-bahan yang kuperlukan. Lalu aku berangkat. Lomba dimulai pukul 9:00 dan dibatasi sampai pukul 11:00. Jadi kami punya waktu dua jam untuk memasak. Untung saja sebab mungkin aku perlu waktu agak banyak untuk memasak.

Jadi dimulai dengan merebus mie dalam panci berisi air mendidih. Lalu sambil menunggu aku menumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Setelah harum, masukkan satu buah telur ayam dan ebi kering yang sudah direndam.

Setelah itu mie yang sudah direbus dimasukkan lalu diaduk. Lalu ditambahkan saus yang kubuat semalam. Setelah itu diaduk-aduk sampai rata. Lalu tambahkan kucai, taoge dan tahu kecil-kecil yang sudah di goreng. Setelah itu di diaduk-aduk hingga taoge matang.

Pada saat itu aku takut Pad Thai buatan tim kami gagal. Sebab taogenya tidak matang-matang dan rasanya masih mentah. Jadi kami terus mengaduknya bergiliran. Namun sampai tiga puluh menit sebelum lomba selesai, taogenya masih belum matang. Akhirnya, lima belas menit sebelum selesai, aku memutuskan untuk membiarkan saja taogenya.

Setelah itu Pad Thai disajikan dengan taburan kacang tanah, gula pasir, kecap dan jeruk nipis. Namun Pad Thai buatan kami terlihat kurang menarik dari sisi tampilannya. Jadi aku menyuruh teman timku untuk berlari ke warung terdekat membeli tomat. Saat itu menegangkan sekali. Dua menit sebelum lomba selesai dan kami masih menunggu tomat. Ketika tomat akhirnya datang, kami tergesa-gesa memotongnya dan menghiasnya di atas masakan. Saat detik-detik terakhir kami baru menyelesaikan masakan T_T.

Akhirnya aku bisa lega. Setidaknya aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk memasak. Apapun hasilnya tidak masalah. Jika kami menang, kami menang bersama-sama. Namun jika kami kalah, kami juga kalah bersama-sama.
Saking tegangnya aku sampai aku tidak memperhatikan apa yang dimasak tim lain. Sayangnya pengumuman pemenang baru diumumkan pada akhir bulan Agustus. Sementara akhir bulan itu aku ke Jakarta. Jadi aku meminta temanku untuk memberi tahu siapa pemenangnya lewat ponsel.

Pada hari pengumuman pemenang, aku sedang di Jakarta. Bahkan aku lupa kalau hari itu hari pengumuman pemenang lomba. Malahan mamaku yang memberi tahuku. Ternyata aku dan timku juara satu! Aku sangat terkejut waktu itu. Padahal kukira Pad Thai buatan timku taogenya masih mentah. Ternyata dari segi penampilan, rasa, kebersihan dan kerjasama, timku memperoleh angka paling banyak. Maka itu aku menang.
Jujur saja aku kaget kalau timku menang lomba. Sebab itu adalah pertama kalinya aku memasak Pad Thai dan pertama kalinya aku mengikuti lomba masak.

Pengalaman mengikuti lomba memasak ini adalah sebuah kenangan yang tak akan terlupakan. Bagaimana kami panas-panasan menunggu taoge matang dan bagaimana kedua temanku lari ke warung untuk membeli tomat saat detik-detik terakhir, aku tak pernah lupa.
Aku harap aku bisa mengikuti lomba masak lagi suatu hari nanti.

~ SofĂ­a

Tinggalkan Balasan