Kategori
Kegiatan

Sofia (Sukses) ke Dokter Gigi

Halo temann…. tau nggak? Gigi Sofia tuh jelek. Kena karies gigi. Jadinya giginya ada yang coklat-coklat, bahkan item-item.

Mama ma Ayah bingung. Kok gigi Sofia bisa begitu, kenapa ya? Padahal Sofi belum pernah makan permen. Orang tua Sofia tidak pernah ngenalin yang namanya permen ini lho. Aku juga nggak ngedot. Sofi juga rajin sikat gigi dari dulu. Setiap hari, ketika bangun pagi dan setiap malam sebelum pergi tidur. Trus kenapa coba sebabnya?

Sebabnya ketahuan pas kemaren, saat Sofia periksa ke dokter gigi. Hiiii ke dokter gigi, apa teman-teman takut dengarnya? Ya, teman-teman, Sofia ke dokter gigi. Bahkan sudah dua kali.

Soalnya begini, pada akhir Nobember lalu waktu Sofia liburan di rumah Eyang, Sofia suka mengeluh pada ayah. Ini, Sofia tunjukkan gigi geraham sebelah kanan, katanya sakit. Juga pada Jum’at lalu, tanggal 4 Desember, Mbah kakung dateng bawa oleh-oleh kesukaan Sofi, keripik pisang. Tapi waktu Sofia makan dapet yang keras Sofi ngeluh giginya sakit.

Ayah lalu googling dokter gigi anak yang bagus untuk Sofi. Akhirnya nemu dokter gigi anak di Bintaro dari suatu milis. Nama kliniknya Canina Dental Care. Alamatnya di Plaza Bintaro Satoe lt. 1 Blok B, Jl. Bintaro Utama No. 1, Sektor 1 Bintaro Jaya. Telp. 021-7388 1338. Nama dokternya drg. Luh Putu Puspitawati, Sp. KgA.

Ayah dan Mama emang lagi nyari-nyari dokter gigi yang oke buat Sofi. Maksudnya oke itu, dokter yang telaten dan sabar ma anak-anak. Dokter yang khusus menangani anak itu sebutannya pedodontist, dokter gigi yang khusus merawat gigi anak. Akhirnya dengan bismillahirrahmanirrahim semoga Sofia cocok, kami pun berangkat sore itu juga setelah siangnya Mama bikin Janji.

Praktek Cerita di Buku

Berbagai usaha Ayah dan Mama lakukan agar Sofi mau ke dokter gigi. Dulu waktu masih umur dua tahunan, berbekal cerita dari buku seri Nisa yang diterbitkan Mizan. Sofi dibawa ke Puskesmas di Warung Jati, Kalibata deket rumah lama. Ujung-ujungnya Sofia gak mau turun dari gendongan Mama dan tidak mau sama sekali membuka gigi plus nangis ketakutan. Akhirnya ayah yang diperiksa giginya ma bu dokter. Tapi Sofia gak mau ngeliat. Kesimpulannya percobaan pertama gagal. Untung cuma di Puskesmas 🙂

Setelah peristiwa itu Mama dan Ayah semakin was-was, gimana caranya agar Sofi mau ke dokter gigi. Akhirnya mereka hanya selalu mengupayakan menjaga kebersihan gigi Sofi sampai Sofi mau benar-benar ke dokter gigi.

Lama setelah itu, kami pindah ke rumah (kontrakan) baru ini delapan bulan yang lalu. Karena deket dengan Pondok Indah, jadi Ayah sering ajak Mama dan Sofi ke ELC di PIM2. Nggak sengaja di sana Mama nemu buku bagus. Judulnya The Complete Book of First Experiences. Tinggal satu-satunya disitu lagi. Yang asik cerita-cerita di dalamnya cocok dengan umur Sofia. Salah satu cerita di situ adalah Going to the Dentist. Cerita dan gambarnya lebih menarik dan pas banget dengan kejadian-kejadian yang sebenarnya dibandingkan dengan buku Sofia yang lama. Satu hal yang penting, tidak ada kesan yang menakutkan dalam ceritanya. Lagi-lagi tidak seperti buku yang lama. Sofia pun langsung jatuh cinta dengan buku itu. Tiap mau tidur minta dibacakan salah satu dari sembilan cerita didalamnya. Bahkan kemaruk minta dibacain dua cerita :D.

Jadinya, pas ke dokter gigi kali ini Sofia dibesar-besarkan hatinya oleh Mama dan Ayah bahwa Sofia akan mengalami kejadian yang sama dengan tokoh cerita di Going to the Dentist yang pastinya akan sangat menyenangkan. Dan Sofiapun berhasil terhipnotis cerita dalam buku itu.

Sofia Punya 7 Gigi Berlubang

Ternyata Canina Dental  Care benar-benar disetting untuk anak-anak! Pas masuk aja Mama langsung merasa senang dengan suasanya yang anak-anak banget. Dan dokter Putu juga childlike banget :D. Mama dan Ayah sangat bersyukur.

Pas datang Sofi langsung diajak sikat gigi ma susternya yang ramah-ramah sekali. Pas mama suruh nyikatin Sofi ketahuan deh Mama salah cara nyikat giginya, tapi kalo Ayah benar. Yaitu naik turun atau memutar. Tapi ayah cerita juga kurang sabar, kadang-kadang sikatan begitu, sering nggak. Akibatnya gigi Sofia jadi kurang bersih.

Mama lalu sibuk membuka buku Sofia yang Mama bawa. Mama menunjukkan pada Sofi apa saja yang sama dengan yang ada dalam buku. Kursinya yang bisa naik turun, peralatan dokternya, masker dan sarung tangan dokternya, lampu yang diatas, tempat kumurnya bahkan dokternya yang sama-sama baik juga mama tunjukkan sama Sofi.

Habis itu Sofi diajak naik ke tempat duduk yang bisa dinaikan dan diturunkan. Di buku Sofia yang lama namanya kursi astronot. Tapi di buku Sofia yang baru hanya dibilang kursi khusus. Sofi awalnya mau duduk. Tapi ketika sandaran kursinya diposisikan datar, Sofia nangis. “Sofia nggak mau sandarannya diturunin!” Jadinya dipangku Mama deh.

Setelah duduk, suster mengenalkan Sofia masing-masing alat yang ada di situ teman-teman. Lalu tiba-tiba alatnya dinyalain, rrrrr. Sofia agak takut awalnya. Tapi suster bilang, “Lihat ini mainan yang berguna untuk menyedot air atau kotoran…” Suction ya namanya? “Sini tangannya, coba, asyik kan ada anginnya..” Lalu tangan Sofia dicoba dengan alat itu. Iya, nggak sakit. Sofia tidak takut.

Sofi awalnya tidak mau membuka mulutnya waktu ditunjukkan alat seperti sendok itu. Mama bilang, loh itu kan seperti di bukunya Sofi. Itu berguna untuk membantu melihat kondisi gigi Sofia. Tapi Sofi tetap nggak mau. Dokter lalu meminta ayah mencoba alat seperti sendok itu ke mulutnya. “Begini lho, nggak apa-apa kan?” Akhirnya Sofi mau deh buka mulutnya. Kemudian dokter mulai memeriksa gigi Sofi. Dokter juga menyentuh gigi Sofi satu per satu. Kata ayah dan mama, biar dokter tahu mana gigi Sofi yang sakit. Suster lalu mencatat semua yang dibilang dokter, misal gigi atas berlobang parah, yang bawah juga, begitu teman-teman. Bahkan ada nomornya teman-teman. Lucu ya gigi Sofia bernomor.

Gigi Sofia Dibersihkan
Gigi Sofia Dibersihkan

Tibalah saatnya untuk membersihkan gigi Sofi. Awalnya Sofia menangis melihat alat seperti sedotan berujung tajam itu. Mama belakangan cerita, itu alat untuk membersihkan karies gigi. Dokter Putu dengan telaten dan sabar mengenalkan Sofi peralatan-peralatan dokternya terlebih dahulu sebelum memeriksa gigi Sofi. “Lihat, ini untuk membersihkan giginya Sofia. Ini nggak sakit kok. Coba mana tangan Sofia?” Lalu Sofi dengan sedikit ragu memberikan tangannya. “Lihat dokter coba di kuku Sofia. Nggak sakit kan? Nah, gigi itu lebih kuat daripada kuku. Jadi pasti tidak sakit.” Gigi Sofi kemudian dibersihkan, awalnya Sofi juga meronta-ronta dan menangis kencang. Ayah akhirnya menawarkan, apakah ganti dipangku ayah.? Ya, Sofia mau dipangku ayah. Sepanjang pemeriksaan itu Sofi duduk dipangku ayah.

Hasilnya, ada 7 gigi Sofi yang berlubang dan harus ditambal. Untungnya ketujuh gigi itu lubangnya belum sampai syaraf, maka Sofia belum merasa sakit gigi (parah). Gigi berlobang itu harus ditambal, agar kerusakannya tidak berkembang.

Sore itu 2 gigi bawah Sofi ditambal. Tambalnya lucu, warnanya oranye. Bagus deh gigi Sofia sekarang warnanya oranye.

Sofi akhirnya senang ketika sokter bilang. Oke, sudah selesai. Sofi lalu disuruh kumur dan Sofi bisa turun dari kursi kuning itu. Dan, Sofia dapat hadiah dua stiker karena Sofia jadi anak yang baik sore itu.

Sebelum pulang, mama diskusi sama dokter, kenapa ya giginya Sofi bisa menghitam begitu padahal Sofi tidak pernah makan permen dan tidak ngedot. Ternyata sebabnya pas Sofia bayi tiap habis nenen Sofi gak diminumin air putih ma Mama. Kata bu dokter emang penyebab karies gigi pada anak lain-lain. Ada yang karena permen. Ada juga yang karena tingkat keasaman air susu ibu itu berbeda-beda. Jadi sebaiknya diberi minum air agar rongga mulut jadi bersih dari sisa air susu ibu, sehingga gigi tidak mudah terserang karies.

Lihat Gigi Sofia Berwarna Orange!
Lihat Gigi Sofia Berwarna Orange!

Well, buat pelajaran Mama neh, ntar klo punya adek harus rajin dikasih air putih habis nenen 🙂 Oke Ma?!

Minggu berikutnya Sofi diajak ke dokter gigi lagi. Kali ini Sofia tidak pakai nangis lo. Sofia juga diberi stiker dua. Dua gigi Sofia ditambal lagi. Jadi masih tinggal tiga gigi yang belum ditambal, kata mama lobangnya cukup kecil. Dokter bilang gigi susu anak harus dipertahankan sampai tanggal sendiri agar bentuk giginya bagus dan tidak berubah bentuknya akibat gigi susu yang lepas belum pada waktunya. Yang penting Sofi sudah tidak takut lagi ke dokter gigi.

~ Ditulis oleh mama, diedit oleh ayah.