Kategori
Kegiatan

Sofia Bisa Naik Sepeda (Roda 4)

Ada satu hal yang membuat Ayah dan Mama terkesan, terkejut dan bahagia sore tadi. Penyebabnya adalah Sofia bisa naik sepeda dengan baik, teman-teman! Padahal sudah beberapa bulan sepeda Sofi rusak. Tidak bisa dikayuh. Tapi sesekali sofia naikin walau tak dikayuh.

Sofia dan Sepeda Pinknya
Sofia dan Sepeda Pinknya

Sofi punya sepeda sendiri pada usia dua tahun lebih beberapa bulan. Ayah dan Mama belinya di pasar Minggu. Di pojokan terminal itu lho.

Sofi dibeliin sepeda merek china alias nggak bermerek gitu, soalnya yang merek-merek seperti United dan Polygon harganya mahal-mahal. Padahal Sofiakan masih kecil. Trus, pasti Sofia cepet besar. Jadi sayang kalo cuma kepake sebentar.

Eee ternyata bener. Sepedanya cuma kepake sebentar. Soalnya rusak, teman! Padahal baru beberapa bulan. Sedih deh. Padahal Sofia senengg sekalii kalo naik sepeda trus didorong Mama jalan-jalan. Ya sudah deh, karena sulit nyari bengkel sepeda, akhirnya sepeda Sofi dibiarkan begitu saja. Sedih, tapi Sofia ngerti. Tapi sekali-kali Sofia tanya Ayah atau Mama, “kapan bisa naek sepeda lagi?”

Sampai Sofi sekeluarga pindah rumah ke Ciputat, tetep sepedanya blom dibawa ke bengkel. Akhirnya, dua bulan kemudian Mama nemu bengkel sepeda disekitaran komplek. Sofia langsung senang! Artinya, sebentar lagi Sofi bisa naek sepeda lagi.

Sepeda Sofi nginep semalem di bengkel itu. Bengkelnya cuma bengkel rumahan. Yang ngerjain seorang kakek. Sofi dan Mama mengambilnya keesokan harinya. Horeee!! Sepedanya udah jadi… Sambil pulang kerumah, Sofia menaiki sepedanya sambil didorong Mama.

Baru dua hari kok sepedanya mulai aneh ya? Rantainya lepas terus dan akhirnya lagi-lagi gak bisa dinaiki. Lagi-lagi Sofia sedih dengan sepeda yang rusak. Sofiapun memakainya untuk mainan saja. Karena rantainya lepas, jadi Sofi malah bisa mengayuhnya walau sepedanya tidak bergerak sama sekali hehehe.

Tiga bulan kemudian, sebagai hadiah buat Sofi yang mau ditinggal Ayah dan Mama backpaking sepuluh hari, Mama dan Ayah berencana membelikan Sofia sepeda baru. Sofia setuju. Tapi minta sepeda yang sesuai permintaannya. Sofi bilang: “Mama, Ayah, Sofia dibeliin sepeda warna kuning yang ada keranjangnya trus kringg! kringg! gitu ya Maa…”

Ayah dan Mama pun keluar masuk toko sepeda. Nyari sepeda warna kuning. Tapi nggak ada. Suatu hari kami lagi pergi trus mampir disebuah toko sepeda di daerah kampung Utan. Mereka ngobrol-ngobrol dengan penjualnya. Karena sepeda yang dicari nggak ada, akhirnya penjualnya malah menyarankan untuk membawa sepeda lama Sofi kesitu untuk diperbaiki. Kamipun semangat lagi, karena Sofia menyetujuinya.

Tapiii… Ayah sibuk terusss… Sepeda Sofi jadinya nggak dibawa-bawa ke bengkel. Dari musim panas sampai musim hujan datang. Kalo mo ke bengkel hujan mulu 🙁

Tampak Belakang
Tampak Belakang

Alhamdulillah, hari ini tadi Ayah bersungguh sungguh akan membawa Sepeda Sofi ke bengkel, kebetulan ayah sedang tidak sibuk. Pagi sebelum hujan turun, Ayah akhirnya membawa sepedanya ke bengkel dibantu om Taqim. Tapi mereka pulang tanpa membawa sepeda itu kembali. Sofia sedih lagi. Tapi setelah dijelaskan kalo sepedanya ntar suruh diambil jam dua siang Sofia lega.

Tapi mama yang sedikit kawatir. Hujan. Benar, siangnya sempet hujan sebentar. Eee mati lampu juga. Untungnya jam dua lebih sedikit, Ayah mengajak om Taqim lagi ke Bengkel. Ngambil sepeda. Jadi Sofia disuruh bobo siang dulu. Biar ntar waktu bangun sepedanya sudah datang.

Eeee benar saja. Pas bangun Sofia langsung lari ke Ayah. Dan Sofia senangggg sekali sepedanya sudah kembali dan sudah diperbaiki. Nggak sabar neh pengen jalan-jalan keliling komplek.

Adek Coklat Tak Ketinggalan
Adek Coklat Tak Ketinggalan

Karena sudah sore, Sofipun diminta mandi dulu sebelum keliling naik sepeda. Selesai mandi Sofi langsung mencoba sepedanya. Tak lupa adek coklatnya dibawa. Diboncengin dikeranjang depan.

Yang membuat Ayah dan Mama terharu, Sofia langsung bisa mengayuh sepeda itu dengan baik dan bisa menyetir stangnya dengan benar! Luar biasa. Padahal Sofi selama ini ngayuhnya masih setengah setengah alias jedag jedeg. Langsung deh Sofia minta naik sepeda keliling komplek sampe kecapekan hehehehe…

Besok pagi Sofia pengen sepedaan lagi, teman-teman. Kita lihat saja ya, jam berapa Sofia bangun :). Ditulis oleh Mama.