Archive for the ‘Dunia Sofi’ Category

Sofia Takut

Wednesday, October 22nd, 2008

Sofi baru kembali ke Jakarta bersama ayah dan mama hari ini. Sofia senang bertemu kembali dengan mainannya, boneka kesayangannya, dan juga saluran tivi yang disukainya.

Sofia kembali ke aktivitas rutinnya, termasuk ketika sore hari ditinggal mamanya kuliah.

Tapi akhirnya Sofia sudah bobok sebelum mama berangkat kuliah. Tampaknya ia capek banget, maklum setelah balik dari stasiun dia tidak mau tidur sama sekali, dan selalu mengajak main.

Pada pukul 18:15an, Sofia bangun. Ia langsung keluar dari kamar, dan langsung mencari mamanya.

“Mama di mana, Yah?” tanya Sofia.

Lalu ayah bilang, “Eh, anak ayah bangun. Sini ayah peluk.” Kemudian ayah peluk Sofia. Lalu ayah bilang lagi, “Mama tadi sudah berangkat kuliah. Mama minta ayah tolong pamitin pada anaknya.”

Dibilangin demikian, Sofia tenang, lalu ia melepaskan pelukan dari ayah. Lalu Sofia meminta pada ayah, “Yah, nonton tivi kupu-kupu!”

Jadilah ayah yang lagi nonton CSI langsung batal.

Pada pukul 19:15-an, mama telpon, pertama nanya-nanya seputar artikel tentang Bali, pulau yang lebih dulu terkenal daripada Indonesia ini pernah dimuat di The New Yorker pertama kali pada edisi awal majalah itu, pada 1933 dan 1934. Bali dimuat dalam cuplikan kartun di majalah itu. Kemudian beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20:00-an, mama telpon minta dijemput.

Awalnya ayah agak kurang sreg, maklum hari sudah malam. Tapi ayah pikir biar Sofi senang, dan dapat udara segar, boleh lah keluar sebentar. Sambil menunggu mama datang, Sofi minta dibelikan minuman sari kacang hijau Ultra Jaya. Setelah minuman habis, tampak mama datang.

Kemudian kita bertiga balik ke rumah. Ketika sampai di ruas jalan dekat rumah kami, tiba-tiba ada motor ngebut dari arah berlawanan. Dan, parahnya, pengendara motor tersebut juga mendahului motor satunya yang kebetulan berpapasan dengan kami.

Ayah kaget dan panik, maklum bawa Sofi di depan, langsung misuh-misuh. Hampir saja ia menyerempet motor kami. Kebiasaan buruk ya Yah, misuh-misuh, tapi gimana normal aja kaget lalu teriak seperti itu. Habisnya orang tersebut ngawur banget. Dan kekhawatiran di hati ayah bahwa orang tersebut balik ternyata benar.

Orang tersebut balik lagi dan memarkir motornya di depan kami. Dia lalu memaki-maki, dengan mengatakan dirinya tidak salah. Sudah terbukti dia yang salah dan banyak orang menyaksikan hal tersebut. Kami hanya bereaksi saja. Ayah baru sadar ternyata orangnya mabuk. Dan orang tersebut mau mengamuk. Ayah sih siap-siap saja, badan ayah lebih besar, hehehe, apalagi lawan orang mabuk. Tapi ayah khawatir terjadi sesuatu di hadapan Sofi, dan itu tidak baik. Dan memang benar, Sofi menangis kencang-kencang. Lalu Sofi ayah kasihkan mama. 

Untung orang-orang yang nongkrong di jalan itu membantu kami dengan cara memblok orang yang mengamuk itu. Ayah hanya diam saja di motor dengan memendam emosi. Ayah lalu minta maaf pada orang sekitar, “Mohon maaf terjadi seperti ini!” Lalu kami pamitan aja menghindar.

Saat itulah kami berpikir keras, kejadian ini pasti berpengaruh pada Sofia. Dan memang benar. Sampai di rumah, bahkan setelah kami ajak makan atau dia menggambar, Sofia masih berulang kali menyebut kejadian tadi, “Ma, tadi ada orang-orang ya?” demikian ia berulang kami berkata kepada kami. 

“Sofia takut,” katanya.

Saat ini Sofia sudah tidur, tentu saja. Tapi kejadian tadi terus terang mengkhawatirkan kami, sebagai orang tua, dalam perkembangan anak kami. Kami selalu berusaha menanamkan positivisme kepada Sofi. Dan tentu saja, kami sadar anak juga harus mengetahui adanya hal-hal negatif di dunia ini, karena begitulah nantinya dia akan menghadapi hidup di dunia ini. Kami cuma terkejut ketika ia harus menghadapi dalam usia semuda ini, dua tahun empat bulan.

Entahlah, mudah-mudahan tidak. Saya berpikir ada beberapa sisi positif dalam kejadian ini, misalnya tentang sifat dan kesukaan Sofi memaksa untuk duduk di depan ketika mengendarai motor (dalam jarak dekat, misal menjemput mamanya). Atau hal-hal lain. Tapi hal ini lebih baik diulas dalam posting lainnya.

Pesan dari kami, berhati-hatilah sebagai orang tua. Saya pribadi tidak luput dari hal ini, dan pesan ini terutama kami tunjukkan pada kami sendiri. Berhati-hatilah ketika marah di rumah tangga Anda, terutama di depan anak. Anak Anda adalah perekam paling mutakhir dan rekamannya tidak mudah lekang oleh waktu dan cuaca.

Ketakutan Sofia adalah pelajaran utama kami sebagai orangtuanya.

Gambar Manusia

Tuesday, October 21st, 2008

Inilah gambar pertama Sofia yang dia nyatakan sebagai manusia. 

Ayah yang awalnya mengetahui hal ini, ketika ayah tanya pada Sofia, dan ia menjawab itu adalah mata, hidung, mulut, dst. Mulanya ayah bingung, karena Sofia menggambar secara terbalik. Coba lihat gambar ini terbalik, pasti bingung.

Dan Sofi memang menggambar dengan cara terbalik, dimulai dari separuh kepala (atas), lalu menggambar kedua bola mata, lalu hidung, lalu mulut, dan menutup separuh kepala bagian bawah. Kemudian ia menggambar garis. Tapi Sofia mengatakannya sebagai tali, ia sampai sekarang masih menganggap itu seperti balon :) Dan kemudian menambahkan dengan rambut.

Selamat anakku sayang. Ketika ayah mengetahu hal ini, ayah lalu memanggil mama dan embahnya. Dan Sofia menunjukkan berulang-ulang ia menggambar obyek lainnya. Sayang gambar tersebut tidak terdokumentasi dan sudah diwarnai oleh Sofi, maksudnya sudah dicoret-coret tidak keruan. Maklum, sampai sekarang Sofia belum bisa mengontrol cara mewarnai gambarnya.

Sofia memang tidak pernah diarahin harus menggambar apa. Sofi biasanya hanya pingin menggambar. Dan kadang-kadang, kalau Sofi meminta, ayah atau mama akan menggambar suatu obyek hingga Sofia senang. Kami tidak berharap ia sempurna menggambar sesuatu dalam aktivitas ini. Kami hanya berharap Sofi senang melakukan aktivitas itu. Dan, alhamdulillah, terbukti bahwa cara yang kami usahakan cukup berhasil, paling tidak hingga saat ini.

Foto lain dan video menggambar akan menyusul. Akan direkam dulu ya!

Sofia Ke Rumah Embah

Monday, October 13th, 2008

Kali ini Sofi ke Rumah Embah di Solo hanya sama Ayah. Mama masih di jakarta. Mama gak mau bolos kuliah lama-lama. Soalnya bentar lagi UTS trus Mama juga banyak PR. Kasihan Mama. Tapi Sofia ngerti kok. Gak papa, kan nanti Mama juga nyusul Sofia tanggal 15 Oktober. Dan juga, Mama biar cepet lulus. Ya Ma ya?

Habis Magrib, Sofia dan Ayah naik taksi ke Gambir. Mama melepas kami dengan berkali-kali mencium dan memelukku. “Ya Ma, Sofi juga sayang Mama”, kataku dalam hati. Sofi gak nangis loh. Sofikan udah besar, Umur Setahun empat bulan. Jadi udah bisa paham kalo Mama sama Ayah kasih penjelasan. Mama sama Ayah kan gak pernah bohong sama Sofi. Beliau selalu kasih tau Sofi apapun itu. Enak, Sofi selalu diajak ngobrol.

Sampai stasiun, Sofi dibeliin ayah donat. Mmm,,, enak deh. Trus habis itu kami naek ke dalam kereta, hmmm dingin. Ayah nelp mama beberapa kali. Tapi Sofi nggak  mau ngomong sama Mama. Sofi sedang enjoy Ma. Bukannya kenapa. Asik deh rasanya. Sofikan gak sabaran dari kemaren. Pengennya cepet-cepet ketemu Embah. Tadi saja baru sampe stasiun Sofi sudah tanya sama Ayah,”Embah mana Yah?”

Jam 10 malam, kereta sudah dari jam 8 tadi berangkat. Ayah nelp Mama lagi. Gara-garanya Sofia minta maem. Mama bilang Ayah kalau tadi Sofi sudah makan cukup. Ayah juga bilang kalau Sofi sudah makan donat banyak. Tapi Sofi bilang lapar. Ditelepon Sofi bilang sama mama,”MAAA OFIA LAPAR!! MAU MAEM!!” Usut punya usut, ternyata Sofi cuma laper mata. Gara-gara melihat pegawai kereta yang hilir mudik bawa piring kosong. “Sofia, Sofia,,,,” kata Mama dan Ayah bergantian.

Esok harinya jam 1/2 6 pagi Ayah nelp Mama. Kasih kabar kalau kami sudah sampe rumah Embah dengan selamat. Alhamdulillah.

Keliling Jawa

Tuesday, August 12th, 2008

Pada September lalu, Sofia punya kesempatan berlibur lagi. Maklum, Sofi kan harus mengikuti jadwal kuliah mama. Pada kesempatan libur yang lumayan lama ini, Sofi diajak mama dan ayah pulang kampung, menengok embah (Sukoharjo) dan eyang (Jombang). Catatan ayah, pembedaan ini dibuat biar Sofia gampang mengingat nama kakek neneknya.

Dan ini catatan mama tentang liburan ini:

 

Senang, adalah kata pertama untuk menyambut liburan saya semester ini. Rencana liburan sudah dirancang jauh-jauh hari dan suamipun sudah berjanji tak akan mengambil kerjaan selama kami berlibur. Namun kali ini kami hanya akan menghabiskannya disekitaran Jawa Tengah dan Jawa Timur berhubung bersamaan dengan menghadiri pernikahan bulik (tante) saya di Purwantoro -sebuah desa di perbatasan Wonogiri, Jateng dan Ponorogo, Jatim. Kebetulan juga sewaktu di Jombang kami diajak menjadi rombongan iring-iringan pengantin keponakan bapak mertua saya.

Pertama-tama kami terbang ke Solo tanggal 24 Juli dengan Airasia yang telah kami pesan dua bulanan yang lalu. Dengan 500 ribu rupiah nett kami bertiga bisa sampai Solo dari Jakarta :D dalam waktu 1 jam perjalanan. Dilangit Solo kami disambut angin kencang yang membuat pesawat ini bergoyang-goyang menegangkan saat akan mendarat di Bandara Adi Sumarmo. Suhu 29 derajat celcius dan berangin sudah membuat udara dingin di musim bediding ini. Dimana kembang-kembang pohon randu mulai bermekaran (atau pohon kapuk yang menghasilkan kapuk kapas sebagai bahan membuat kasur) dan pohon-pohon di kanan kiri jalanan kota Sukoharjo yang selama musim kemarau berguguran mulai bersemi dengan daun-daun light greennya atau hijau pupus.

Rencana liburan dua minggu ini kami isi dengan berbagai kegiatan wisata. Mulai dari wisata alam diantaranya ke ketep pass -menikmati pemandangan gunung merbabu merpapi- yang terletak diantara dua gunung tersebut, ke pantai Parangtritis Yogyakarta, ke Songgoriti -menikmati suasana puncak- di kota malang. Wisata budaya diantaranya menyaksikan kirab keraton Surakarta dalam rangka HUT naik tahta raja Surakarta dan kami beruntung bisa melihat dengan sangat dekat putri bung Karno dengan Dewi Sukarno yaitu Kartika yang datang bersama suami dan anaknya, kami juga mengunjungi candi Borobudur karena saya belum pernah :D dan juga mampir ke pasar Klewer Solo dan pasar Bringinharjo di Malioboro yang semakin padat. Untuk wisata pertanian atau agro wisata kami ke kebun strobery Agrokusuma di Batu Malang. Tak ketinggalan kami juga melakukan wisata kriminal yang sekarang sedang hot di masyarakat Indonesia yaitu wisata ke rumah Ryan Sang Jagal dari Jombang yang kebetulan lokasinya di Kampung sebelah kampung suami saya :D .

Walau kami sendiri wong jowo, tapi masih sangat banyak tempat wisata di sekitaran Jateng dan Jatim pada umumnya yang belum pernah kami kunjungi. Untuk selengkapnya silahkan baca tulisan-tulisan saya dalam episode Road To Java berikutnya ;)

Untuk melihat koleksi foto-foto liburan kami, silakan dilihat arsipnya dalam album Road to Java di sini.

Atau silakan lihat masing-masing set, yaitu koleksi foto berdasarkan kegiatan yang kami lakukan:

Dan ini adalah video rekaman saat Sofia main-main di pantai Parangtritis. Ternyata Sofia suka pantai lo. Belakangan, setelah rekaman itu dibuat karena baterai sudah habis, ia merajuk minta main terus. Padahal hari sudah hampir malam, dan karenanya jadi sangat dingin.

 

Lukisan Pertamaku

Thursday, July 3rd, 2008

Berikut adalah beberapa karya lukisan yang digambar oleh Sofia sendiri:

#1. Karya pertama, awal ketika dia belajar memegang pensil dan merasakan guratan tangannya berbentuk sesuatu di kertas putih itu. Amazing face. Surprises!

#2. Lalu garis-garis itu makin banyak.

#3. Garis-garis itu makin intens dan keras.

#4. Dan garis-garis itu berubah bentuk menjadi lingkaran-lingkaran. Kali ini dia sudah mulai berani menggunakan berbagai macam warna yang dia suka.

#5. Lingkaran itu mulai penuh dan utuh. Yay! Sofia sudah punya keinginan menggambar sesuatu.

#6.Dan sesuatu itu makin terlihat :-)

#7. Kali ini kami membelikannya krayon. Buku sebelah kanan adalah buku gambar pertama Sofi. Kami belikan buku ini dengan harapan agar ia melakukan aktivitas corat-coretnya di buku ini, dan bukan di tempat lain, misalnya tembok atau lantai atau meja. Terbukti benar, tembok rumah kami hanya tercoret satu kali, dan itu pun tidak sengaja. Hanya meja yang sering tercoret oleh krayon, ini pun karena Sofia terlalu semangat menggambar sehingga melewati batas kertas di bukunya.

#8. Dan inilah hasilnya. Coba, apakah itu sebuah bentuk muka? Tapi ketika kami tanya, Sofia belum menjawabnya.

Sofia Juga Punya Paspor

Tuesday, June 24th, 2008

Horee!! Sofia sekarang sudah punya passport juga seperti Ayah dan Mama. Jum’at kemarin Sofi sama Mama nganter Ayah ngampil passport Sofi. Padahal Sofi agak panas badannya. Tapi enggak apa-apa kok, habisnya awalnyakan Sofi dan Mama cuma mo ngikut sampe kedai soto Lamongan di dalam perum perdatam, tapi karena kita udah kehabisan ya udah ikut aja Ayah ke kantor imigrasi. Trus Ayah di kedai cuma bayar utang hehehe, kemarenkan Ayah juga makan disini tapi lupa bawa uang eh lupa blom ambil ATM tapi untungnya udah kenal sama yang jualan, maafin Ayah ya pak,, :D

Ohya. tiga hari sebelumnya, Selasa tanggal 17 Juni, Sofi difoto dan diwawancara lho di sana. Sofi senang sekali deh denger mau difoto sama om. Selama nunggu giliran, Sofi latihan bergaya terus. “Nanti gini ma”, Sofi tanya ke Mama dan Ayah sambil action. “Yup”, gitu kata Mama. Trus pas giliran Sofi tiba, Sofi masuk. Kata Ayah itu ada tente Ratih Sanggarwati yang jadi presenter Cahaya Iman di Indosiar tiap subuh lagi ngantri foto juga. Beliau bawa kedua putrinya. Kakaknya cantik-cantik ya kata Mama.

Trus giliran Sofi neh di foto. Karena Sofi masih kecil, fotonya Sofi dipangku Mama. Mama duduk bersandar dikursi, Sofi bersandar di tembok dengan background kain biru muda. Awalnya Sofi enggak mau difoto ama om, takut eh malu eh dua duanya deng. Tapi Mama udah antisipasi dari rumah bawa kamera juga, jadi Ayah dibelakang om pura-pura motret Sofi jadi Sofi mau ambil posisi difoto dan CLIK! kena deh.. horee!! sekali jadi lho, nggak pake diulang ulang.

Karena Sofi masih kecil juga jadi Sofi nggak pake ambil sidik jari. Sebagai gantinya Sofi difoto lagi! horee senangnyaa!! tapi kali ini Sofi difotonya dengan posisi kedua tangan diangkat di sisi kanan kiri muka dengan dipegangin Mama dan Ayah bertugas mancing Sofi lagi dengan kameranya dibelakang om dan CLIK! horee!! sekali jadi lagi. Alhamdulillah kata Mama dan Ayah. Padahal Mama udah was was, kemaren pas Mama wawancara ada kakak yang lebih besar dari Sofi aja difoto susah sekali sampe nangis-nangis. Kasihan Mamanya deh. Untung Sofi enggak ya Ma!

Setelah difoto Sofi diwawancara. Cuma di cross chek data aja kok. Trus sama koreksi nambahin nama Ayah dibelakang Sofi. Kata Bapaknya yang mewawancara mama dulu, kalo enggak pake nama ayah nantinya susah kalo mau umroh apalagi Haji.

Sofi enggak tahu kenapa baru seumur ini aja sudah dibikinin passport. Kalo kata Ayah, Sofi mo diajak jalan-jalan ke LN biar punya wawasan luas, jadi biar jadi orang yang lebih bijaksana, kayak namaku Sofia kan artinya bijaksana dalam bahasa Yunani, kalo bahasa Arab artinya sempurna kejernihan deng :) Tapi kalo kata Mama pengen anaknya “Think Globally Act Locally” hihihi jangan kayak teroris itu kebalikannya, think locally act globally hihihi lagi :D . -Ditulis oleh Mama

Ke Ragunan

Tuesday, June 24th, 2008

Halo semua!! Untuk kesekian kalinya Sofi, Mama dan Ayah ke Ragunan Lagi. Kami senang kesana karena hawanya adem dan asyik. Sabtu tanggal 21 Juni kemarin kami kesana. Padahal malemnya Sofi agak-agak panas gitu badannya, tapi kata Mama dan Ayah enggak papa biar cepet sembuh. Tapi Sofi Juga senang kok.

Disana banyak mainannya. Contohnya, kami masuk taman satwa anak. Disana ada seluncuran yang tinggi, ayunan, jungkat jungkit, trampoline dan masih banyak lagi.

Sofi main seluncuran yang tinggi sekali. Serem ya!Sofia juga senang naik ayunan

Trus Sofi sama Mama naik kereta keliling. Anak diatas usia dua tahun bayarnya 4000 Rupiah. Dan kamipun dibawa keliling mengitari area Ragunan yang lumayan jauh jaraknya. Habis itu kami istirahat dilapangan rumput terbuka di bawah pohon rindang. Mama sewa tiker plastik warna biru seharga 4000 Rupiah, padahal Ibunya bilang 5000 Rupiah. Trus Mama bilang biasanya 4000 kok, gitu. Kami istirahat disitu beberapa saat.

Sofi sempet main tendang-tendang bola pompa kecil yang dibawain mama sebelum akhirnya Sofi minta naik kuda bendi. Kamipun naik bertiga. Ongkos sewa satu bendi 10.000 rupiah dan maksimal 4 orang dalam satu bendi. Kamipun dibawa keliling tapi jarak tempuhnya lebih pendek daripada kereta keliling.

Sofi dan mama naik bendiSofi dan mama naik bendi

Setelah itu kami berjalan ketempat permainan yang lainnya. Lalu Sofi dan Mama naik Dinosaurus monorail yang jalannya kira-kira 6 meter an diatas permukaan tanah. Kata mama waktu beloknya ngeri, kayak monteng gitu :D . Ayah juga denger dari ibu-ibu yang barusan turun katanya ngeri juga. Kemudian Sofi ajak Mama naik kereta api. Trus naik boom-boom car mini bergambar Hello Kitty sama Mama juga. Oh ya, Dinosaurus, kereta api dan boom boom carnya bayarnya dengan membeli koin masing-masing harganya 5000 rupiah.

Sofi dan mama naik monorail DinosaurusSofi dan mama naik monorail Dinosaurus

Sofi dan mama Naik kereta warna warni

Karena Sofi sudah capek dan mama juga capek kitapun putuskan pulang. Tapi disebelah tempat bermain itu banyak dijual boneka-boneka hewan dan bola dan Sofi inget permainan kakak-kakak di baby TV dengan bola besarnya lalu Sofipun minta dibeliin Ayah bola besar. Karena takut kegedean, Ayah membelikan yang besarnya dibawah yang paling besar. Harganya 10.000 setelah ditawar Mama, awalnya om minta 15.000. Sofi senanggg sekali. Di jalan Sofi nggak mau digendong Ayah, padahal badan Sofi panas. Sofi maunya jalan sambil nendang-nendang bolanya. Waktu melewati lapangan yang tadi lagi kami berhenti dan Sofipun main bola sama ayah dulu. Sofi senang sekali lho punya bola besar ini. Sofi main sama Ayah sambil di rekam Mama.

Sofi main bola besar sekaliSofi menendang bola besar

Aduh Sofia capek Ma. Kami sempat istirahat dulu di taman dekat pintu keluar, tepatnya di depan kandang burung Pelikan yang ada patung gajahnya. Setelah itu kami menuju tempat parkir pulang.

Sofi dan mama istirahat di taman depan kandang burung PelikanSofi sempat nangis katanya capek.

-Ditulis oleh Mama

Video dari Ragunan

Monday, June 23rd, 2008

Ini video-video rekaman dari Ragunan.

Cerita dari Ragunan nanti mama aja yang menulis ya :-)

-Ditulis oleh Ayah.

Bazaar Damai

Monday, June 23rd, 2008

Hari Jumat malam kemarin, ada bazaar di dekat rumah kami. Bazaar atau pasar malam ini sering diadakan di gang sebelah kami, di Damai III. Mereka adalah kumpulan pedagang yang menjajakan aneka rupa barang, mulai dari baju-baju murah, mainan, alat listrik, dan tak lupa menggelar arena bermain anak-anak seperti pancing ikan plastik, atau mandi bola. Wah, tiap ada bazaar Sofi tak lupa merajuk minta diantar ke sana. Sofi paling suka main memancing ikan plastik. Belakangan, setelah ia berani, ia juga suka mandi bola. Bahkan saat sedikit sakit seperti kemarin Jumat. Ini foto-fotonya.

Sofia memancing ikan plastikSofia memancing ikan plastik

Hadiah-hadiahSofia dapat ikan

Pancingan ikan plastikMandi bola

Klik fotonya untuk lihat gambar yang lebih besar di flickr ya.

NB: Nanti kalau ada bazaar lagi Sofia ayah akan foto lebih banyak lagi deh.

-Ditulis oleh Ayah

Sakit Panas

Monday, June 23rd, 2008

Setelah mengambil paspor Jumat kemarin, Sofi badannya panas. Mama sedikit heran. Kelihatannya Sofi normal aja, masih suka main, tertawa, dan mengajak kita bercanda, tapi tiba-tiba aja panas.

Akhirnya, karena acara makan soto ayam di taman Kalibata Indah gagal, kita buru-buru pulang. Takut Sofi makin parah. Mama kemudian berusaha mengukur suhu badan Sofi. Tapi, belum lagi selesai bunyi beep termometer digitalnya, Sofi sudah buru-buru minta dilepaskan. Takut, katanya.

Akhirnya Ayah pura-pura mengukur suhu badan ayah. Sofi diminta ayah yang memasukkan ke ketiak ayah. Ayah lalu bilang, “Nah, Sofi ukur ayah dulu ya. Dipencet dulu tombolnya. Lalu masukkan di ketiak ayah. Tunggu hingga bunyi beep!” Sofi mulanya tidak sabar. Ia pingin segera mengambil termometer itu. Tapi ketika bunyi beep, Sofi terlihat senang. Kemudian termometer diambilnya. Lalu ayah bilang, “Sudah Sofia. Sekarang Sofi ukur mama juga ya!” Ayah berharap setelah tahu alat itu aman, hehehe, Sofi segera mau diukur badannya.

Mama kemudian meminta diukur pula suhunya. Dan setelah mama selesai. Mama bilang, “Nah, sekarang Sofi ukur sendiri suhu badannya ya!” Nah, benar, Sofi akhirnya mau. Hati kami berdebar-debar. Terlihat suhu badannya menanjak naik hingga 37 derajat celcius. Dan, indikator suhunya terakhir berhenti di 37 koma dikit C.

Karena Sofi masih belum terlalu tinggi suhu badanya, dan lagi Sofia juga terlihat sehat, masih bermain, tertawa, bercanda sama kami, kami tunggu dulu deh. Tak lama, suhu badan Sofi turun.

Esoknya, Sabtu, karena suhu badan Sofi sudah turun kita buat rencana mendadak untuk piknik ke Ragunan. Kami pikir biar Sofi terhibur. Tentang pikniknya, nanti kita buat tulisan lain ya. Ada videonya juga lo. Nah, setelah dari Ragunan, tak terasa suhu badan Sofi naik lagi. Setelah diukur pakai termometer, terlihat mencapai 38,7. Menurut pengetahuan kami, setelah tanya teman-teman baik kami hehehe, maklum ayah dan mama Sofi masih suka lupa hal ini, bila suhu badan anak mencapai 38,3 derajat celcius, waktunya dikasih parasetamol. Tapi kami belum panik. Kami tenangkan dulu Sofi, dan tak terasa ternyata suhu badannya turun sendiri. Syukurlah tidak jadi minum obat. Kami sekeluarga selalu berusaha mengurangi konsumsi obat bila mungkin.

Kami berpikir mungkin Sofi kecapekan. Lalu diajak ke Ragunan. Makanya jadi panas. Tapi entah lah. Kami terus pantau dan pada Minggu pagi, badan Sofi sudah normal kembali. Siangnya ia sudah main kembali sama mas Krishna, mas Wafi, dan sorenya sama dik Vina. Ah, senangnya ayah dan mama.

Oh iya, selama sakit dan setelah, Sofi senang sekali bilang, “Ma, Sofia capek.”, atau “Ya, Sofi capek.” Heran. Kita kemudian bertanya, “Sofi capek kenapa? Apanya yang capek?” Lalu Sofia menjawab, “Iya capek, Ma. Tadi Sofi menyanyi ABC!” Hahahaha. Dasar anak kecil.

Lagu ABC itu dari seri video anak-anak Baby TV, temanya mengenal ABC. Sofi sudah bisa menyanyi lo.

E Bi Si Di I Ef Jing

Ej Ai Je Ke El Em En O Ping

Qyu Ar Esy

Ti Yu Ving

Dabelyu Ex Wai And Jing

Nah, tapi yang terakhir itu terdengar seperti anjing. Padahal aslinya W X Y and Zi.

-Ditulis oleh Ayah