Archive for the ‘Dunia Sofi’ Category

Sofia Sekolah di TK Mini Pak Kasur

Tuesday, December 9th, 2008

Halo teman-teman. Mulai Sabtu kemarin, Sofia sudah terdaftar di TK Mini Pak Kasur. Yah, memang agak telat masuknya sih. Tapi ayah dan mama memang pingin agar Sofia punya teman banyak, bisa bermain dan belajar bersama-sama.

 

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

 

 

Awalnya sih Sofia diajak lihat-lihat dulu sama ayah dan mama. Sofia senang. Di sana banyak mainannya. Ada ayunan. Luncuran. Juga panjat-panjatan. Teman-temannya juga lucu. 

Ketika ditanya ayah, “Apakah Sofia ingin sekolah?”

Sofia langsung aja menjawab tegas, “Iya, Sofia pingin sekolah”

Akhirnya Sofia didaftarkan menjadi siswa di TK Mini Pak Kasur di Pasar Minggu. Untungnya daftar di tengah masa pelajaran ini diperbolehkan. Sebenarnya sih karena usia Sofia masih 2 tahun 6 bulan, Sofia hanya playgroup, tapi yang penting Sofia senang sekolah. Sofia masuk kelas Gelatik. Hiii lucu namanya ya, kayak lagu kesukaan Sofia

Burung gelatik hinggap di jendela
Aduh kasian, aduh kasian

Sayapnya patah tak bisa terbang
Aduh kasian, kasian

Mari kutolong, kuberi obat
Supaya sembuh, kembali sehat

Sabtu kemarin Sofia resmi masuk sekolah. Sofia pake seragam olahraga TK Mini. Juga pakai tas. Karena tas dari TK-nya belum ada, Sofia masih pake tas punggung kesayangan Sofia. Horeee! Nanti Sofia cerita lagi ya.

Sofia Melukis (bagian dua)

Tuesday, December 9th, 2008

Setelah sebelumnya bercerita tentang lukisan pertama Sofia, kemudian Sofia berhasil menggambar bentuk manusia yang lebih jelas dan sempurna, berikut ini perkembangan kegiatan Sofia dalam melukis.

 

Sofia ketika melukis

Sofia ketika melukis

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Makan

Monday, November 3rd, 2008

Penyuka Sate ayam

 

Sofia makan, itu biasa. Tapi Sofia suka makan apa saja, itulah berkah yang kami rasakan sebagai orang tua.

Sejak Sofia di kandungan (makannya lewat mamanya, hehehe), hingga ia mulai belajar mengenal makanan pada usia 6 bulan, dan memulai makan saja (Sofia berhenti minum ASI setelah 2 tahun), kami selalu menawarkan beragam pilihan kepada Sofia, baik itu makanan atau jajanan atau minuman. Saya sendiri ingat pada saat hari pertama Sofia belajar mengenalkan makanan, mamanya mengenalkan minum jus jeruk. Saya tertawa keras ketika melihat ekspresinya yang kaget bercampur suka dengan rasa jeruk itu (gambar kalau ada akan saya upload).

Jadi, hampir segala jenis makanan bisa disukai oleh Sofia, mulai dari pecel (tanpa sambelnya, ia hanya makan sayurnya), sate hati kambing, sate ayam, soto ayam, makaroni, atau juga salad. Sofia juga tidak menolak ketika kami tawarkan yogurt plain (bayangin rasanya tuh!) atau olahannya semacam milkshake, atau madu dan teh (ini favoritnya). Saya juga kadang-kadang suka bikin makanan olahan campur aduk, hehehe, maklum iseng karena kelaparan, misal: yogurt+pepaya+roti marie+susu+madu+sereal, dan ketika Sofia saya tawari, ternyata ia minta dan semuanya dihabiskan dia. Begitulah. Atau, kami juga suka iseng bikin jus yang bahannya seperti: storeberi (3-5 buah, besar)+susu+yogurt+gula+air, atau jus mangga+shake: beberapa iris mangga matang+susu+yogurt+gula+air, Sofia suka semuanya.

Dan, tak lupa buah-buahan, apa saja Sofia suka, kecuali… (entah apa ya ma, ayah lupa yang Sofia nggak suka). Stroberi, durian, blimbing, nanas, jeruk, apel, pir, salak, pisang, pepaya, semua Sofia suka.

Ya, kadang-kadang kami memang beli bakso atau mi ayam atau makanan fast food, tapi kami berusaha untuk menghindari sejauh mungkin makanan ini. Ya mungkin 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali tak apalah, kadang-kadang ayah atau mamanya kan pingin, jadi anaknya terpaksa mencicipi kan. Untuk hal satu ini, terus terang kami ketat dan disiplin. Kami ingin keluarga kami, dan terutama anak kami Sofia mendapatkan makanan sehat, segar, dan bergizi. Kami berusaha menghindari makanan buatan (kimiawi), berpengawet, berpewarna dan lain-lain, sejauh mungkin. Kalau terpaksa, dan kadang-kadang, ya tak apalah.

Tentu saja kami bersyukur dengan anugerah ini. Denger-denger anak kecil yang agak rewel dengan makanan. Tapi kami memang tidak putus asa mengenalkan beragam makanan baru, entah itu makanan jawa, padang (ya, Sate Padang sofia juga suka, tentu saja sambelnya harus dihisap), atau juga makanan Eropa, meskipun masih belum mahir (maklum kitanya jarang makan).

Memang, kadang-kadang, Sofia juga suka rewel tidak mau makan atau minum, seperti anak kecil lainnya. Tapi biasanya ini karena suasana atau keadaan yang kurang pas. Dan untuk membalikkan keadaan ini, ya tentu saja mamanya suka mengajak makanan di depan rumah, karena suasananya segar. Padahal nanti setelah di depan, mamanya suka mengajak dia kembali ke dalam. Mama cuma bilang, “Nak, di luar dingin udaranya, yuk ke dalam lagi yuk!” Dan memang udara dingin, atau panas, jadi kami tidak pernah berbohong. Akhirnya Sofia masuk lagi ke dalam. Atau, jangan sampai memunculkan makanan/minuman kesukaan Sofia sebelum tugas makan utamanya selesai, ini akan menghentikan kegiatan makannya dan akan susah mengajak kembali. Maka kami berusaha menyembunyikan hal-hal tersebut, misalnya krupuk, susu, atau Yakult, semua yang disukai Sofia sebelum makannya habis. Setelah habis, barulah kita keluarkan.

Sofia juga suka menyanyikan lagi ini:

Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya, pakai sepatu baru
Dua tangan saya, yang kiri dan kanan
Satu mulut saya, tidak berhenti makan 

Anak doyan makan adalah satu hal untuk mencapai gizi yang baik. Dan tentu saja, kita berdoa agar selalu dikaruniai kesehatan karena makanannya. Dan tak lupa berharap barokah.

Berikut gambar-gambar ketika Sofia makan :)

Makan Nasi Goreng

Makan kue banjar

Makan kue banjar

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Minum Jahe coklat

Minum Jahe coklat

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Video: Menggambar Manusia

Saturday, November 1st, 2008

Teman-teman, ini lo rekaman video ketika Sofia sedang belajar melukis. Sofia melukis kepalanya dulu, lalu dua mata, mulut, hidung, dan “tali”. Eh, setelah diingatkan ayah, Sofia tambahin lagi dengan telinga dan rambut.

 

Bagus ya lukisan Sofia?

Selamat Idul Fitri 1429H

Sunday, October 26th, 2008

Mumpung masih bulan Syawal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu terlambat. Sofia, Mama, dan Ayah mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Tahun ini Sofia tidak langsung mudik pada hari raya, jadi kami menghabiskan waktu bahagia ini di rumah Jakarta.

Selamat Idul Fitri 1429H
Selamat Idul Fitri 1429H

Sofia Takut

Wednesday, October 22nd, 2008

Sofi baru kembali ke Jakarta bersama ayah dan mama hari ini. Sofia senang bertemu kembali dengan mainannya, boneka kesayangannya, dan juga saluran tivi yang disukainya.

Sofia kembali ke aktivitas rutinnya, termasuk ketika sore hari ditinggal mamanya kuliah.

Tapi akhirnya Sofia sudah bobok sebelum mama berangkat kuliah. Tampaknya ia capek banget, maklum setelah balik dari stasiun dia tidak mau tidur sama sekali, dan selalu mengajak main.

Pada pukul 18:15an, Sofia bangun. Ia langsung keluar dari kamar, dan langsung mencari mamanya.

“Mama di mana, Yah?” tanya Sofia.

Lalu ayah bilang, “Eh, anak ayah bangun. Sini ayah peluk.” Kemudian ayah peluk Sofia. Lalu ayah bilang lagi, “Mama tadi sudah berangkat kuliah. Mama minta ayah tolong pamitin pada anaknya.”

Dibilangin demikian, Sofia tenang, lalu ia melepaskan pelukan dari ayah. Lalu Sofia meminta pada ayah, “Yah, nonton tivi kupu-kupu!”

Jadilah ayah yang lagi nonton CSI langsung batal.

Pada pukul 19:15-an, mama telpon, pertama nanya-nanya seputar artikel tentang Bali, pulau yang lebih dulu terkenal daripada Indonesia ini pernah dimuat di The New Yorker pertama kali pada edisi awal majalah itu, pada 1933 dan 1934. Bali dimuat dalam cuplikan kartun di majalah itu. Kemudian beberapa menit kemudian, sekitar pukul 20:00-an, mama telpon minta dijemput.

Awalnya ayah agak kurang sreg, maklum hari sudah malam. Tapi ayah pikir biar Sofi senang, dan dapat udara segar, boleh lah keluar sebentar. Sambil menunggu mama datang, Sofi minta dibelikan minuman sari kacang hijau Ultra Jaya. Setelah minuman habis, tampak mama datang.

Kemudian kita bertiga balik ke rumah. Ketika sampai di ruas jalan dekat rumah kami, tiba-tiba ada motor ngebut dari arah berlawanan. Dan, parahnya, pengendara motor tersebut juga mendahului motor satunya yang kebetulan berpapasan dengan kami.

Ayah kaget dan panik, maklum bawa Sofi di depan, langsung misuh-misuh. Hampir saja ia menyerempet motor kami. Kebiasaan buruk ya Yah, misuh-misuh, tapi gimana normal aja kaget lalu teriak seperti itu. Habisnya orang tersebut ngawur banget. Dan kekhawatiran di hati ayah bahwa orang tersebut balik ternyata benar.

Orang tersebut balik lagi dan memarkir motornya di depan kami. Dia lalu memaki-maki, dengan mengatakan dirinya tidak salah. Sudah terbukti dia yang salah dan banyak orang menyaksikan hal tersebut. Kami hanya bereaksi saja. Ayah baru sadar ternyata orangnya mabuk. Dan orang tersebut mau mengamuk. Ayah sih siap-siap saja, badan ayah lebih besar, hehehe, apalagi lawan orang mabuk. Tapi ayah khawatir terjadi sesuatu di hadapan Sofi, dan itu tidak baik. Dan memang benar, Sofi menangis kencang-kencang. Lalu Sofi ayah kasihkan mama. 

Untung orang-orang yang nongkrong di jalan itu membantu kami dengan cara memblok orang yang mengamuk itu. Ayah hanya diam saja di motor dengan memendam emosi. Ayah lalu minta maaf pada orang sekitar, “Mohon maaf terjadi seperti ini!” Lalu kami pamitan aja menghindar.

Saat itulah kami berpikir keras, kejadian ini pasti berpengaruh pada Sofia. Dan memang benar. Sampai di rumah, bahkan setelah kami ajak makan atau dia menggambar, Sofia masih berulang kali menyebut kejadian tadi, “Ma, tadi ada orang-orang ya?” demikian ia berulang kami berkata kepada kami. 

“Sofia takut,” katanya.

Saat ini Sofia sudah tidur, tentu saja. Tapi kejadian tadi terus terang mengkhawatirkan kami, sebagai orang tua, dalam perkembangan anak kami. Kami selalu berusaha menanamkan positivisme kepada Sofi. Dan tentu saja, kami sadar anak juga harus mengetahui adanya hal-hal negatif di dunia ini, karena begitulah nantinya dia akan menghadapi hidup di dunia ini. Kami cuma terkejut ketika ia harus menghadapi dalam usia semuda ini, dua tahun empat bulan.

Entahlah, mudah-mudahan tidak. Saya berpikir ada beberapa sisi positif dalam kejadian ini, misalnya tentang sifat dan kesukaan Sofi memaksa untuk duduk di depan ketika mengendarai motor (dalam jarak dekat, misal menjemput mamanya). Atau hal-hal lain. Tapi hal ini lebih baik diulas dalam posting lainnya.

Pesan dari kami, berhati-hatilah sebagai orang tua. Saya pribadi tidak luput dari hal ini, dan pesan ini terutama kami tunjukkan pada kami sendiri. Berhati-hatilah ketika marah di rumah tangga Anda, terutama di depan anak. Anak Anda adalah perekam paling mutakhir dan rekamannya tidak mudah lekang oleh waktu dan cuaca.

Ketakutan Sofia adalah pelajaran utama kami sebagai orangtuanya.

Gambar Manusia

Tuesday, October 21st, 2008

Inilah gambar pertama Sofia yang dia nyatakan sebagai manusia. 

Ayah yang awalnya mengetahui hal ini, ketika ayah tanya pada Sofia, dan ia menjawab itu adalah mata, hidung, mulut, dst. Mulanya ayah bingung, karena Sofia menggambar secara terbalik. Coba lihat gambar ini terbalik, pasti bingung.

Dan Sofi memang menggambar dengan cara terbalik, dimulai dari separuh kepala (atas), lalu menggambar kedua bola mata, lalu hidung, lalu mulut, dan menutup separuh kepala bagian bawah. Kemudian ia menggambar garis. Tapi Sofia mengatakannya sebagai tali, ia sampai sekarang masih menganggap itu seperti balon :) Dan kemudian menambahkan dengan rambut.

Selamat anakku sayang. Ketika ayah mengetahu hal ini, ayah lalu memanggil mama dan embahnya. Dan Sofia menunjukkan berulang-ulang ia menggambar obyek lainnya. Sayang gambar tersebut tidak terdokumentasi dan sudah diwarnai oleh Sofi, maksudnya sudah dicoret-coret tidak keruan. Maklum, sampai sekarang Sofia belum bisa mengontrol cara mewarnai gambarnya.

Sofia memang tidak pernah diarahin harus menggambar apa. Sofi biasanya hanya pingin menggambar. Dan kadang-kadang, kalau Sofi meminta, ayah atau mama akan menggambar suatu obyek hingga Sofia senang. Kami tidak berharap ia sempurna menggambar sesuatu dalam aktivitas ini. Kami hanya berharap Sofi senang melakukan aktivitas itu. Dan, alhamdulillah, terbukti bahwa cara yang kami usahakan cukup berhasil, paling tidak hingga saat ini.

Foto lain dan video menggambar akan menyusul. Akan direkam dulu ya!

Sofia Ke Rumah Embah

Monday, October 13th, 2008

Kali ini Sofi ke Rumah Embah di Solo hanya sama Ayah. Mama masih di jakarta. Mama gak mau bolos kuliah lama-lama. Soalnya bentar lagi UTS trus Mama juga banyak PR. Kasihan Mama. Tapi Sofia ngerti kok. Gak papa, kan nanti Mama juga nyusul Sofia tanggal 15 Oktober. Dan juga, Mama biar cepet lulus. Ya Ma ya?

Habis Magrib, Sofia dan Ayah naik taksi ke Gambir. Mama melepas kami dengan berkali-kali mencium dan memelukku. “Ya Ma, Sofi juga sayang Mama”, kataku dalam hati. Sofi gak nangis loh. Sofikan udah besar, Umur Setahun empat bulan. Jadi udah bisa paham kalo Mama sama Ayah kasih penjelasan. Mama sama Ayah kan gak pernah bohong sama Sofi. Beliau selalu kasih tau Sofi apapun itu. Enak, Sofi selalu diajak ngobrol.

Sampai stasiun, Sofi dibeliin ayah donat. Mmm,,, enak deh. Trus habis itu kami naek ke dalam kereta, hmmm dingin. Ayah nelp mama beberapa kali. Tapi Sofi nggak  mau ngomong sama Mama. Sofi sedang enjoy Ma. Bukannya kenapa. Asik deh rasanya. Sofikan gak sabaran dari kemaren. Pengennya cepet-cepet ketemu Embah. Tadi saja baru sampe stasiun Sofi sudah tanya sama Ayah,”Embah mana Yah?”

Jam 10 malam, kereta sudah dari jam 8 tadi berangkat. Ayah nelp Mama lagi. Gara-garanya Sofia minta maem. Mama bilang Ayah kalau tadi Sofi sudah makan cukup. Ayah juga bilang kalau Sofi sudah makan donat banyak. Tapi Sofi bilang lapar. Ditelepon Sofi bilang sama mama,”MAAA OFIA LAPAR!! MAU MAEM!!” Usut punya usut, ternyata Sofi cuma laper mata. Gara-gara melihat pegawai kereta yang hilir mudik bawa piring kosong. “Sofia, Sofia,,,,” kata Mama dan Ayah bergantian.

Esok harinya jam 1/2 6 pagi Ayah nelp Mama. Kasih kabar kalau kami sudah sampe rumah Embah dengan selamat. Alhamdulillah.

Keliling Jawa

Tuesday, August 12th, 2008

Pada September lalu, Sofia punya kesempatan berlibur lagi. Maklum, Sofi kan harus mengikuti jadwal kuliah mama. Pada kesempatan libur yang lumayan lama ini, Sofi diajak mama dan ayah pulang kampung, menengok embah (Sukoharjo) dan eyang (Jombang). Catatan ayah, pembedaan ini dibuat biar Sofia gampang mengingat nama kakek neneknya.

Dan ini catatan mama tentang liburan ini:

 

Senang, adalah kata pertama untuk menyambut liburan saya semester ini. Rencana liburan sudah dirancang jauh-jauh hari dan suamipun sudah berjanji tak akan mengambil kerjaan selama kami berlibur. Namun kali ini kami hanya akan menghabiskannya disekitaran Jawa Tengah dan Jawa Timur berhubung bersamaan dengan menghadiri pernikahan bulik (tante) saya di Purwantoro -sebuah desa di perbatasan Wonogiri, Jateng dan Ponorogo, Jatim. Kebetulan juga sewaktu di Jombang kami diajak menjadi rombongan iring-iringan pengantin keponakan bapak mertua saya.

Pertama-tama kami terbang ke Solo tanggal 24 Juli dengan Airasia yang telah kami pesan dua bulanan yang lalu. Dengan 500 ribu rupiah nett kami bertiga bisa sampai Solo dari Jakarta :D dalam waktu 1 jam perjalanan. Dilangit Solo kami disambut angin kencang yang membuat pesawat ini bergoyang-goyang menegangkan saat akan mendarat di Bandara Adi Sumarmo. Suhu 29 derajat celcius dan berangin sudah membuat udara dingin di musim bediding ini. Dimana kembang-kembang pohon randu mulai bermekaran (atau pohon kapuk yang menghasilkan kapuk kapas sebagai bahan membuat kasur) dan pohon-pohon di kanan kiri jalanan kota Sukoharjo yang selama musim kemarau berguguran mulai bersemi dengan daun-daun light greennya atau hijau pupus.

Rencana liburan dua minggu ini kami isi dengan berbagai kegiatan wisata. Mulai dari wisata alam diantaranya ke ketep pass -menikmati pemandangan gunung merbabu merpapi- yang terletak diantara dua gunung tersebut, ke pantai Parangtritis Yogyakarta, ke Songgoriti -menikmati suasana puncak- di kota malang. Wisata budaya diantaranya menyaksikan kirab keraton Surakarta dalam rangka HUT naik tahta raja Surakarta dan kami beruntung bisa melihat dengan sangat dekat putri bung Karno dengan Dewi Sukarno yaitu Kartika yang datang bersama suami dan anaknya, kami juga mengunjungi candi Borobudur karena saya belum pernah :D dan juga mampir ke pasar Klewer Solo dan pasar Bringinharjo di Malioboro yang semakin padat. Untuk wisata pertanian atau agro wisata kami ke kebun strobery Agrokusuma di Batu Malang. Tak ketinggalan kami juga melakukan wisata kriminal yang sekarang sedang hot di masyarakat Indonesia yaitu wisata ke rumah Ryan Sang Jagal dari Jombang yang kebetulan lokasinya di Kampung sebelah kampung suami saya :D .

Walau kami sendiri wong jowo, tapi masih sangat banyak tempat wisata di sekitaran Jateng dan Jatim pada umumnya yang belum pernah kami kunjungi. Untuk selengkapnya silahkan baca tulisan-tulisan saya dalam episode Road To Java berikutnya ;)

Untuk melihat koleksi foto-foto liburan kami, silakan dilihat arsipnya dalam album Road to Java di sini.

Atau silakan lihat masing-masing set, yaitu koleksi foto berdasarkan kegiatan yang kami lakukan:

Dan ini adalah video rekaman saat Sofia main-main di pantai Parangtritis. Ternyata Sofia suka pantai lo. Belakangan, setelah rekaman itu dibuat karena baterai sudah habis, ia merajuk minta main terus. Padahal hari sudah hampir malam, dan karenanya jadi sangat dingin.

 

Lukisan Pertamaku

Thursday, July 3rd, 2008

Berikut adalah beberapa karya lukisan yang digambar oleh Sofia sendiri:

#1. Karya pertama, awal ketika dia belajar memegang pensil dan merasakan guratan tangannya berbentuk sesuatu di kertas putih itu. Amazing face. Surprises!

#2. Lalu garis-garis itu makin banyak.

#3. Garis-garis itu makin intens dan keras.

#4. Dan garis-garis itu berubah bentuk menjadi lingkaran-lingkaran. Kali ini dia sudah mulai berani menggunakan berbagai macam warna yang dia suka.

#5. Lingkaran itu mulai penuh dan utuh. Yay! Sofia sudah punya keinginan menggambar sesuatu.

#6.Dan sesuatu itu makin terlihat :-)

#7. Kali ini kami membelikannya krayon. Buku sebelah kanan adalah buku gambar pertama Sofi. Kami belikan buku ini dengan harapan agar ia melakukan aktivitas corat-coretnya di buku ini, dan bukan di tempat lain, misalnya tembok atau lantai atau meja. Terbukti benar, tembok rumah kami hanya tercoret satu kali, dan itu pun tidak sengaja. Hanya meja yang sering tercoret oleh krayon, ini pun karena Sofia terlalu semangat menggambar sehingga melewati batas kertas di bukunya.

#8. Dan inilah hasilnya. Coba, apakah itu sebuah bentuk muka? Tapi ketika kami tanya, Sofia belum menjawabnya.