Archive for the ‘Dunia Sofi’ Category

Batuk Pilek di Awal Tahun

Thursday, January 21st, 2010

Sejak kemarin siang badan Sofi mulai memanas. Sebelumnya dia ngeluh pusing. Tapi Mama baru yakin pas Sofi bangun tidur sorenya.

Diukur pakai termometer kempit :D suhunya langsung nanjak ke 38.4 derajat. Tapi Mama gak panik. Ya. Soalnya Sofi juga gak rewel. Dia masih tetep asyik bermain.

Walau begitu saya berkali-kali nanya ke Sofi,”gimana nak? Yang sakit apanya?”, atau,”masih sakit nak?” Sampai-sampai Sofi nyeletuk,”Udah to Ma, jangan ditanyain terusss!” Ups!

Sofi juga bilang,”Sofi sedang nggak enak badan Maa.. bukan sakit.” Ya, dia paranoid dengan kata-kata “sakit” karena asumsinya harus minum obat.

Padahal saya juga nggak pengen buru-buru kasih dia obat. Tapi buat jaga-jaga, saya nitip Pamol ke Suami yang lagi nonton Sherlock Homes di PIM. Soalnya di rumah lagi gak punya persediaan. Trus suhu terakhir sebelum tidur 38.7 derajat.

Sebenarnya kalo besok Sofi masih panas, saya pilih kasih dia kunyit dulu. Tapi ternyata ketika saya bangun pagi panasnya sudah turun. Alhamdulillah deh. Jadi mamanya gak kawatir ninggalin dia di rumah. Saya ada janji ketemu dosen pembimbing pagi ini.

Siangnya ketahuan deh batuk pileknya keluar. Suaranya jadi aneh. Sayapun sudah siap klo harus begadang malam ini. Biasanya Sofi rewelnya kalo pilek. Hidung mampet ganggu tidurnya.

Tapi sampai saya nulis blog ini tidurnya masih pulas dengan posisi miring ke kiri.

Saya berpikir apa penyebab sakitnya Sofi. Dan ada beberapa kemungkinan yang saya dapat:

1. Lagi musim dingin. Tadi pembimbing saya juga bilang musim dingin musim anak panas. Soalnya cucunya juga sedang sakit dan setelah selesai dengan saya dia mau nganterin cucunya pijit.

2. Gara-gara Buavita. Dua hari yang lalu Ayah beli 6 karton Buavita berbagai rasa. Padahal kami lebih suka buah benerannya daripada yang begituan. Penyebabnya promo beli 3 karton @Rp17.500,- dapat 1 tiket masuk gratis Snow Bay.
Saya berkata dalam hati kalau rasanya muanis banget. Trus baca kandungan isinya langsung membatin, nggak tuman ah.

Penyebab yang kedua itu sepertinya yang paling kuat. Soalnya tadi sore pas Ayah kasih dia yang rasa mangga, batuk Sofi langsung menjadi-jadi. Langsung Saya tekankan agar Sofi tidak boleh minum yang manis-manis dulu sebelum batuknya lenyap.

Kami putuskan untuk memberinya ramuan sesendok kecap campur sedikit perasan air jeruk nipis. Tapi Sofi menolak dan menangis. Blom juga dibikinin nak :)

Dia bilang nggak suka rasanya yang kecut. Saya bilang,”tapi kenapa Sofi suka es jeruk ya? Dia kan juga manis manis asem.” Setelah berargumen dengan Ayah dan Mamanya, Sofi memutuskan mau minum tapi besok.

Kamipun menambahkan kata-kata,”Yaa besok minumnya tapi kalo masih batuk ya! Kalo udah sembuh ngapain minum ya nak?” Tujuan kami untuk memotivasi dia untuk segera sembuh (self healing).

Sebelum tidur tadi dia mengulangi kata-katanya untuk minum kecap besok. Sayapun bilang dengan jawaban yang sama. Sekarang dia tidur pulas di samping Ayahnya. Cepat sehat ya Nak.. Sayangku.

Sofia (Sukses) ke Dokter Gigi

Sunday, December 13th, 2009

Halo temann…. tau nggak? Gigi Sofia tuh jelek. Kena karies gigi. Jadinya giginya ada yang coklat-coklat, bahkan item-item.

Mama ma Ayah bingung. Kok gigi Sofia bisa begitu, kenapa ya? Padahal Sofi belum pernah makan permen. Orang tua Sofia tidak pernah ngenalin yang namanya permen ini lho. Aku juga nggak ngedot. Sofi juga rajin sikat gigi dari dulu. Setiap hari, ketika bangun pagi dan setiap malam sebelum pergi tidur. Trus kenapa coba sebabnya?

Sebabnya ketahuan pas kemaren, saat Sofia periksa ke dokter gigi. Hiiii ke dokter gigi, apa teman-teman takut dengarnya? Ya, teman-teman, Sofia ke dokter gigi. Bahkan sudah dua kali.

Soalnya begini, pada akhir Nobember lalu waktu Sofia liburan di rumah Eyang, Sofia suka mengeluh pada ayah. Ini, Sofia tunjukkan gigi geraham sebelah kanan, katanya sakit. Juga pada Jum’at lalu, tanggal 4 Desember, Mbah kakung dateng bawa oleh-oleh kesukaan Sofi, keripik pisang. Tapi waktu Sofia makan dapet yang keras Sofi ngeluh giginya sakit.

Ayah lalu googling dokter gigi anak yang bagus untuk Sofi. Akhirnya nemu dokter gigi anak di Bintaro dari suatu milis. Nama kliniknya Canina Dental Care. Alamatnya di Plaza Bintaro Satoe lt. 1 Blok B, Jl. Bintaro Utama No. 1, Sektor 1 Bintaro Jaya. Telp. 021-7388 1338. Nama dokternya drg. Luh Putu Puspitawati, Sp. KgA.

Ayah dan Mama emang lagi nyari-nyari dokter gigi yang oke buat Sofi. Maksudnya oke itu, dokter yang telaten dan sabar ma anak-anak. Dokter yang khusus menangani anak itu sebutannya pedodontist, dokter gigi yang khusus merawat gigi anak. Akhirnya dengan bismillahirrahmanirrahim semoga Sofia cocok, kami pun berangkat sore itu juga setelah siangnya Mama bikin Janji.

Praktek Cerita di Buku

Berbagai usaha Ayah dan Mama lakukan agar Sofi mau ke dokter gigi. Dulu waktu masih umur dua tahunan, berbekal cerita dari buku seri Nisa yang diterbitkan Mizan. Sofi dibawa ke Puskesmas di Warung Jati, Kalibata deket rumah lama. Ujung-ujungnya Sofia gak mau turun dari gendongan Mama dan tidak mau sama sekali membuka gigi plus nangis ketakutan. Akhirnya ayah yang diperiksa giginya ma bu dokter. Tapi Sofia gak mau ngeliat. Kesimpulannya percobaan pertama gagal. Untung cuma di Puskesmas :)

Setelah peristiwa itu Mama dan Ayah semakin was-was, gimana caranya agar Sofi mau ke dokter gigi. Akhirnya mereka hanya selalu mengupayakan menjaga kebersihan gigi Sofi sampai Sofi mau benar-benar ke dokter gigi.

Lama setelah itu, kami pindah ke rumah (kontrakan) baru ini delapan bulan yang lalu. Karena deket dengan Pondok Indah, jadi Ayah sering ajak Mama dan Sofi ke ELC di PIM2. Nggak sengaja di sana Mama nemu buku bagus. Judulnya The Complete Book of First Experiences. Tinggal satu-satunya disitu lagi. Yang asik cerita-cerita di dalamnya cocok dengan umur Sofia. Salah satu cerita di situ adalah Going to the Dentist. Cerita dan gambarnya lebih menarik dan pas banget dengan kejadian-kejadian yang sebenarnya dibandingkan dengan buku Sofia yang lama. Satu hal yang penting, tidak ada kesan yang menakutkan dalam ceritanya. Lagi-lagi tidak seperti buku yang lama. Sofia pun langsung jatuh cinta dengan buku itu. Tiap mau tidur minta dibacakan salah satu dari sembilan cerita didalamnya. Bahkan kemaruk minta dibacain dua cerita :D .

Jadinya, pas ke dokter gigi kali ini Sofia dibesar-besarkan hatinya oleh Mama dan Ayah bahwa Sofia akan mengalami kejadian yang sama dengan tokoh cerita di Going to the Dentist yang pastinya akan sangat menyenangkan. Dan Sofiapun berhasil terhipnotis cerita dalam buku itu.

Sofia Punya 7 Gigi Berlubang

Ternyata Canina Dental  Care benar-benar disetting untuk anak-anak! Pas masuk aja Mama langsung merasa senang dengan suasanya yang anak-anak banget. Dan dokter Putu juga childlike banget :D . Mama dan Ayah sangat bersyukur.

Pas datang Sofi langsung diajak sikat gigi ma susternya yang ramah-ramah sekali. Pas mama suruh nyikatin Sofi ketahuan deh Mama salah cara nyikat giginya, tapi kalo Ayah benar. Yaitu naik turun atau memutar. Tapi ayah cerita juga kurang sabar, kadang-kadang sikatan begitu, sering nggak. Akibatnya gigi Sofia jadi kurang bersih.

Mama lalu sibuk membuka buku Sofia yang Mama bawa. Mama menunjukkan pada Sofi apa saja yang sama dengan yang ada dalam buku. Kursinya yang bisa naik turun, peralatan dokternya, masker dan sarung tangan dokternya, lampu yang diatas, tempat kumurnya bahkan dokternya yang sama-sama baik juga mama tunjukkan sama Sofi.

Habis itu Sofi diajak naik ke tempat duduk yang bisa dinaikan dan diturunkan. Di buku Sofia yang lama namanya kursi astronot. Tapi di buku Sofia yang baru hanya dibilang kursi khusus. Sofi awalnya mau duduk. Tapi ketika sandaran kursinya diposisikan datar, Sofia nangis. “Sofia nggak mau sandarannya diturunin!” Jadinya dipangku Mama deh.

Setelah duduk, suster mengenalkan Sofia masing-masing alat yang ada di situ teman-teman. Lalu tiba-tiba alatnya dinyalain, rrrrr. Sofia agak takut awalnya. Tapi suster bilang, “Lihat ini mainan yang berguna untuk menyedot air atau kotoran…” Suction ya namanya? “Sini tangannya, coba, asyik kan ada anginnya..” Lalu tangan Sofia dicoba dengan alat itu. Iya, nggak sakit. Sofia tidak takut.

Sofi awalnya tidak mau membuka mulutnya waktu ditunjukkan alat seperti sendok itu. Mama bilang, loh itu kan seperti di bukunya Sofi. Itu berguna untuk membantu melihat kondisi gigi Sofia. Tapi Sofi tetap nggak mau. Dokter lalu meminta ayah mencoba alat seperti sendok itu ke mulutnya. “Begini lho, nggak apa-apa kan?” Akhirnya Sofi mau deh buka mulutnya. Kemudian dokter mulai memeriksa gigi Sofi. Dokter juga menyentuh gigi Sofi satu per satu. Kata ayah dan mama, biar dokter tahu mana gigi Sofi yang sakit. Suster lalu mencatat semua yang dibilang dokter, misal gigi atas berlobang parah, yang bawah juga, begitu teman-teman. Bahkan ada nomornya teman-teman. Lucu ya gigi Sofia bernomor.

Gigi Sofia Dibersihkan

Gigi Sofia Dibersihkan

Tibalah saatnya untuk membersihkan gigi Sofi. Awalnya Sofia menangis melihat alat seperti sedotan berujung tajam itu. Mama belakangan cerita, itu alat untuk membersihkan karies gigi. Dokter Putu dengan telaten dan sabar mengenalkan Sofi peralatan-peralatan dokternya terlebih dahulu sebelum memeriksa gigi Sofi. “Lihat, ini untuk membersihkan giginya Sofia. Ini nggak sakit kok. Coba mana tangan Sofia?” Lalu Sofi dengan sedikit ragu memberikan tangannya. “Lihat dokter coba di kuku Sofia. Nggak sakit kan? Nah, gigi itu lebih kuat daripada kuku. Jadi pasti tidak sakit.” Gigi Sofi kemudian dibersihkan, awalnya Sofi juga meronta-ronta dan menangis kencang. Ayah akhirnya menawarkan, apakah ganti dipangku ayah.? Ya, Sofia mau dipangku ayah. Sepanjang pemeriksaan itu Sofi duduk dipangku ayah.

Hasilnya, ada 7 gigi Sofi yang berlubang dan harus ditambal. Untungnya ketujuh gigi itu lubangnya belum sampai syaraf, maka Sofia belum merasa sakit gigi (parah). Gigi berlobang itu harus ditambal, agar kerusakannya tidak berkembang.

Sore itu 2 gigi bawah Sofi ditambal. Tambalnya lucu, warnanya oranye. Bagus deh gigi Sofia sekarang warnanya oranye.

Sofi akhirnya senang ketika sokter bilang. Oke, sudah selesai. Sofi lalu disuruh kumur dan Sofi bisa turun dari kursi kuning itu. Dan, Sofia dapat hadiah dua stiker karena Sofia jadi anak yang baik sore itu.

Sebelum pulang, mama diskusi sama dokter, kenapa ya giginya Sofi bisa menghitam begitu padahal Sofi tidak pernah makan permen dan tidak ngedot. Ternyata sebabnya pas Sofia bayi tiap habis nenen Sofi gak diminumin air putih ma Mama. Kata bu dokter emang penyebab karies gigi pada anak lain-lain. Ada yang karena permen. Ada juga yang karena tingkat keasaman air susu ibu itu berbeda-beda. Jadi sebaiknya diberi minum air agar rongga mulut jadi bersih dari sisa air susu ibu, sehingga gigi tidak mudah terserang karies.

Lihat Gigi Sofia Berwarna Orange!

Lihat Gigi Sofia Berwarna Orange!

Well, buat pelajaran Mama neh, ntar klo punya adek harus rajin dikasih air putih habis nenen :) Oke Ma?!

Minggu berikutnya Sofi diajak ke dokter gigi lagi. Kali ini Sofia tidak pakai nangis lo. Sofia juga diberi stiker dua. Dua gigi Sofia ditambal lagi. Jadi masih tinggal tiga gigi yang belum ditambal, kata mama lobangnya cukup kecil. Dokter bilang gigi susu anak harus dipertahankan sampai tanggal sendiri agar bentuk giginya bagus dan tidak berubah bentuknya akibat gigi susu yang lepas belum pada waktunya. Yang penting Sofi sudah tidak takut lagi ke dokter gigi.

~ Ditulis oleh mama, diedit oleh ayah.

Sofia Bisa Naik Sepeda

Wednesday, November 11th, 2009

Ada satu hal yang membuat Ayah dan Mama terkesan, terkejut dan bahagia sore tadi. Penyebabnya adalah Sofia bisa naik sepeda dengan baik, teman-teman! Padahal sudah beberapa bulan sepeda Sofi rusak. Tidak bisa dikayuh. Tapi sesekali sofia naikin walau tak dikayuh.

Sofia dan Sepeda Pinknya

Sofia dan Sepeda Pinknya

Sofi punya sepeda sendiri pada usia dua tahun lebih beberapa bulan. Ayah dan Mama belinya di pasar Minggu. Di pojokan terminal itu lho.

Sofi dibeliin sepeda merek china alias nggak bermerek gitu, soalnya yang merek-merek seperti United dan Polygon harganya mahal-mahal. Padahal Sofiakan masih kecil. Trus, pasti Sofia cepet besar. Jadi sayang kalo cuma kepake sebentar.

Eee ternyata bener. Sepedanya cuma kepake sebentar. Soalnya rusak, teman! Padahal baru beberapa bulan. Sedih deh. Padahal Sofia senengg sekalii kalo naik sepeda trus didorong Mama jalan-jalan. Ya sudah deh, karena sulit nyari bengkel sepeda, akhirnya sepeda Sofi dibiarkan begitu saja. Sedih, tapi Sofia ngerti. Tapi sekali-kali Sofia tanya Ayah atau Mama, “kapan bisa naek sepeda lagi?”

Sampai Sofi sekeluarga pindah rumah ke Ciputat, tetep sepedanya blom dibawa ke bengkel. Akhirnya, dua bulan kemudian Mama nemu bengkel sepeda disekitaran komplek. Sofia langsung senang! Artinya, sebentar lagi Sofi bisa naek sepeda lagi.

Sepeda Sofi nginep semalem di bengkel itu. Bengkelnya cuma bengkel rumahan. Yang ngerjain seorang kakek. Sofi dan Mama mengambilnya keesokan harinya. Horeee!! Sepedanya udah jadi… Sambil pulang kerumah, Sofia menaiki sepedanya sambil didorong Mama.

Baru dua hari kok sepedanya mulai aneh ya? Rantainya lepas terus dan akhirnya lagi-lagi gak bisa dinaiki. Lagi-lagi Sofia sedih dengan sepeda yang rusak. Sofiapun memakainya untuk mainan saja. Karena rantainya lepas, jadi Sofi malah bisa mengayuhnya walau sepedanya tidak bergerak sama sekali hehehe.

Tiga bulan kemudian, sebagai hadiah buat Sofi yang mau ditinggal Ayah dan Mama backpaking sepuluh hari, Mama dan Ayah berencana membelikan Sofia sepeda baru. Sofia setuju. Tapi minta sepeda yang sesuai permintaannya. Sofi bilang: “Mama, Ayah, Sofia dibeliin sepeda warna kuning yang ada keranjangnya trus kringg! kringg! gitu ya Maa…”

Ayah dan Mama pun keluar masuk toko sepeda. Nyari sepeda warna kuning. Tapi nggak ada. Suatu hari kami lagi pergi trus mampir disebuah toko sepeda di daerah kampung Utan. Mereka ngobrol-ngobrol dengan penjualnya. Karena sepeda yang dicari nggak ada, akhirnya penjualnya malah menyarankan untuk membawa sepeda lama Sofi kesitu untuk diperbaiki. Kamipun semangat lagi, karena Sofia menyetujuinya.

Tapiii… Ayah sibuk terusss… Sepeda Sofi jadinya nggak dibawa-bawa ke bengkel. Dari musim panas sampai musim hujan datang. Kalo mo ke bengkel hujan mulu :(

Tampak Belakang

Tampak Belakang

Alhamdulillah, hari ini tadi Ayah bersungguh sungguh akan membawa Sepeda Sofi ke bengkel, kebetulan ayah sedang tidak sibuk. Pagi sebelum hujan turun, Ayah akhirnya membawa sepedanya ke bengkel dibantu om Taqim. Tapi mereka pulang tanpa membawa sepeda itu kembali. Sofia sedih lagi. Tapi setelah dijelaskan kalo sepedanya ntar suruh diambil jam dua siang Sofia lega.

Tapi mama yang sedikit kawatir. Hujan. Benar, siangnya sempet hujan sebentar. Eee mati lampu juga. Untungnya jam dua lebih sedikit, Ayah mengajak om Taqim lagi ke Bengkel. Ngambil sepeda. Jadi Sofia disuruh bobo siang dulu. Biar ntar waktu bangun sepedanya sudah datang.

Eeee benar saja. Pas bangun Sofia langsung lari ke Ayah. Dan Sofia senangggg sekali sepedanya sudah kembali dan sudah diperbaiki. Nggak sabar neh pengen jalan-jalan keliling komplek.

Adek Coklat Tak Ketinggalan

Adek Coklat Tak Ketinggalan

Karena sudah sore, Sofipun diminta mandi dulu sebelum keliling naik sepeda. Selesai mandi Sofi langsung mencoba sepedanya. Tak lupa adek coklatnya dibawa. Diboncengin dikeranjang depan.

Yang membuat Ayah dan Mama terharu, Sofia langsung bisa mengayuh sepeda itu dengan baik dan bisa menyetir stangnya dengan benar! Luar biasa. Padahal Sofi selama ini ngayuhnya masih setengah setengah alias jedag jedeg. Langsung deh Sofia minta naik sepeda keliling komplek sampe kecapekan hehehehe…

Besok pagi Sofia pengen sepedaan lagi, teman-teman. Kita lihat saja ya, jam berapa Sofia bangun :) . Ditulis oleh Mama.

Bertiga ke Dufan

Friday, June 19th, 2009

Kalo denger kata Dufan, siapa sih yang nggak pengen ngikut?? Iya teman-teman, hari Selasa tgl 16 Juni kemaren, Sofia bersama Ayah dan Mama pergi ke Dufan lohh. Sofia senaaang sekali.

Belum sampe tempatnya saja aku sudah senang, soalnya Mama bilang aku bisa naik komidi putar! Apalagi perjalanannya kesana juga menyenangkan. Kami naek bus way dari lebak bulus sampai tempat. Maksudnya sampe ke dalam arena Ancolnya. Trus gitu bus waynya asyik. Dia lewat Monas, teman-teman. Sofiakan pingin ke Monas lagi, jadi pas ngeliat Monas dari bis, Sofia teriak,”Monasss!! siniii!” sambil ku lambaikan tanganku padanya. Ee yang di dalem bis masa pada ketawaa.

Kami sempat deg-degan pas berangkat. Soalnya sepanjang perjalanan bisnya diguyur hujan terus, tapi Alhamdulillah sampai sana ternyata disana gak hujan sampai kami pulang setelah maghrib. Aku gak lupa bawa elmoku lho ke Dufan. Asik sambil meluk-meluk elmo Ayah atau Mama bisa tetep megangin aku yang lari-lari senang.

aku dan elmoku

Karena aku bobok, tau tau aku sudah masuk di dalam Dufan. Bangun-bangun aku melihat si komidi putar di depan mata. Dan kami langsung naek. Tapi aku agak bingung, kok gede banget ya? trus gitu kudanya banyak lagi. Gak kayak odong-odong di rumah ataupun yang di Carefour. Aku sih mau-mau saja naek. Asyik ternyata, teman! Mamaku aja suka. Liat aja potonya neeh..komidi putar

Habis naek komidi putar, aku pingin naek bianglala. Itu lho teman, yang kayak roda BUESARRR sekali trus berputar-putar. Tapi Ayah mo beliin aku makan siang dulu. Soalnya aku belom maksi. Tadi pas Ayah ma Mama maksi akukan lagi bobok. Yaa gitu deh, akhirnya kami naek biang lala sambil disuapin mama. Nyam nyam nyam! enaaak makan sambil liatin Jakarta dan lautnya dari atas.Maksi di atas bianglala

Habis naek bianglala, aku liat kok ada gajah yang bisa terbang?! Akupun mengajak Mama dan Ayah naek itu. Setelah ngantri agak lama, akhirnya kami bisa naek juga. Tapi Ayah enggak ikut naek. Soalnya Ayah pengen ambil gambar aku dan Mama. Lucunya, pas naek tuh gajah, kita kok gak bisa terbang kayak yang laen ya? Sampai mulai melambat mo berhenti kita tak kunjung terbang. Mama bingung. Aku juga. “Iya ma kok gajahnya gak terbang ya?”, kataku ke Mama. Akhirnya Mama nanya ke petugasnya. Kok gak terbang Mas?! Ooo ternyata biar terbang harus ditarik tuas yang ada di depan kita, hehehe. Langsung deh di tarik ma Mama. Bener kita langsung membumbung tinggi. Jadinya pas dia udah berhenti berputar kami masih melayang di atas. Hihihi, aku liat mama bingung. Tapi aku juga. Aku takut gak bisa turun trus ketemu Ayah, teman-teman. Ee omnya malah ngerjain. Tapi akhirnya kami diturunin kok, horeee. Sayangnya Ayah gak sempat motret kita pas diatas. Karena batere kameranya minta diganti. Tapi gak papa, yang penting ada potonya duduk di dalam gajah.Naek gajah, duduk.

Lanjut naek apa ya, habis naek gajah? kamipun berkeliling dulu. Kami melihat ada wahana kincir-kincir. Wuihhh, kayaknya asyik. Sofi aja jadi pengen. Kamipun melihat sebentar. Tapi kata Ayah dan Mama aku belom boleh. Masih terlalu kecil katanya. Iya ya, tiket masuk aja aku belom bayar. Soalnya tinggiku satu meter kurang dua senti hehehe.

Wahana kicir-kicir

Yaa sudah deh. Akhirnya kami memutuskan ngantri buat naek kereta laba-laba yang letaknya di depan wahana kincir-kincir tadi. Mama dan Ayah berniat menaikkan aku kereta ini karena kayaknya gak nakutin buat anak-anak seusia aku. Soalnya jalurnya cuma pendek trus gak terlalu tinggi juga gak pake berbalik kayak di wahana halilintar. Akhirnya aku berduaan sama Mama naek wahana ini.

Wahana kereta laba-laba

Ya Allah ya Allahh… ternyata seremm banget naek kereta ini. Mama aja sampe teriak-teriak. Aku emang ketakutan tapi diam aja. Pas putaran ketiga baru deh aku nangis. Soalnya aku dapet bonus kejedug. Mama disela-sela istigfar dan teriaknya mencoba menghiburku sambil merangkulku,”sebentar lagi selesai kok nak, udah kok nak”, gitu-gitu. Sampe berhenti dan turun aku masih menangis. Ayah jadi ikutan panik gitu. Soalnya melihat aku nangis trus mendengar laporan mama yang langsung nerocos. Mama bilang,”it’s not recomended for under 5 year!” kata mama kesal. Ayahpun langsung menggendongku dan memberiku minum. Tapi aku nangisnya gak lama kok. Buat nenangin aku, kamipun istirahat sholat trus Ayah ngopi-ngopi. Kamipun siap bersenang-senang lagi :) .

Aku sudah nggak nangis lagiSenyum natural Ayah. Kata Ayah ndiri sih hee

Habis itu kami ke istana boneka. Lucu ya, masa sambil naek perahu kita bisa liat-liat banyak boneka dengan pakaian adat mereka. Mulai dari pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, juga pakaian adat negara-negara diseluruh dunia lho. Awalnyaa aku kaget pas mulai masuk ke dalam. Kok gelap. Pikirku. Ternyaata, makin ke dalam makin terang kok. Aku senang deh. Soalnya sambil liat-liat boneka aku sambil makan es krim!

Ngantri masuk istana boneka Makan es krim sambil liat boneka

Boneka2 cantik

Didalam Mama melihat sesuatu yang aneh. “Dilarang Naek Stage”, begitu bunyi tulisan yang membuat Mama berkomentar. Katanya, kenapa sih orang Indonesia tidak pede make bahasanya sendiri. Kenapa nggak pake panggung saja kata-kata stagenya. Atau nggak pakai dua bahasa juga bisakan. Toh tulisan yang lain juga dua bahasa. Yaa begitulah gerutu mama. Oo begitu ya Ma? kataku dalam hati sambil menjilat es krim.

Kok stage sih

Kami pun melanjutkan jalan-jalannya ke area wild west. Disana kita cuma poto-poto. Habisnya males. Wahananya kayaknya kurang menarik buat aku.

Hot Shot Wild West

Nongkrong di wild west

Habis itu aku pengen bergaya di foto Ayah. Trus karena sudah mulai laper, kamipun makan dulu. Mama ngajakin makan di Masakan Padang. Makanannya pedes semua. Sofia gak mau makan. Lagian kan aku belom lapar.

Bergaya kelinci

Ayah dan Mama ngisi bensin hehehe

Setelah orang tuaku kenyang, kami jalan lagi. Kali ini kami menuju wahana TORNADO! Tapi kami cuma liat kok. Gak berani mo naiknya. Mama aja ogah. Ayah juga gak mau. Yaudah, kita poto-poto aja disana.

Nonton TornadODi depan tOrnadO

Wah sudah maghrib. Kamipun memutuskan untuk segera pulang. Tapi kami pengen naik komidi putar sekali lagi. Soalnya kalo udah mulai gelap gini lampu-lampu hiasnyakan mulai dinyalaain. Pasti bagus deh. Kayak bianglala ini dari kejauhan bagus ya? Aku jadi pengen poto-poto bergaya ma Ayah juga ma Mama.

Bagusnya si BianglalaBiangnya Lala

Bianglala ke dua

Lihat!! Komidi putarnya indah sekalii!! cahaya lampunya yang terang benderang membuat aku senang. Ayo naikk!

Indahnya si Komidi yang berputar-putarBerkuda dng Mama

Ditarik kereta kuda

Uudah deh. Malam mulai gelap. Dan kamipun pulang dengan hati gembira. Ayah dan Mama tanya padaku, “Hari ini Sofia suka nggak?”, aku jawab, “Suka ma!”. Dan bus way pun kembali membawa kami pulang ke rumah.

Ohya, kalo mau liat foto-fotoku di Dufan yg lebih kumplit, ada di facebooknya mama ya! Silahkan berkunjung :) Sampe ketemu lagi teman-teman. Byee!! (Ditulis oleh: Mama)

Selamat Ulang Tahun Sofia

Tuesday, June 9th, 2009

Sofia Meniup Kue Ulang Tahunnya

Selamat Ulang Tahun Sofia. Sudah tiga tahun usiamu. Semakin tambah besar. Semakin bertambah ilmu.

Hari ini, apa pun kau tanyakan. Ini apa, ayah? Sofia pingin lihat, mama! Sofia pingin tahu. Sofia gendong dong, Sofia pingin sentuh. Dibuka dong ma, Sofia pingin tahu bentuknya.

Dan, ayah, mama, selalu berusaha belajar untuk memahamimu. Kau sekarang menuntut, nak. Ayah dan mama, kadang bingung, apa itu yang kau bicarakan. Apa itu semua yang kau tuntut. Dan kau menangis. Ayah dan mama pun terpaksa berbohong, bila terpaksa, pura-pura kami paham semua yang kau bicarakan.

Tak sering pula kami tertawa, nak. Ternyata imajinasimu, khayalanmu, daya pikirmu jauh di luar yang kami bayangkan. Sungguh, nak, ayah dan mama hanya berharap, semoga kami selalu dapat mengikuti dan mengantarkanmu menjadi anak yang hebat dan baik.

Kami juga suka jengkel nak, tapi campur ketawa, betapa tuntutanmu terlalu konyol. Dan kami tak tahan untuk selalu menuruti, atau menjawab, atau menanggapi semua pertanyaanmu yang tiada henti dari bangun tidur hingga kau akan tidur.

Nak, kami selalu bangga menjadi ayah dan mamamu.

Selamat Ulang Tahun anakku. (Ditulis oleh Ayah)

Sofia Sekolah di TK Mini Pak Kasur

Tuesday, December 9th, 2008

Halo teman-teman. Mulai Sabtu kemarin, Sofia sudah terdaftar di TK Mini Pak Kasur. Yah, memang agak telat masuknya sih. Tapi ayah dan mama memang pingin agar Sofia punya teman banyak, bisa bermain dan belajar bersama-sama.

 

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

Sofia mau sekolah di TK Mini Pak Kasur

 

 

Awalnya sih Sofia diajak lihat-lihat dulu sama ayah dan mama. Sofia senang. Di sana banyak mainannya. Ada ayunan. Luncuran. Juga panjat-panjatan. Teman-temannya juga lucu. 

Ketika ditanya ayah, “Apakah Sofia ingin sekolah?”

Sofia langsung aja menjawab tegas, “Iya, Sofia pingin sekolah”

Akhirnya Sofia didaftarkan menjadi siswa di TK Mini Pak Kasur di Pasar Minggu. Untungnya daftar di tengah masa pelajaran ini diperbolehkan. Sebenarnya sih karena usia Sofia masih 2 tahun 6 bulan, Sofia hanya playgroup, tapi yang penting Sofia senang sekolah. Sofia masuk kelas Gelatik. Hiii lucu namanya ya, kayak lagu kesukaan Sofia

Burung gelatik hinggap di jendela
Aduh kasian, aduh kasian

Sayapnya patah tak bisa terbang
Aduh kasian, kasian

Mari kutolong, kuberi obat
Supaya sembuh, kembali sehat

Sabtu kemarin Sofia resmi masuk sekolah. Sofia pake seragam olahraga TK Mini. Juga pakai tas. Karena tas dari TK-nya belum ada, Sofia masih pake tas punggung kesayangan Sofia. Horeee! Nanti Sofia cerita lagi ya.

Sofia Melukis (bagian dua)

Tuesday, December 9th, 2008

Setelah sebelumnya bercerita tentang lukisan pertama Sofia, kemudian Sofia berhasil menggambar bentuk manusia yang lebih jelas dan sempurna, berikut ini perkembangan kegiatan Sofia dalam melukis.

 

Sofia ketika melukis

Sofia ketika melukis

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia melukis manusia lebih sempurna

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Sofia ketika melukis, serius sekali ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, mirip Sinchan ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, hhiiii kayak hantu ya?

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Lukisan Sofia, ini katanya Sofia

Makan

Monday, November 3rd, 2008

Penyuka Sate ayam

 

Sofia makan, itu biasa. Tapi Sofia suka makan apa saja, itulah berkah yang kami rasakan sebagai orang tua.

Sejak Sofia di kandungan (makannya lewat mamanya, hehehe), hingga ia mulai belajar mengenal makanan pada usia 6 bulan, dan memulai makan saja (Sofia berhenti minum ASI setelah 2 tahun), kami selalu menawarkan beragam pilihan kepada Sofia, baik itu makanan atau jajanan atau minuman. Saya sendiri ingat pada saat hari pertama Sofia belajar mengenalkan makanan, mamanya mengenalkan minum jus jeruk. Saya tertawa keras ketika melihat ekspresinya yang kaget bercampur suka dengan rasa jeruk itu (gambar kalau ada akan saya upload).

Jadi, hampir segala jenis makanan bisa disukai oleh Sofia, mulai dari pecel (tanpa sambelnya, ia hanya makan sayurnya), sate hati kambing, sate ayam, soto ayam, makaroni, atau juga salad. Sofia juga tidak menolak ketika kami tawarkan yogurt plain (bayangin rasanya tuh!) atau olahannya semacam milkshake, atau madu dan teh (ini favoritnya). Saya juga kadang-kadang suka bikin makanan olahan campur aduk, hehehe, maklum iseng karena kelaparan, misal: yogurt+pepaya+roti marie+susu+madu+sereal, dan ketika Sofia saya tawari, ternyata ia minta dan semuanya dihabiskan dia. Begitulah. Atau, kami juga suka iseng bikin jus yang bahannya seperti: storeberi (3-5 buah, besar)+susu+yogurt+gula+air, atau jus mangga+shake: beberapa iris mangga matang+susu+yogurt+gula+air, Sofia suka semuanya.

Dan, tak lupa buah-buahan, apa saja Sofia suka, kecuali… (entah apa ya ma, ayah lupa yang Sofia nggak suka). Stroberi, durian, blimbing, nanas, jeruk, apel, pir, salak, pisang, pepaya, semua Sofia suka.

Ya, kadang-kadang kami memang beli bakso atau mi ayam atau makanan fast food, tapi kami berusaha untuk menghindari sejauh mungkin makanan ini. Ya mungkin 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali tak apalah, kadang-kadang ayah atau mamanya kan pingin, jadi anaknya terpaksa mencicipi kan. Untuk hal satu ini, terus terang kami ketat dan disiplin. Kami ingin keluarga kami, dan terutama anak kami Sofia mendapatkan makanan sehat, segar, dan bergizi. Kami berusaha menghindari makanan buatan (kimiawi), berpengawet, berpewarna dan lain-lain, sejauh mungkin. Kalau terpaksa, dan kadang-kadang, ya tak apalah.

Tentu saja kami bersyukur dengan anugerah ini. Denger-denger anak kecil yang agak rewel dengan makanan. Tapi kami memang tidak putus asa mengenalkan beragam makanan baru, entah itu makanan jawa, padang (ya, Sate Padang sofia juga suka, tentu saja sambelnya harus dihisap), atau juga makanan Eropa, meskipun masih belum mahir (maklum kitanya jarang makan).

Memang, kadang-kadang, Sofia juga suka rewel tidak mau makan atau minum, seperti anak kecil lainnya. Tapi biasanya ini karena suasana atau keadaan yang kurang pas. Dan untuk membalikkan keadaan ini, ya tentu saja mamanya suka mengajak makanan di depan rumah, karena suasananya segar. Padahal nanti setelah di depan, mamanya suka mengajak dia kembali ke dalam. Mama cuma bilang, “Nak, di luar dingin udaranya, yuk ke dalam lagi yuk!” Dan memang udara dingin, atau panas, jadi kami tidak pernah berbohong. Akhirnya Sofia masuk lagi ke dalam. Atau, jangan sampai memunculkan makanan/minuman kesukaan Sofia sebelum tugas makan utamanya selesai, ini akan menghentikan kegiatan makannya dan akan susah mengajak kembali. Maka kami berusaha menyembunyikan hal-hal tersebut, misalnya krupuk, susu, atau Yakult, semua yang disukai Sofia sebelum makannya habis. Setelah habis, barulah kita keluarkan.

Sofia juga suka menyanyikan lagi ini:

Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya, pakai sepatu baru
Dua tangan saya, yang kiri dan kanan
Satu mulut saya, tidak berhenti makan 

Anak doyan makan adalah satu hal untuk mencapai gizi yang baik. Dan tentu saja, kita berdoa agar selalu dikaruniai kesehatan karena makanannya. Dan tak lupa berharap barokah.

Berikut gambar-gambar ketika Sofia makan :)

Makan Nasi Goreng

Makan kue banjar

Makan kue banjar

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Makan Soto Ayam Jawa (ayam Kampung) di depan Pondok Tambakberas Jombang

Minum Jahe coklat

Minum Jahe coklat

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Mie Ayam di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Makan Stroberi petikan sendiri di Batu, Malang

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Jagung belum habis, eh sudah bobok

Video: Menggambar Manusia

Saturday, November 1st, 2008

Teman-teman, ini lo rekaman video ketika Sofia sedang belajar melukis. Sofia melukis kepalanya dulu, lalu dua mata, mulut, hidung, dan “tali”. Eh, setelah diingatkan ayah, Sofia tambahin lagi dengan telinga dan rambut.

 

Bagus ya lukisan Sofia?

Selamat Idul Fitri 1429H

Sunday, October 26th, 2008

Mumpung masih bulan Syawal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu terlambat. Sofia, Mama, dan Ayah mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Tahun ini Sofia tidak langsung mudik pada hari raya, jadi kami menghabiskan waktu bahagia ini di rumah Jakarta.

Selamat Idul Fitri 1429H
Selamat Idul Fitri 1429H