Sakit Panas

Setelah mengambil paspor Jumat kemarin, Sofi badannya panas. Mama sedikit heran. Kelihatannya Sofi normal aja, masih suka main, tertawa, dan mengajak kita bercanda, tapi tiba-tiba aja panas.

Akhirnya, karena acara makan soto ayam di taman Kalibata Indah gagal, kita buru-buru pulang. Takut Sofi makin parah. Mama kemudian berusaha mengukur suhu badan Sofi. Tapi, belum lagi selesai bunyi beep termometer digitalnya, Sofi sudah buru-buru minta dilepaskan. Takut, katanya.

Akhirnya Ayah pura-pura mengukur suhu badan ayah. Sofi diminta ayah yang memasukkan ke ketiak ayah. Ayah lalu bilang, “Nah, Sofi ukur ayah dulu ya. Dipencet dulu tombolnya. Lalu masukkan di ketiak ayah. Tunggu hingga bunyi beep!” Sofi mulanya tidak sabar. Ia pingin segera mengambil termometer itu. Tapi ketika bunyi beep, Sofi terlihat senang. Kemudian termometer diambilnya. Lalu ayah bilang, “Sudah Sofia. Sekarang Sofi ukur mama juga ya!” Ayah berharap setelah tahu alat itu aman, hehehe, Sofi segera mau diukur badannya.

Mama kemudian meminta diukur pula suhunya. Dan setelah mama selesai. Mama bilang, “Nah, sekarang Sofi ukur sendiri suhu badannya ya!” Nah, benar, Sofi akhirnya mau. Hati kami berdebar-debar. Terlihat suhu badannya menanjak naik hingga 37 derajat celcius. Dan, indikator suhunya terakhir berhenti di 37 koma dikit C.

Karena Sofi masih belum terlalu tinggi suhu badanya, dan lagi Sofia juga terlihat sehat, masih bermain, tertawa, bercanda sama kami, kami tunggu dulu deh. Tak lama, suhu badan Sofi turun.

Esoknya, Sabtu, karena suhu badan Sofi sudah turun kita buat rencana mendadak untuk piknik ke Ragunan. Kami pikir biar Sofi terhibur. Tentang pikniknya, nanti kita buat tulisan lain ya. Ada videonya juga lo. Nah, setelah dari Ragunan, tak terasa suhu badan Sofi naik lagi. Setelah diukur pakai termometer, terlihat mencapai 38,7. Menurut pengetahuan kami, setelah tanya teman-teman baik kami hehehe, maklum ayah dan mama Sofi masih suka lupa hal ini, bila suhu badan anak mencapai 38,3 derajat celcius, waktunya dikasih parasetamol. Tapi kami belum panik. Kami tenangkan dulu Sofi, dan tak terasa ternyata suhu badannya turun sendiri. Syukurlah tidak jadi minum obat. Kami sekeluarga selalu berusaha mengurangi konsumsi obat bila mungkin.

Kami berpikir mungkin Sofi kecapekan. Lalu diajak ke Ragunan. Makanya jadi panas. Tapi entah lah. Kami terus pantau dan pada Minggu pagi, badan Sofi sudah normal kembali. Siangnya ia sudah main kembali sama mas Krishna, mas Wafi, dan sorenya sama dik Vina. Ah, senangnya ayah dan mama.

Oh iya, selama sakit dan setelah, Sofi senang sekali bilang, “Ma, Sofia capek.”, atau “Ya, Sofi capek.” Heran. Kita kemudian bertanya, “Sofi capek kenapa? Apanya yang capek?” Lalu Sofia menjawab, “Iya capek, Ma. Tadi Sofi menyanyi ABC!” Hahahaha. Dasar anak kecil.

Lagu ABC itu dari seri video anak-anak Baby TV, temanya mengenal ABC. Sofi sudah bisa menyanyi lo.

E Bi Si Di I Ef Jing

Ej Ai Je Ke El Em En O Ping

Qyu Ar Esy

Ti Yu Ving

Dabelyu Ex Wai And Jing

Nah, tapi yang terakhir itu terdengar seperti anjing. Padahal aslinya W X Y and Zi.

-Ditulis oleh Ayah

Leave a Reply