Benjut!

Sabtu kemarin Sofia diajak mama ke rumah mami di Ciputat. Kami mengungsi kesana karena tetangga belakang rumah sedang hajatan. Hajatannya sih nggak masalah, yang masalah musik-musik pagelarannya. Sebenarnya musik juga enggak begitu masalah, masalah sebenarnya hanya waktu. Semalem saja tes satu dua satu dua pake mike jam 12 malem mulainya. Kasihan mama enggak bisa tidur sampe jam 1/2 4 pagi. Untung mama sambil nonton baby boy di HBO jadi mama lumayan terhibur. Nah, karena masih akan ada pagelaran dangdut malam minggu ini, ayah kasih ide buat mama agar ngungsi aja ke rumah mami. Kebayang dong dangdutan pasti sampe malem dan berisiknya juga pasti minta ampun, belum lagi yang mabuk-mabukan -yang ini yang kasih tahu om ojek yang tadi nganter kita ke depan-. Tadi aja waktu diajak mama dateng kondangan disitu sofi langsung kegerahan. Panas sih maklum, musiknya yang memekakkan telinga itu lho. Sofi jadi heran, apa alasan mereka membuat musik itu sedemikian keras. Bukannya nggak baik buat telinga. Apalagi telinga Sofi yang masih kecil ini. Jadi Sofi makannya cepet-cepet waktu disuapin mama biar bisa cepet pulang. Sofi makannya banyak lho tadi hihihi.

Sofi dan mama berangkat duluan kerumah mami naik taksi. Ayah akan menyusul karena harus pergi ke Sarinah untuk bertemu dengan temannya sore ini. Rencananya kami akan pulang hari mingu tapi jamnya belum pasti. Hari minggunya ternyata mami ngajakin berenang. Wow berenang! mama suka karena mama ingin ngajarin Sofia berenang. Ba’da Ashar mama, mami dan sofi berangkar berenang di Bintaro, ayah gak ikut karena lagi banyak kerjaan jadi di tinggal dirumah mami.

Pulangnya kami mampir beli sop daging di jalan Tegal Rotan Bintaro. Waktu perjalanan pulang, adzan maghrib menggema dan kamipun sampai dirumah. Mama bilang kalo capek banget. Sofia juga. Sampai dirumah mama hendak menuang sop di mangkuk besar, sofi duduk dikursi makan dekat mama sambil makan roti tawar, papi dan mami ngomong-ngomong disofa depan tv dan ayah sudah wudhu mau sholat duluan. Tiba-tiba, Dugh!! Sofia jatuh dari kursi dengan posisi telungkup. Ternyata mama nggak ngeliat kalau Sofi duduknya sudah menghadap kebelakang dan kepalanya dimasukin dilubang sandaran kursi. Karena nggak seimbang Sofi jadi jatuh. Dan karena jidat duluan jadi jidat sofi benjut sebesar bola golf kata mama, karena lebih besar dari bola pingpong. Serta merta semua kaget. Mama langsung meletakkan sopnya yang panas seplastik-plastiknya kedalam mangkok dan segera mengangkat Sofi. Setelah mama angkat Sofi langsung nangis. Kasihan mama karena mama juga histeris melihat jidat sofi yang benjut membiru :( . Untuk pertolongan pertama, mama menggosok-gosokkan rambutnya kejidat sofi yang benjut sementara mami memarut biji pala yang kemudian dibalurkan di jidat yang bejut itu. Mama memeriksa hidung, dada, kaki dan tangan Sofi juga mulut. Mama hampir menangis melihat mulut Sofi berdarah. Rupanya empat gigi depan atas sofi yang gigis jadi rata karena menancap dilidah Sofi. Mama terus mendekap Sofi sambil berseru,”aduh ndukkkk.. anakku rek..”. Setelah beberapa saat mami mengusulkan untuk dibawa keklinik alvita. Kamipun kesana dan dikasih obat trombopop sama pak dokter. Di klinik Sofi sempat nggak mau di priksa pak dokter lho jadi Sofi bilang sama mama,”Ma Sofi sudah sembuh kok”, dalam hati mama ketawa katanya. Sepulang dari dokter sofi tidur digendongan mama. sampai rumah mami sofi masih tidur tapi cuma sebentar. Habis itu Sofi sudah mau main-main lagi dan nyanyi-nyanyi padahal jidat benjut dan mata bengkak. Bahkan Sofi mau makan pake sop dengan lahap dan banyak. Mama bersyukur karena tadi takut Sofi gak mau makan karena lidahnya luka. Difoto itu Sofi sedang main glidernya mami. Kaos Sofi buka biar keliatan perutnya seperti tante tante yang olah raga di TV itu lho. Mama dan ayah baru ngeh loh, kalo papi udah nyadar dari tadi heheheh.

Leave a Reply